3 Karakter Buruk Tuan Krabs, Pengusaha Kaya yang Tidak Visioner

Artikel

Avatar

Salah satu kartun favorit saya adalah SpongeBob SquarePants. Saya mulai aktif menonton SpongeBob SquarePants sejak 2007. Tidak hanya menonton, saya juga mulai mempelajari karakter di dalamnya, dari tokoh yang periang, pemalas, realistis, jahat, sampai yang pelit. Tapi dari sekian banyak karakter, ada salah satu yang paling mencuri perhatian saya, dia adalah Tuan Krabs.

Kepiting tua ini adalah gambaran pengusaha kaya dan sukses tapi licik, pelit, dan tidak visioner. Sebagaimana film kartun pada umumnya, pasti kreator akan menciptakan karakter yang kaya tapi licik seperti Tuan Krabs ini, lihat saja di kartun Doraemon ada Suneo, di kartun Donald Bebek ada Paman Gober, sedangkan di Crayon Shincan ada Kazama.

Melihat mayoritas audiens film kartun adalah calon generasi penerus bangsa, tentu karakter Tuan Krabs adalah karakter yang tidak patut untuk ditiru. Tumbuh kembang adik-adik kita tentu terpangaruh pola asuh dan asupan tontonan yang mereka terima. Termasuk menonton SpongeBob SquarePants yang ada Tuan Krabs-nya. Saya khawatir mereka mulai jatuh hati dengan karakter si kepiting tua yang mereka anggap lucu.

Bukan tanpa alasan saya menjatuhkan vonis “karakter buruk” untuk Tuan Krabs.

Pengusaha kaya yang pelit

Sebagai pengusaha kaya raya sejagat Bikini Bottom, nama Tuan Krabs sudah masyhur akan sifat pelit dan kikirnya. Ia adalah contoh pengusaha yang kaya namun ogah berbagi sedikit rezekinya.

Melansir data yang saya peroleh dari artikel di Mojok di tahun 2018 atas ulasan kekayaan Tuan Krabs, karakter ini adalah salah satu karakter kartun terkaya dengan nilai aset $16 miliar. Itu data yang di-update pada tahun 2018. Mari kita ulas penghasilannya di tahun 2020.

Kalau ia mematok harga Krabby Patty hanya sebesar $1,25 maka data yang saya peroleh di situs spongepedia.org, harga Krabby Patty melonjak menjadi $2,99. Mari kita hitung pendapatan per hari apabila Krabby Patty terjual minimal 500 buah per hari. Penghasilan yang diperolehnya sebesar $1.495. Kalau seminggu tanpa hari libur, pendapatan yang diterima $10.465. Kalau sebulan? $41.860.

Dugaan ini menguat karena tidak adanya kompetitor yang membahayakan bisnis Tuan Krabs. Rakyat Bikini Bottom tentu akan lebih memilih Krusty Krab dibandingkan harus ke Chum Bucket-nya Plankton yang rasanya nggak keruan atau ke Fancy yang harganya lebih tinggi.

Bayangkan berapa pendapatan yang diterima Tuan Krabs dalam satu tahun kalau mengambil perhitungan kasar yang saya buat. Dalam satu tahun ia memiliki penghasilan sebesar $502.320 atau senilai Rp7.118.376.720 (saya ambil dari kurs tengah BI tanggal 31 Desember 2019) , itu pun saya ambil perhitungan hanya dari penjualan Krabby Patty belum lagi dari penjualan menu lainnya. Nilai tersebut belum termasuk nilai aset bangunan Krusty Krab yang terletak di jalan raya protokol Bikini Bottom dan serta bisnis lain di luar usaha utama. Seperti kerja samanya dengan Mermaid Man dan Bernacle Boy, kepemilikan saham di Krabby Land, royalti atas “The SpongeBob SquarePants Movie” episode kunjungan Raja Neptunus.

Baca Juga:  Dua Sisi Pinjaman Online: Antara Pencairan Mudah dan Data Pribadi yang Dikorbankan

Dari data yang dilansir terakhir oleh artikel Mojok bahwa kekayaannya senilai $16 Milliar, saya memprediksi saat ini angkanya sudah menyentuh angka $20 milliar, jika melihat perkembangan Krusty Krab yang semakin moncer tentu kekayaan akan bisa terus bertambah.

Sebagai catatan, dari miliaran penghasilan yang berhasil diperoleh Tuan Krabs, tidak sedikit pun yang disumbangkan untuk masalah sosial, apalagi CSR (company social responsibility) Krusty Krab bagi masyarakat Bikini Bottom.

Bahkan di suatu episode pernah menceritakan ia memaksa membuka Krusty Krab 24 jam hanya karena tidak ingin tersaingi dengan Chum Bucket. Tuan Krab bahkan tidak segan memaksa pegawainya (Squidward dan SpongeBob) untuk bekerja lembur tanpa tambahan uang lembur atau liburan akhir tahun. Saking kikirnya, Tuan Krab pernah mengajak pegawainya liburan tapi hanya memancing di kapal tua. Selain pelit Tuan Krab adalah bos yang buruk juga.

Bagi para generasi muda, peringai Tuan Krabs adalah contoh yang betul-betul buruk. Pesan moral yang dapat diambil adalah buat apa menjadi kaya raya tapi miskin hati.

Pengusaha licik

Selain kikir bin medit, Tuan Krabs juga terkenal akan sifatnya yang licik. Bak tokoh antagonis lainnya, Tuan Krabs akan melakukan segala cara agar tujuannya tercapai. Terutama masalah uang, Tuan Krabs ahlinya.

Pernah dalam satu episode, ada adegan di mana Spongebob ditugasi Tuan Krabs untuk memberikan resep rahasia ke tim SWAT, hal ini semata-mata demi pengamanan agar aman dari ancaman Plankton yang berusaha mencurinya. Namun, dari pengamanan tersebut muncul biaya yang harus dibebankan kepada Tuan Krabs, dengan cara liciknya ia memberikan koper kosong yang resep rahasianya telah diambil, hal ini dilakukan agar ia dapat menuntut klaim asuransi kehilangan resep rahasia yang dinilai sangat besar untuk sekadar pengamanan.

Sebagai entrepreneur, ia mencontohkan perilaku yang buruk bagi generasi muda lainnya. Melihat umur yang sudah tua, seharusnya Tuan Krabs banyak mendekatkan diri kepada Tuhan daripada harus memikirkan uang, uang, uang. Ia adalah contoh pengusaha kaya tapi lemah iman.

Pengusaha yang tidak visioner

Terakhir dan yang paling penting, adalah Tuan Krabs merupakan pengusaha kaya yang tidak visioner. Mengapa demikian ? Saya meragukan insting bisnis Tuan Krabs itu sendiri, hal ini merujuk pada data dan fakta di lapangan.

Baca Juga:  Rekomendasi Buku yang Harus Kamu Baca Biar Lebih Kritis Sama Situasi Terkini

Dari data yang sudah saya paparkan di poin sebelumnya, Tuan Krabs adalah pengusaha tiada tanding di jagad Bikini Bottom. Krusty Krab adalah restoran cepat saji yang tidak punya pesaing sama sekali, saya ulang SAMA SEKALI. Paling banter Chum Bucket, itu pun restoran semibangkrut yang tidak punya pelanggan sama sekali. Lalu ada kafe Kelpshake yang sempat menjadi pesaing Krusty Krab tapi pada akhirnya tidak bertahan lama karena dipaksa tutup oleh Dinas Kesehatan Bikini Bottom karena masalah kehigienisan produk. Nah nggak ada pesaing kan?

Apa yang membuat saya meragukan insting Tuan Krabs?

Apabila Tuan Krabs adalah pengusaha yang cerdas, tentu akan memperbanyak outlet di Bikini Bottom, atau membuka kesempatan franchise produk. Melansir data di Wikipedia, Bikini Bottom terletak di dasar Samudera Pasifik tepatnya di bawah Bikini Attol. Luasnya spesifik Bikini Bottom tidak dijelaskan secara gamblang, namun apabila mengacu pada luas Bikini Attol sebesar 6 km², maka sudah seharusnya Bikini Bottom lebih luas lagi karena tempatnya di dasar laut.

Bayangkan dengan luas kota seperti itu, dengan perbandingan tubuh ikan yang hanya sentimeter tog, maka Tuan Krabs punya peluang untuk membuka restoran di beberapa titik. Misal di gerbang masuk kota, pusat kota, dan daerah kampung. Ini peluang besar lho, dan dari total kekayaannya yang saya jabarkan tadi, lebih dari cukup untuk membuka cabang. Terlebih lagi Chum Bucket tidak punya modal yang sebesar Tuan Krabs.

Lalu ia punya peluang juga untuk membuka cabang di kota lain, ada satu kota yang disebutkan dalam kartun SpongeBob SquarePants, yaitu Rock Bottom. Ini kesempatan lain juga baginya memperkenalkan produknya ke masyarakat kota lain, terlebih kalau di Rock Bottom tidak punya restoran sejenis seperti Krusty Krab. Tentu Krusty Krab bakal jadi rajanya.

Itulah yang betul-betul saya sayangkan dari Tuan Krabs, coba bayangkan kalau ia punya 100 outlet yang tersebar di beberapa titik dengan omzet kotor minimal $200.000 per minggu dengan karyawan tidak perhitungan seperti SpongeBob atau secuek Squidward yang tidak menuntut upah UMR, mungkin ia sudah dinobatkan menjadi karakter kartun terkaya versi Forbes.

BACA JUGA Menghitung Kekayaan Squilliam Fancyson, Rival Squidward yang Ngaku Paling Kaya di Bikini Bottom dan tulisan Muhammad Abdul Rahman lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
9


Komentar

Comments are closed.