Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

3 Hal di Fisipol UGM yang Bikin Alumni Kangen dan Pengin Balik Lagi

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
11 April 2025
A A
3 Hal di Fisipol UGM yang Bikin Alumni Kangen dan Pengin Balik Lagi

3 Hal di Fisipol UGM yang Bikin Alumni Kangen dan Pengin Balik Lagi (Lusia Komala via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Masa-masa kuliah di Fisipol UGM begitu berkesan dan ngangenin…

Jenjang pendidikan yang paling berkesan dalam hidup saya adalah masa perkuliahan, bukan saat SMA atau SMP seperti dalam lagu “Kisah Kasih di Sekolah”. Tidak ada yang istimewa ketika jadi murid sekolah menengah. Kehidupan terasa biasa saja dan cenderung kurang asyik, atau bisa jadi saya yang kurang gaul. Saya lebih banyak mengeksplor kehidupan lain selain di rumah dan menemukan jati diri saat kuliah.

ADVERTISEMENT

Teman-teman mahasiswa sepertinya menjadi salah satu faktor kenapa saya menyukai masa-masa kuliah. Bebas dan lepas, bisa menjadi diri sendiri. Sirkel sosial kampus memang yang terbaik. Yah, terlepas dari segudang tugas yang bikin mumet. Selain itu, kampus dan kota pilihan saya boleh jadi alasan lain saya menyukai masa perkuliahan. UGM dan Jogja memang dua tempat paling pas untuk meromantisasi kehidupan.

Dua kali pula saya menjatuhkan pilihan kuliah di UGM dengan jurusan yang berbeda. Meski harus ngekos dan jauh dari rumah, saya menikmatinya. Banyak pengalaman menarik yang rasanya ingin saya ulang kembali, terutama saat berkuliah di Fisipol UGM. Sederhana, sih, tapi beberapa hal menarik dari Fisipol UGM ini bikin saya selaku alumnus merasa rindu.

#1 Panggilan Mas/Mbak untuk semua dosen menambah keakraban

Biasanya mahasiswa memanggil dosen dengan panggilan “Pak”, “Bu”, atau “Prof” untuk menunjukkan rasa hormat. Panggilan ini menunjukkan kalau mereka adalah pengajar di kampus, bukan teman sebaya. Tetapi kamu nggak akan menemukan kebiasaan ini di Fisipol UGM. Hampir semua tenaga pendidik di fakultas ini ingin dipanggil “Mas” atau “Mbak”, bahkan salah satu profesor biasa dipanggil “Bang”.

Lantaran belum terbiasa, saya pernah menyapa seorang dosen dan memanggilnya “Bu”. Beliau langsung protes dengan nada bercanda. Katanya ingin disapa “Mbak” agar tetap awet muda dan lebih intimate. Waktu itu saya merasa canggung, tapi pikir saya seru juga karena dengan panggilan tersebut nggak terasa ada jarak antara dosen dengan mahasiswanya.

Selain itu, diskusi perkuliahan pun jadi santai tanpa ada ketegangan sedikit pun di dalam kelas. Unik sekali budaya di kampus yang terletak tak jauh dari Gedung Rektorat UGM ini.

Saya jadi semangat kuliah. Bisa ngobrol dan sekaligus curhat dengan Mas/Mbak dosen yang baik hati. Kedekatan ini mungkin nggak bisa ditemukan di kampus lain. Atau ada juga yang seperti Fisipol UGM?

Baca Juga:

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

#2 Duduk di Taman Sansiro Fisipol UGM yang rindang dan syahdu

Kamu pasti punya spot favorit di kampus. Tempat di mana kamu selalu nongkrong dan berbagi keluh kesah bersama sirkel kelasmu. Nah, saya pun demikian. Ada satu area di Fisipol UGM yang saya nobatkan sebagai area terbaik untuk bersantai para mahasiswanya, yakni Taman Sansiro.

Duduk-duduk di ruang terbuka satu ini sungguh menyenangkan. Vibes-nya bikin candu karena dipayungi pepohonan rindang. Meskipun selalu ramai, suasana Sansiro tetap nyaman. Lokasinya berada di antara gedung-gedung Fisipol UGM. Hampir semua warga kampus menyempatkan nongkrong di sana.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Konon, Taman Sansiro ini dulunya merupakan ruang publik yang biasa dipakai olahraga. Tetapi saat ini sudah beralih fungsi menjadi spot hangout anak Fisipol dengan kepulan asap di mana-mana. Ini sih yang bikin agak mengganggu.

#3 Sarapan dan makan siang di Fisipoint, kantin terbaik se-UGM

Setiap fakultas di UGM menyediakan foodcourt dengan harga kantong mahasiswa. Ada yang cukup mewah kayak di mall, ada pula yang biasa saja ala warmindo. Fisipol UGM tak mau ketinggalan dengan kantin yang dinamakan Fisipoint. Lokasinya di dekat Taman Sansiro.

Konsep Fisipoint ini ya seperti pujasera dan terdiri dari beberapa kios makanan serta minuman. Tempat duduknya banyak dan tidak panas, plus bebas asap rokok. Rata-rata makanan dan minuman di sini dibanderol murah, kisaran Rp5 ribu hingga Rp15 ribu.

Menurut saya, Fisipoint merupakan kantin terbaik se-UGM. Menu makanan yang dijual di sini beragam. Ada ayam geprek, nasi rames, nasi pecel, lotek, soto ayam, bakso, hingga angkringan. Nggak ada varian yang aneh dan bikin boncos. Selain itu, semua masakannya enak dan cocok di lidah saya.

Kurang afdal rasanya kalau ke Fisipol UGM tapi tidak mampir Fisipoint. Saya selalu mampir ke kantin ini bersama rekan-rekan untuk sarapan dan juga makan siang. Ah, jadi kangen kampus.

Saya bersyukur mendapatkan kesempatan kuliah di Fisipol UGM, kampus paling nyaman dan homey. Rasanya ngangenin. Tidak ada suasana tegang dan menakutkan di sana meskipun saya sempat stres ngurusin tugas akhir. Namanya juga kuliah, kudu dinikmati, kan.

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Jenis Mahasiswa Berbahaya di UGM yang Wajib Kamu Waspadai. Jangan Sembarangan kalau Nggak Pengin Malu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2025 oleh

Tags: alumni ugmFisipol UGMUGM
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

Enaknya Jadi Alumni UNY: Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan, Nggak Ada Beban

Enaknya Jadi Alumni UNY: Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan, Nggak Ada Beban

1 Maret 2025
Maba UGM Senengnya Cuma Sebulan Pertama, Abis Itu Biasa Aja

Maba UGM: Senengnya Cuma Sebulan Pertama, Abis Itu Biasa Aja

7 Agustus 2023
PPSMB UGM: Ospek Terbaik yang Bikin Iri Mahasiswa Kampus Lain

PPSMB UGM: Ospek Terbaik yang Bikin Iri Mahasiswa Kampus Lain

8 Agustus 2023
Perjuangan Saya dari Kaum Rebahan Sampai Kuliah di UGM

Perjuanganku dari Kaum Rebahan Sampai Kuliah di UGM

24 Desember 2019
Jogja Bikin Saya Menyesal dan Ingin Kembali untuk Mencoba Lagi (Pexels)

Jogja Membuat Saya “Menyesal” dan Kelak Ingin Kembali untuk Mencoba Lagi

23 Februari 2025
S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari UGM Sendiri

26 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Malang Memang Sekarang Panas, tapi Tetap Lebih Nyaman daripada Merantau di Surabaya 

8 Juli 2026
Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya Mojok.co

Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya

10 Juli 2026
5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

6 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?

10 Juli 2026
Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan Terminal

Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan

8 Juli 2026
Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.