Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

15 Istilah Bahasa Sunda yang Sering Digunakan Sehari-hari

Erfransdo oleh Erfransdo
23 Februari 2022
A A
15 Istilah Bahasa Sunda yang Sering Digunakan Sehari-hari terminal mojok.co

15 Istilah Bahasa Sunda yang Sering Digunakan Sehari-hari (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bahasa Sunda merupakan bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Belum diketahui secara jelas kapan bahasa Sunda ini lahir. Namun, asal-usul bahasa Sunda memang sudah dibuktikan dengan adanya prasasti berbahasa Sunda kuno yang ditemukan di Kawali Ciamis pada abad ke-14.

Sebagai warga Sunda asli, saya sudah hafal betul berbagai kosakata atau istilah yang sering digunakan oleh orang Sunda pada umumnya. Mulai dari yang lemah lembut sampai yang nggak enak untuk didengar. Namun, kali ini saya akan membagikan istilah-istilah standar yang biasa dituturkan oleh masyarakat Sunda sehari-hari.

#1 Naon

Istilah pertama yang sering digunakan orang Sunda sehari-hari yaitu kata “naon” yang mempunyai arti “apa”. Kata naon ini sering dipakai saat seseorang menyahut panggilan dari seseorang atau saat bertanya pada seseorang seperti, “Aya naon (ada apa)?” atau “Éta naon (itu apa)?”. Dan segala macamnya.

#2 Kunaon

Selanjutnya ada kata “kunaon” yang mirip dengan kata pertama, tapi artinya jelas berbeda. Kunaon mempunyai arti kenapa atau mengapa. Kunaon digunakan saat seseorang menanyakan situasi, kondisi, ataupun keadaan seseorang. Kunaon juga sering digunakan ketika orang sedang heran pada suatu kejadian seperti, “Kunaon mantak bisa kitu (kenapa bisa sampai begitu)?”

#3 Punteun

Kata “punteun” ini sepertinya sudah banyak orang yang tahu. Punteun sebenarnya mempunyai dua arti. Punteun bisa berarti maaf dan permisi. Kata “punteun” yang berarti maaf bisa digunakan ketika kita menyenggol seseorang di jalan. Sementara kata “punteun” dengan arti permisi bisa kita gunakan saat masuk ke dalam rumah orang atau saat melewati segerombolan orang.

#4 Hatur nuhun

“Hatur nuhun” mempunyai arti terima kasih. Setiap orang tampaknya tidak akan asing dengan kata terima kasih. Begitu pula dengan orang Sunda yang sudah terbiasa mengatakan hatur nuhun ketika doi merasa terbantu atau sesederhana setelah selesai membeli makanan di warung.

#5 Sami-sami

Kata “hatur nuhun” akan selalu berdampingan dengan kata “sami-sami” alias “sama-sama”. Ada terima kasih, ada pula sama-sama. Tapi terkadang jika belanja di warung beberapa orang sering bingung siapa yang mesti bilang terima kasih duluan. Kadang saya pun sering mengucapkan kata hatur nuhun berbarengan dengan pemilik waung.

#6 Piraku

Selanjutnya ada kata “piraku”. Piraku di sini artinya bukan pira punyaku, ya. Piraku artinya adalah “masa” (bukan masa waktu). Masa mempunyai arti keheranan atau tidak percaya seperti masa sih. Kata “piraku” digunakan saat kita seakan tidak percaya dengan sesuatu. Contohnya, “Piraku manéh dahar sapoé sakali (masa kamu makan sehari sekali)?” dan kondisi-kondisi heran atau bingung lainnya.

Baca Juga:

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda

#7 Timana

Kemudian ada kata “timana” yang artinya “dari mana”. Biasanya orang tua saya selalu kepo saat anaknya tidak kunjung pulang walau sudah larut malam. Ketika saya sudah sampai rumah blio akan bertanya, “Timana waé atuh kasép (Dari mana aja atuh ganteng)?” dengan tatapan sinisnya.

#8 Kamana

Istilah Sunda tidak akan jauh-jauh dengan akhiran –na seperti kata yang satu ini yaitu kamana. “Kamana” mempunyai arti “ke mana”. Orang-orang kan biasanya suka penasaran kalau ada yang pakaiannya rapi seperti sudah gatal untuk bertanya, “Badé kamana, Pak (mau ke mana, Pak)?” padahal sudah jelas pakai baju kantor, ya mau ke kantor, lah.

#9 Kumaha

“Kumaha” artinya adalah “bagaimana”. Kata “kumaha” digunakan saat seseorang bertanya mengenai suatu cara untuk melakukan sesuatu atau menanyakan solusi terhadap suatu masalah. Kumaha juga bisa digunakan untuk menanyakan kabar seseorang seperti, “Kumaha damang (Gimana, sehat)?”

#10 Aya-aya waé

“Aya-aya waé atuh!” ucap seseorang yang seakan menyesali suatu keadaan sambil turut bersimpati. “Aya-aya waé” mempunyai arti ada-ada saja. Isitilah ini juga bisa digunakan saat seseorang mengalami kekecewaan terhadap suatu hal yang tidak terduga.

#11 Horéam

Biasanya kata “horéam” ini digunakan oleh orang-orang mageran. Kata “horéam” mempunyai arti “males” atau “males, ah”. Seperti misalnya saat kamu akan berangkat kerja, tapi karena cuaca sedang hujan, jadinya kamu akan mengeluh, “Horéam ah mangkat gawéna ogé mending saré deui!” (Males ah berangkat kerjanya juga mending tidur lagi aja!)

#12 Lieur

Kata “lieur” menunjukkan jika seseorang sedang pusing. Entah saat pusing kepala karena sakit atau pusing karena memikirkan sesuatu. Namun, kata “lieur” lebih sering digunakan saat seseorang sedang mumet-mumetnya karena dilanda masalah.

#13 Atuh

Kemudian ada istilah “atuh” yang sering dipakai oleh rata-rata orang Sunda dalam percakapan sehari-hari. Kata “atuh” ini dipakai sebagai kata tambah yang mempunyai arti “sih” atau “dong”. Misalnya, “Kunaon atuh (kenapa sih)!” atau “Tah, kitu atuh (nah, gitu dong)!”

#14 Tong sok api-api

“Tong sok api-api” artinya bukan tong yang ada apinya, tapi “jangan suka pura-pura”. Istilah ini sering digunakan oleh tuan rumah yang sedang kedatangan tamu yang malu-malu saat ingin mengambil makanan. Malu-malu, tapi mau.

#15 Tong asa-asa

Selanjutnya ada istilah “tong asa-asa” yang berarti “jangan ragu-ragu”. Istilah ini sebenarnya hampir sama pengaplikasiannya dengan istilah “tong sok api-api”. Namun, istilah “tong asa-asa” lebih sering digunakan pada kondisi tertentu yang membuat kita merasa tidak enak. Misalnya, saat kita sedang memijat orang tua, tapi takut orang tua kesakitan. “Tong asa-asa Ujang, pencét wéh sing tarik (jangan ragu-ragu Ujang, pencet saja yang keras)!”

Nah, itulah istilah-istilah dalam bahasa Sunda yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kalian yang bukan orang Sunda, sudah sering mendengar istilah yang mana saja, nih? Gimana? Apakah pemaparan dari saya cukup membantu menambah pemahamanmu soal istilah dalam bahasa Sunda?

Penulis: Erfransdo
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2022 oleh

Tags: Bahasa Sundaistilahpercakapan
Erfransdo

Erfransdo

Lulusan pertanian yang terjun ke dunia media. Peduli isu-isu budaya dan lingkungan. Gemar baca buku dan nonton bola.

ArtikelTerkait

Bahasa Sunda Banten Itu Nggak Kasar, tapi Egaliter!

Bahasa Sunda Banten Itu Nggak Kasar, tapi Egaliter!

3 November 2023
Ungkapan Bahasa Sunda yang Wajib Diketahui Penutur Non-Sunda terminal mojok

Ungkapan Bahasa Sunda yang Wajib Diketahui Penutur Non-Sunda

29 November 2021
11 Istilah Digital Marketing yang Perlu Kamu Ketahui biar Nggak Plonga-Plongo ketika Diajak Diskusi

11 Istilah Digital Marketing yang Perlu Kamu Ketahui biar Nggak Plonga-Plongo ketika Diajak Diskusi

13 Agustus 2023
Bahasa Sunda Sehari-hari untuk Orang non Sunda Supaya Lebih Nyunda terminal mojok.co

Bahasa Sunda Sehari-hari untuk Orang Non-Sunda Supaya Lebih Nyunda

5 Februari 2021
20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda Mojok.co

20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda

22 Januari 2026
10 Kosakata Bahasa Sunda yang Sebenarnya Kasar, tapi Nggak Disadari Banyak Orang Mojok.co

10 Kosakata Bahasa Sunda yang Sebenarnya Kasar, tapi Nggak Disadari Banyak Orang

4 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik
  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”
  • User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi
  • Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa
  • Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.