Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

14 Tahapan dan Istilah Pernikahan di Madura

Siti Halwah oleh Siti Halwah
2 November 2021
A A
madura calon mertua menikah dengan teman satu kantor mojok

menikah dengan teman satu kantor mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Di Madura, pernikahan merupakan hajatan yang besar dan kerepotannya bisa terjadi sejak jauh-jauh hari. Urutannya sejak proses lamaran sampai pernikahan juga lumayan panjang. Selain itu, terdapat juga banyak kegiatan yang masing-masing memiliki nama dan maknanya sendiri.

Di sini, saya akan membagikan informasi tentang tahapan dan istilah prosesi pernikahan di Madura. Catatan: nama dan urutan kegiatannya bisa saja berbeda antar daerah di Madura. Mengingat, Madura sendiri terdiri dari empat kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Berhubung saya berasal dari Bangkalan, maka saya hanya menjelaskan versi yang saya ketahui saja—yang mungkin juga memiliki sedikit perbedaan dengan daerah di Bangkalan lainnya.

ADVERTISEMENT

#1 Tan-pentan (meminang)

Tan-pentan atau meminang adalah masa ketika pihak mempelai laki-laki berkunjung pertama kali ke rumah calon mempelai perempuan. Biasanya percakapan terjadi antara para tetua atau yang dituakan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan prosesi lamaran.

#2 Mar-lamar (lamaran)

Mar-lamar sama halnya dengan tan-pentan, hanya saja dengan konsep yang lebih matang dan biasanya melibatkan para tetangga. Di Madura terdapat hal-hal wajib yang harus dibawa pihak laki-laki saat prosesi lamaran, yaitu emas (sebagai tanda meminang, baik kalung atau cincin) kue dodol, wajik, tetel, dan pisang tondun (utuh).

Kue-kue tersebut biasanya akan dipotong-potong menjadi banyak bagian dan dibagikan kepada tetangga mempelai perempuan sebagai berita bahwa telah terjadi proses lamaran. Makanya, meskipun sebuah keluarga memilih untuk melakukan prosesi lamaran secara privat, para tetangga biasanya akan tetap tahu berdasarkan kue-kue tersebut.

Selain itu, para tetangga yang kepo biasanya bakalan nanya: Olle geddhang berempah tondun (dapat pisang berapa tondun)?

#3 Les-bhales

Les-bhales adalah lanjutan dari proses lamaran. Biasanya dilakukan oleh pihak perempuan untuk pihak laki-laki. Saat prosesi ini, pihak perempuan wajib membawa ikan dan lauk-pauk, terserah dalam bentuk apa pun. Biasanya sih, orang-orang di daerah saya membawa ikan gurame goreng besar dan sejenis makanan dari daging.

#4 Kon-lakon/lalakon

Kon-lakon sama halnya dengan rewang dalam budaya Jawa. Saat kon-lakon, para tetangga—khususnya ibu-ibu—biasanya bakalan membantu pihak keluarga yang punya hajatan. Terkadang, empat hari sebelum hajatan dimulai, para ibu-ibu sudah sibuk menyiapkan banyak hal.

Baca Juga:

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

#5 Terop

Terop adalah namalain dari tenda—bukan tenda Pramuka ya. Saat terop (sehari sebelum proses hajatan terjadi), biasanya para laki-laki berkumpul untuk membantu si empunya hajatan mendirikan tenda di halaman rumahnya.

Zaman dulu sebelum maraknya terop sewaan, orang-orang di daerah saya biasanya memotong bambu secara gotong royong dan bersama-sama membentuknya menjadi terop menggunakan terpal sebagai atapnya.

#6 Teppongan

Teppongan sebenarnya berasal dari kata dasar teppong yang berarti tepung. Teppongan biasa diselenggarakan di malam hari sebelum hajatan dimulai. Sejujurnya, saya sih nggak tahu kenapa dinamakan teppongan, padahal para ibu-ibu biasanya berkumpul untuk menyangrai kacang, membuat pepes pisang, atau jeli sebagai kudapan untuk para tamu bhubuwan esoknya.

#7 Lek-Mellek

Kalau teppongan identik dengan para ibu-ibu, maka lek-mellek adalah bagian para bapak-bapak. Lek-mellek berarti membuka mata atau istilah lainnya nggak tidur semalaman. Para bapak biasanya mendatangi si empunya hajatan, memberikan amplop bhubuwan, lalu berbincang-bincang semalaman suntuk.

Sekarang, tradisi lek-mellek sudah mulai kreatif. Para anak muda biasa mengisi lek-mellek dengan bermain domino. Terkadang si empunya hajatan malah sengaja mengadakan lomba bermain domino. Setelah itu, tepat pertengahan malam (pukul 12), si empunya hajatan akan menyajikan makanan nasi dan berbagai lauk-pauk. Biasanya sih ikan bebek atau lele goreng.

#8 Bhubuwan

Praktik bhubuwan ini sama halnya dengan memberikan amplop, hanya saja dengan versi yang lebih heboh. Para ibu-ibu biasanya akan memberikan berbagai sembak. Sembako lho ya, semacam beras, telur, minyak, gula yang jumlahnya biasa berkarung-karung, untuk kemudian dicatat oleh si empunya hajatan.

Nanti, saat si pemberi tadi mempunya hajatan yang sama, ia akan menerima sebanyak yang sudah diberikannya kepada orang lain. Ya, sistemnya semacam nitip gitu kalik, ya. Nanti kalau saya punya acara yang sama, maka yang sudah saya berikan pada orang lain harus dikembalikan.

#9 Kabinan (akad)

Kabinan berasal dari kata kabin yang berarti kawin. Di Madura, kabinan samahalnya dengan akad nikah. Akad nikah biasanya terjadi di pagi hari sebelum resepsi. Tapi, terkadang bisa juga terjadi jauh-jauh hari sebelum resepsi.

#10 Mantan/resepsi pernikahan

Kayaknya bagian ini nggak perlu banyak penjelasan deh, soalnya resepsi pernikahan di mana-mana ya sama saja. Yang bikin beda kayaknya cuma orang-orang yang jualan. Di Madura, resepsi pernikahan nggak kalah ramenya dari pasar malam lho.

#11 Ngereng mantan

Ngereng mantan berarti mengiringi pengantin. Di Madura, ngereng mantan ini biasa dilakukan oleh keluarga mempelai laki-laki. Pengiringnya tentu saja para tetangga yang bersedia ikut. Pihak keluarga mempelai laki-laki akan menyediakan transportasi, seperti mobil pick up, mobil Carry, atau bus mini. Namun, biasanya justru lebih banyak yang menggunakan kendaraan sendiri seperti motor dan melakukan konvoi di belakang iringan pengantin.

#12 Onjhang mantoh

Onjhang mantoh adalah bahasa lain dari ngunduh mantu. Di Madura, prosesi ngunduh mantu itu seru banget lho. Biasanya bakalan ada satu tetua—perempuan—yang pegang sendok dan nampan dari bahan seng. Nampan tersebut kemudian dipukul-pukul dengan sendok sampai berbunyi nyaring yang mengundang perhatian sambil memanggil nama-nama orang. Orang-orang yang namanya dipanggil—khususnya para keluarga si mempelai pengantin—harus menceburkan uang (berapa pun jumlahnya).

Setelah terkumpul, ada dua kemungkinan. Pertama, uangnya dihitung terlebih dahulu sebelum diberikan kepada mempelai perempuan. Kedua, langsung dibungkus menggunakan taplak meja dan diserahkan ke pihak perempuan, bersamaan dengan beras dan printilan lainnya. Kayaknya sih, ini bisa juga bergantung dari banyaknya uang yang didapat. Kalau banyak, biasanya bakalan dihitung dulu, dan sebaliknya.

#13 Gha’-nanggha’

Gha’-nanggha’ ini semacam hiburan yang disewa pihak mempelai laki-laki untuk mengiringinya saat menuju ke rumah si perempuan di siang hari. Jenisnya ada banyak, biasa jaran—iya jaran yang kuda itu, nanti mempelai pengantin diarak keliling halaman rumah—hadrah, atau drumband. Kalau ngikutin trennya sih, saat ini sedang tren drumband beserta biduannya.

#14 Ghun-tengghun

Kalau istilah gha’-nanggha’ identik dengan pihak laki-laki dan dilakukan saat siang hari, maka ghun-tengghun identik dengan pihak perempuan. Tapi, praktiknya dikerjakan malam hari. Biasanya, ghun-tengghun bisa berupa orkes, habsian—menyewa sekelompok santri untuk melakukan solawatan, gambus dan juga mengundang seorang kyai untuk memberikan ceramah agama.

Tujuannya ya cuma satu, agar kegiatan resepsi di malam hari nggak garing dan sepi, lalu cuma nontonin mempelai pengantin berpose di kuade, tapi juga ada hiburan yang bisa dinikmati sama para tetangga.

Sumber gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 November 2021 oleh

Tags: maduraPernikahanpilihan redaksiprosesi
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Pertigaan Fishipol UNY, Tempat Berkumpulnya Gondes Tukang Catcalling yang Meresahkan!

Pertigaan Fishipol UNY, Tempat Berkumpulnya Gondes Tukang Catcalling yang Meresahkan!

27 Agustus 2024
Pertashop Bangkrut Justru Bikin Repot: Laporan Langsung dari Pelanggan Bensin Pertamina

Pertashop Bangkrut Justru Bikin Repot: Laporan Langsung dari Pelanggan Bensin Pertamina

21 Januari 2023
Ini Tips Investasi Saham yang Saya Perhatikan sebagai Investor Awam

Ini Tips Investasi Saham yang Saya Perhatikan sebagai Investor Awam

7 Februari 2022
4 Series yang Punya Konsep Sharing Universe dan Multiverse terminal mojok.co

4 Series yang Punya Konsep Sharing Universe dan Multiverse

31 Desember 2021
Klaten Nggak Melulu Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, Ada Desa Kemudo yang Tak Kalah Istimewa! klaten solo jogja

Klaten Nggak Melulu Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, Ada Desa Kemudo yang Tak Kalah Istimewa!

11 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026
4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.