Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

11 Potret Menyedihkan Menjadi Driver Ojol Perempuan

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
22 Oktober 2025
A A
11 Potret Menyedihkan Menjadi Driver Ojol Perempuan (Unsplash)

11 Potret Menyedihkan Menjadi Driver Ojol Perempuan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi driver ojol itu berat. Tapi jadi driver ojol perempuan, jauh lebih berat lagi. Di jalan, mereka bukan hanya melawan cuaca dan lalu lintas, Tapi juga pandangan miring, perlakuan tidak adil, dan sistem yang tak pernah benar-benar berpihak. 

Perempuan kuat ini memutar gas bukan karena hobi, tapi karena hidup memaksa mereka. Berikut 11 potret nyata yang menggambarkan betapa keras, getir, dan menyedihkan perjuangan driver ojol perempuan di jalanan.

#1 Dibilang lemah hanya karena perempuan

Begitu turun dari motor, banyak orang langsung menatap aneh. “Wah, mbaknya ojol juga? Hebat ya,” katanya. Tapi nada itu sering seperti setengah ejekan. Seolah pekerjaan ini hanya untuk laki-laki.

Padahal perempuan juga bisa. Mereka kuat, tangguh, dan sabar. Tapi dunia masih sulit menerima kalau perempuan juga bisa jadi tulang punggung. Masih ada anggapan bahwa perempuan seharusnya di rumah, bukan di jalan.

#2 Pelanggan yang seenaknya menggoda ojol perempuan

Godaan itu datang bukan hanya di jalan, tapi juga di chat order. Mulai dari yang halus sampai yang menjijikkan. Nomor disimpan tanpa izin. Pesan “mbak cantik boleh kenalan” muncul setelah order selesai. Bahkan ada yang sengaja pesan biar bisa ketemu.

Rasanya sangat tidak nyaman. Tapi, mau marah juga serba salah. Rating bisa turun, order bisa sepi. Akhirnya ditahan saja. Diam bukan karena nyaman, tapi karena takut kehilangan penghasilan.

#3 Cuaca yang tidak punya belas kasihan

Panas menyengat, hujan deras, angin malam, semua diterjang. Tidak ada pilihan lain. Jaket basah, helm berembun, tangan gemetar, tapi motor tetap harus jalan. Banyak yang pernah jatuh, tapi tetap bangkit.

Karena kalau berhenti, uang berhenti. Dunia tidak peduli apakah tubuh ojol perempuan ini menggigil atau sedang sakit. Yang penting, pesanan sampai, pelanggan senang, rating aman.

Baca Juga:

Ibu Rumah Tangga dan Ojol juga Berhak untuk Kuliah, Universitas Terbuka Menerima Tanpa Batasan Apa pun!

4 Sikap Green Flag Driver Ojol yang Bikin Penumpang Nyaman

#4 Dapat order berat tanpa kompromi

Aplikasi tidak membedakan gender. Barang berat tetap dikirim ke driver ojol perempuan. Galon air, dus besar, bahkan perabot rumah tangga. Kadang pelanggan hanya menatap tanpa membantu.

Padahal yang di depan mereka bukan kurir laki-laki, tapi perempuan yang berjuang sendirian. Punggung sakit, tangan pegal, tapi tetap diangkat. Karena sistem tidak peduli siapa yang mengantarkan.

#5 Stigma dari sesama driver ojol laki-laki

Bukan cuma pelanggan yang bisa kejam. Sesama driver ojol pun kadang lebih jahat. Ada yang meledek. Ada pula yang sengaja menyela antrean. Bahkan, ada juga yang menggoda dengan kalimat-kalimat menjengkelkan.

Kalau dibalas, dibilang baper. Kalau diam, dianggap mau. Dunia kerja yang seharusnya jadi tempat saling bantu malah jadi arena tekanan. Kadang rasanya seperti dikerubungi tatapan yang tak mengenal empati.

#6 Ketakutan ojol perempuan setiap narik malam

Malam hari selalu jadi waktu paling menyeramkan. Jalan sepi, lampu redup, pelanggan tidak selalu bisa dipercaya. Banyak ojol yang menolak order malam karena takut. Tapi kalau tidak jalan, penghasilan berkurang.

Ada juga yang tetap berani narik, tapi dengan hati deg-degan setiap kali berhenti di tempat gelap. Tak jarang mereka harus pura-pura kuat. Padahal, lutut gemetar setiap kali ada motor asing mengikuti dari belakang.

#7 Ojol perempuan tidak dihargai oleh pelanggan perempuan juga

Ironisnya, sesama perempuan pun kadang tidak saling memahami. Ada pelanggan perempuan yang bersikap seolah lebih tinggi. 

Nada suaranya ketus, perlakuannya dingin. Bahkan ada yang sengaja memerintah ojol perempuan seenaknya, seolah lupa bahwa yang di depannya juga sedang bekerja keras untuk bertahan hidup. Bentuk ketidakadilan yang datang dari arah yang tak disangka.

#8 Masih dianggap pekerjaan sementara

“Kasihan ya, kerja ojol. Nanti kalau udah dapet kerja beneran, berhenti aja.” Kalimat seperti itu sering mereka dengar. Seolah jadi driver ojol bukan pekerjaan sungguhan. Padahal dari sinilah mereka hidup.

Mereka bayar pajak, beli bensin, rawat motor, dan tetap punya tanggung jawab sama seperti profesi lain. Tapi status sosial selalu jadi penghalang. Orang masih menilai dari seragam, bukan dari perjuangan di baliknya.

#9 Harus tetap senyum di tengah tekanan menjadi ojol perempuan

Setiap pelanggan datang dengan ekspektasi tinggi. Driver ojol harus ramah, sopan, cepat. Tidak boleh marah, tidak boleh ngeluh. Padahal di balik senyum itu, bisa jadi ada air mata yang ditahan. 

Tapi di dunia rating bintang lima, perasaan pribadi tidak penting. Yang penting tetap terlihat baik, meskipun hati sebenarnya sudah lelah.

#10 Ancaman pelecehan di jalan

Bukan cuma lewat chat, tapi juga secara langsung. Ada pengendara lain yang sengaja menggoda di lampu merah, bersiul, sampai yang mengikuti dari belakang. 

Situasi ini membuat jalanan bukan sekadar tempat kerja, tapi juga medan ketakutan. Banyak driver ojol perempuan yang memilih memakai pakaian longgar, masker tebal, bahkan helm besar hanya untuk menyamarkan diri. Bukan untuk gaya, tapi untuk menghindari pelecehan.

#11 Perbedaan perlakuan dari pihak bengkel

Ketika motor bermasalah, tidak semua bengkel memperlakukan mereka dengan hormat. Ada yang sengaja mematok harga lebih tinggi, ada yang berbicara meremehkan. 

“Gak ngerti mesin ya, Mbak?” Padahal kalau laki-laki datang, nada bicaranya langsung berubah sopan. Hal yang seperti ini terasa sepele, tapi menggerus rasa aman dan harga diri.

Itulah 11 potret menyedihkan dari para ojol perempuan. Di balik deru motor yang hilir mudik di kota, ada sosok perempuan yang jarang disadari keberadaannya. mereka memegang stang dengan tangan yang mulai kapalan. 

Mereka adalah bukti nyata bahwa kekuatan tidak selalu berwujud otot dan suara keras. Kadang kekuatan itu berwujud kesabaran. Kesabaran untuk tetap melaju meski dunia tidak memihak dan terus menyalakan mesin meski hati ingin berhenti.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 10 Potret Menyedihkan dan Memprihatinkan Sehari-hari Driver Ojol Zaman Sekarang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Oktober 2025 oleh

Tags: bengkel motordriver ojolojolojol perempuanpelecehanan ojol
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

penumpang

Ujian Jadi Penumpang Angkot

20 September 2019
Bengkel Motor, Usaha Menjanjikan yang Layak Dicoba Anak Muda Mojok.co

7 Ciri Bengkel Motor yang Jujur, Pahami biar Motor dan Dompet Nggak Makin Ancur

23 Oktober 2025
Driver Ojol Harusnya Punya Standar Skill Wajib terminal mojok.co

3 Hal Paling Berkesan Selama Jadi Penumpang Ojol

6 September 2020
Beberapa Kekurangan Maxim yang Wajib Diperbaiki

Beberapa Kekurangan Maxim yang Wajib Diperbaiki

22 November 2022
4 Alasan Layanan Taksi Online Maxim Nggak Lebih Baik dari InDrive

InDrive, Aplikasi Ojol Penganut Mazhab Kapitalisme Murni, Bikin Mitra Rugi dan Kalah Sebelum Berperang

30 Juni 2025
daging babi bacon nasi campur mojok

Daging Babi Rasanya Memang Enak, Nggak Kaget kalau Ada Orang yang ‘Penasaran’

14 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026
5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan Mojok.co

5 Ide Suvenir Nikah Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan

8 Januari 2026
4 Wisata Semarang yang Bisa Bikin Kamu Kapok Jika Salah Momen Berkunjung

Jangan Ngaku Pengusaha Hebat kalau Belum Sukses Jualan di Semarang!

7 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.