Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Alasan Laki-laki Pakai Istilah Otomotif untuk Bicarakan Hal Terkait Seksualitas

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
8 Oktober 2021
A A
Alasan Laki-laki Pakai Istilah Otomotif untuk Bicarakan Hal Terkait Seksualitas terminal mojok.co

Alasan Laki-laki Pakai Istilah Otomotif untuk Bicarakan Hal Terkait Seksualitas terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kita pernah terperangah ketika seorang penceramah yang sangat dihormati, sebut saja AG, menyebut istrinya “turun mesin”. Maksud dari istilah ini yakni sudah pernah melahirkan (tapi konteksnya merendahkan). Bagi sesama perempuan, terutama yang mengenal atau ngefans dengan istri AG, perkataan tersebut sangat menyakitkan.

Faktanya, menggunakan istilah-istilah otomotif untuk menyebut hal-hal terkait dengan seks dan seksualitas itu seolah sudah dinormalisasi di keseharian. Biasanya, ini terjadi di kalangan sesama laki-laki. Dalam tata bahasa, disebut peyoratif. Tapi, dari perspektif gender, ini bisa dikategorikan seksis bahkan kekerasan verbal.

ADVERTISEMENT

Selain “turun mesin”, berikut beberapa istilah lain yang biasanya muncul dalam percakapan:

  • Bemper depan: payudara
  • Bemper belakang: bokong
  • Cuci busi: berhubungan seks
  • Ganti oli: onani
  • Onderdil: alat kelamin
  • Kuat nanjak: stamina cukup kuat untuk posisi man on top (MOT) atau dikenal juga dengan istilah misionaris

Istilah yang paling sering kita dengar, sih, “bemper”. Pernah menyaksikan perempuan seksi yang melintas di depan sekelompok laki-laki dan mendapat cat calling atau siulan? Perilaku tak terpuji tersebut sering kali diikuti dengan kode-kode memakai istilah bemper (depan, belakang, atau keduanya sekaligus). Dan konteksnya tentu saja kurang ajar.

Istilah-istilah tersebut juga diucapkan oleh laki-laki dari berbagai kalangan. Tak memandang status sosial dan latar belakang pendidikan (termasuk usia dan citra kesalehan). Lantaran penasaran, untuk mengetahui alasan istilah otomotif dipakai ketika membicarakan tentang seks dan seksualitas, saya mengobrol dengan 4 orang laki-laki dengan latar belakang yang berbeda.

Habdi, 46 tahun, engineer

“Saya nggak pernah menyebut istilah itu untuk ke istri. Nggak tega, lah, masa ibunya anak-anak dibilang ‘turun mesin’, saya masih punya hati.”

“Kalau ke cewek-cewek lain, iya. Maklum nggak semua cewek baik-baik. Mereka sepertinya senang disebut punya ‘bemper’ yang besar karena itu modalnya mereka. Tapi, saya bukan laki-laki yang suka jajan, takut penyakit. Ikut-ikut teman saja cari hiburan, karaoke ditemani cewek. Kalau nggak mau ikut nanti disangka takut istri, harga diri saya bagaimana.”

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

“Nggak usah diambil hati kalau dengar istilah otomotif disebut begitu sama laki-laki buat perempuan. Ini bahasa kode saja, kalau disebut terang-terangan malah nggak sopan.”

Yono, 51 tahun, driver

“Saya ini, kan, punya anak, Mbak. Sudah ABG. Kalau ada yang ngomong begitu ke anak saya pasti sakit hati rasanya.”

“Memang saya pernah bilang ‘turun mesin’ dan ‘kuat nanjak’, zaman dulu masih muda, Mbak. Ke istri sendiri nggak pernah.”

“Pekerjaan saya ini kan sopir. Dulu malah serabutan jadi sopir cabutan bus antar provinsi juga pernah. Jauh dari istri susah nolak godaan di jalan, namanya laki-laki ada kebutuhannya, ada uangnya. Yang penting masih ingat nafkah buat anak istri. Istilah otomotif itu urusan laki-laki, wajar kalau pakai istilah otomotif ngomong urusan laki-laki di luar rumah. Perempuan nggak perlu tahu. Di luar rumah, laki-laki itu bujangan semuanya. Tapi ini pas saya masih muda. Sekarang sudah nggak kuat. Nanti istri curiga.”

Sugeng, 29 tahun, teknisi

“Ya, pasti pernah, hahaha. Waktu masih sekolah di STM aja sudah akrab sama istilah-istilah itu. Waktu masih sekolah belum kenal perempuan, saya anak baik-baik. Tapi namanya anak muda ‘ganti oli’ wajar. Biasa saja di kalangan teman laki-laki, waktu nongkrong di bengkel. Mulai tahunya istilah-istilah ini waktu sering nongkrong di bengkel modif motor. Anak balap liar saya dulu, hahaha.”

“Itu bahasa laki-laki saja. Biar perempuan nggak marah atau sakit hati. Otomotif urusannya laki-laki, perempuan nggak tahu. Makanya pakai istilah itu. Ya, nggak enak menyebut langsung, perlu disamarkan biar lebih halus dan rahasia.”

“Wah, kalau ke ibu, kakak perempuan, dan istri, nggak berani. Bisa panjang urusannya kalau ketahuan. Pas ngobrol sama teman saja. Cerita-cerita pengalaman atau curhat gitu, lah. Biar orang lain nggak tahu kami ngobrol soal apa, malu juga, hahaha.”

Surya, 36 tahun, senior officer

“Biasa saja, lah. Buat laki-laki motor dan mobil itu penting. Ya, kira-kira sama seperti perempuan. Makanya ada yang ngasih nama perempuan ke motor atau mobil kesayangannya. Kebetulan juga otomotif punya istilah yang pas. Coba soal komputer atau teknologi mesin, kan tidak ada yang pas buat menggambarkan soal pribadi begini.”

“Memang ada yang pakai istilah begitu karena tidak menghormati perempuan. Tapi jangan dipukul rata semua laki-laki bermaksud begitu, dong. Males juga sebut langsung pakai istilah yang sebenarnya, terlalu blak-blakan.”

“Perempuan juga pakai bahasa salon yang kebanci-bancian. Apa bedanya dengan istilah otomotif ini? Jangan dibikin persoalan besar lah, cuma istilah.”

***

Ada beberapa hal menarik dari obrolan dengan ke-4 laki-laki yang akrab dengan istilah-istilah otomatif untuk menjelaskan soal seks dan seksualitas tersebut.

Pertama, mereka memakai istilah tersebut setelah mendengar dari teman di pergaulan. Kedua, sama-sama risih jika menyebut istilah yang sebenarnya. Ketiga, mengaku tidak pernah memakai istilah tersebut ke perempuan-perempuan yang dikasihi dan dihormati. Keempat, menyebut istilah-istilah tersebut sebagai kode dan bahasa gaul. Kelima, memandang otomotif sebagai areanya laki-laki. Keenam, merasa tak perlu membicarakan seks pada pasangannya dan lebih nyaman membahas dengan teman sesama laki-laki (karena itu pakai kode). Ketujuh, tidak menganggap istilah-istilah tertentu seksis dan masuk dalam kategori kekerasan verbal.

Temuan yang ketiga dan ketujuh adalah yang paling menarik. Jika istilah otomotif tersebut dianggap lebih sopan, kenapa tidak memakainya untuk perempuan yang dikasihi dan dihormati?

Dari keempat orang di atas tidak ada yang menjawab dengan gamblang. Mereka menjelaskan istilah seperti ini hanya urusan sepele saja, tidak perlu dibahas. Istilah tersebut sudah umum di pergaulan, sudah tahu sama tahu. Padahal, mau diakui atau tidak, beberapa istilah tersebut dimaksudkan sebagai ejekan. Misalnya saja soal “turun mesin” yang bisa dikategorikan sebagai seksis dan kekerasan verbal.

Memakai bahasa sebagai tanda, simbol, dan ekspresi memang hak setiap orang. Namun, kita juga perlu memenuhi hak konstitusional, khususnya perlindungan diri, kehormatan dan martabat (Pasal 28 G Ayat 1), dan bebas dari diskriminasi (Pasal 28 I Ayat 2).

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2021 oleh

Tags: Istilah otomotifLaki-lakipilihan redaksiseks
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

Pengalaman Kuliah S3 di Taiwan Bikin Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia Mojok.co

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

25 Maret 2026

10 Rapper Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

11 Oktober 2021
6 Makanan yang Bentuknya Iyuuuh, tapi Rasanya Sedaaap terminal mojok

6 Makanan yang Bentuknya Iyuuuh, tapi Rasanya Sedaaap

18 September 2021
Saya Nggak Menyesal Membeli Honda Vario 125 2013

Honda Vario 125 2013, Motor yang Nggak Saya Sesali Pembeliannya

24 Juli 2023
Sumber gambar Pixabay

Suara KPI Adalah Suara Tuhan, Nggak Usah Protes kalau Mereka Seenaknya Sendiri

10 September 2021
Akun Twitter Fikayo Tomori

Fikayo Menuju Maestro

2 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.