Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Menghitung Kekayaan Wahid Husen, Kalapas Sukamiskin yang Kena OTT KPK

Redaksi oleh Redaksi
25 Juli 2018
A A
wahid husen
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Operasi tangkap tangan KPK di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat beberapa waktu yang lewat memang mau tak mau menyeret nama Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Wahid Husen inilah yang oleh KPK kemudian ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan kasus praktik ‘jual-beli’ sel di Lapas Sukamiskin.

Dalam operasi yang digelar oleh KPK, Wahid Husen diduga menjadi dalang utama beberapa penyimpangan kewenangan yang selama ini terjadi di Lapas Sukamiskin, di antaranya adalah jual-beli kamar dan jual-beli izin bagi napi yang Ingin keluar lapas dengan mudah.

Sebenarnya bukan rahasia lagi jika banyak terjadi praktik jual-beli kamar di Lapas Sukamiskin yang selama ini menjadi lapas untuk para narapidana kasus korupsi. Namun, menjadi sangat keterlaluan karena Wahid ternyata baru menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 alias belum genap empat bulan.

Sebelum dipercaya sebagai Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen sempat menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas II A Banceuy bandung, lapas khusus narapidana kasus narkotika, kepala rutan di Rutan Kebonwaru, Bandung, dan Kepala Lapas Kelas I Madiun.

Dalam dunia Per-lapas-an, Wahid Husen sebenarnya cukup berprestasi. Saat menjabat Kalapas Banceuy, Wahid Husen beberapa kali menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam lapas.

Namun yah, memang beda rasanya kalau kemudian mendapat mandat sebagai kalapas di lapas untuk napi kasus korupsi, godaannya besar. Tak heran jika baru empat bulan menjabat, ia sudah ditangkap karena tersandung kasus jual-beli sel lapas.

Duit memang mudah menggoyahkan keteguhan seseorang.

Nah, seperti biasa, di tengah kehebohan soal kasus jual-belu sel yang ikut menyeret nama Wahid Husen ini, Mojok Institute tertarik untuk membahas kekayaan si Kepala Lapas yang satu ini. Maklum saja, banyak yang penasaran dengan seberapa miskinnya sih Wahid Husen ini sampai harus mau menerima sogokan dari para napi korupsi di Lapas Sukamiskin.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara yang dirilis oleh KPK, tercatat data seputar harta kekayaan Wahid Husen.

Wahid diketahui mempunyai harta tidak bergerak berupa lahan tanah dan bangunan senilai Rp235.950.000.

Kemudian harta bergerak berupa alat transportasi, yakni dua mobil, masing-masing Toyota Kijang dan Suzuki. Nilai dua mobil tersebut adalah sebesar Rp335.000.000.

Wahid juga tercatat punya aset berupa lahan peternakan dengan 20 ekor sapi dan kambing, total nilai aset ini sebesar Rp150.000.000

Kemudian ada aset berupa ogam mulia dan harta bergerak lainnya senilai Rp11.475.000, lalu ada Giro dan setara kas lainnya, Rp38.546.674 dan USD2.752.

Dengan jumlah aset di atas, dikurangi hutang sebesar Rp162.964.815, maka total kekayaan Wahid Husen adalah sebesar Rp698.006.859 dan USD2.752.

Iklan

Bah, ternyata memang nggak kaya-kaya amat.

Etapi tunggu dulu, itu data LHKPN tahun 2015, alias sebelum Wahid Husen menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin.

Kalau setelah menjabat (walau kemudian hanya empat bulan), tentu saja kekayaannya sempat naik berkali-kali lipat. Lha gimana, pas OTT KPK itu, barang bukti yang disita itu berupa satu unit Mitsubishi Triton Exceed  dan satu unit Mitsubihi Pajero Sport Dakkar je. Itu yang ketahuan dan diamankan. Lha kalau yang belum sempat ketahuan dan sudah diuangkan?

wahid husenSi

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2018 oleh

Tags: KalapassukamiskinWahid Husen
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kilas

Setya Novanto Huni Sel Lebih Luas di Lapas Sukamiskin, Ditjen PAS: Itu Bekas Musala

26 Desember 2019
Pura-Pura Penjara di Lapas Sukamiskin (Ini Cuma Pura-Pura)
Video

Pura-Pura Penjara di Lapas Sukamiskin (Ini Cuma Pura-Pura)

31 Juli 2018
Moknyus

Tifatul Sembiring Pertanyakan Sidak Sel Lutfhi Hasan di Lapas Sukamiskin

24 Juli 2018
Moknyus

DPR Protes Soal OTT KPK di Lapas Sukamiskin, Fadli Zon Menganggap Perlu Lapas yang Manusiawi

23 Juli 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.