Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Selain Sebut 100 Ribu Dapat Bawang dan Cabai, Sandiaga Singgung Soal Tempe Setipis Kartu ATM

Redaksi oleh Redaksi
9 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Blusukan ke pasar, Sandiaga Uno mencoba dengarkan aspirasi warga dan sebut tempe setipis kartu ATM karena rupiah melemah.

Cawapres Sandiaga Uno kemarin Rabu (5/9) mengeluarkan penyataan menarik yang memantik komentar para netizen. Diketahui baru kembali dari Pekanbaru, Riau hari Selasa (4/9) lalu, Sandi menyebutkan keluh kesah yang didapatnya langsung dari masyarakat.

Iklan

Pada kesempatan ini, Sandiaga Uno mengungkapkan pandangannya mengenai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebagai dampak dari fenomena yang satu ini, harga kebutuhan bahan pangan pokok pun terganggu. Bahkan, salah seorang warga di Pekanbaru kabarnya berkisah bahwa uang 100 ribu yang dialokasikannya sebagai uang belanja hanya dapat digunakan untuk membeli bawang dan cabai di pasar.

Pernyataan ini sontak mengundang reaksi. Benarkah uang 100 ribu hanya mentok untuk beli bawang dan cabai saja?

Belum habis rasa penasaran netizen, Sandiaga Uno kembali menyebutkan kisah berikutnya. Jumat (7/9) lalu, di kediaman Prabowo Subianto, ia memberi pernyataan, “Tempe katanya sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya udah hampir sama dengan kartu ATM. Ibu Yuli di Duren Sawit kemarin bilang, jualan tahunya sekarang dikecilin ukurannya.”

Meski sejak beberapa hari lalu beredar kabar bahwa pedagang tempe mengurangi ukuran produknya mulai 1 hingga 2 cm, pernyataan Sandiaga ini tetap menarik perhatian. Benarkah tempe yang dijual kini setipis kartu ATM?

Perlu diingat, kartu ATM sendiri memiliki ketebalan yang kecil, yaitu sekitar 0,76 mm. Sementara itu, potongan tempe yang umumnya dianggap ‘tipis’ pun ternyata memiliki ketebalan mencapai 2 mm.

Seolah ingin membalas pernyataan Sandiaga Uno, Direktur Relawan timses Koalisi Indonesia Kerja, Maman Imanulhaq pun angkat bicara, khususnya soal tempe setipis kartu ATM.

“Katanya hari ini dolar 15 ribu, sampai membuat tempe setipis kartu ATM. Saya sudah cek di warteg, tempe masih gede-gede betul,” tegas Maman, Sabtu (8/9) saat ditemui di acara Aliansi Kebangsaan Gotong Royong Indonesia di Gedung Joeang 45, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Maman menegaskan harapannya pada pihak-pihak yang berkampanye. Baginya, yang terpenting adalah prinsip untuk tidak menyebarkan hoaks karena rawan menakut-nakuti warga.

Sandiaga Uno memang tampaknya tengah giat mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat, khususnya kalangan emak-emak. Jika sebelumnya ia datang ke Pekanbaru, kali ini Sandiaga menyambangi Pasar Sindhu, Sanur, Denpasar Selatan.

Memakai kaus band Padi, celana hitam, dan sepatu merah, kedatangan Sandi di hari Minggu (9/9) ini pun tak lepas dari sambuatan antusias emak-emak yang ada di sana.

Kira-kira, aspirasi warga yang bagaimana lagi yang bakal dikisahkan Sandi? Mari kita nantikan bersama-sama. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 9 September 2018 oleh

Tags: blusukanEmak-emakHarga BeraskampanyePilpres 2019Sandiaga Unotempe setipis kartu ATMuang 100 ribu
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Stok Beras Bulog 2025 Aman. MOJOK.CO
Kabar

Stok Beras Bulog Memang Berlebih di Gudang, tapi Tak Jamin Masyarakat Bisa Beli dan Petani Sejahtera

24 November 2025
emak-emak, jogja memanggil.MOJOK.CO
Kabar

Aksi Jogja Memanggil: Saat Emak-Emak Sudah Turun ke Jalan, Tandanya Negara Sedang Tak Baik-baik Saja

20 Februari 2025
Cerita Emak-Emak Joki Game Online AQW, 24 Jam menatap Komputer Demi Menghidupi 2 Anak Seorang Diri.MOJOK.CO
Sosok

Cerita Emak-Emak Joki Game Online AQW, 24 Jam menatap Komputer Demi Menghidupi 2 Anak Seorang Diri

13 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.