Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sandiaga Sedih Dana Awal Kampanye Pasangan Prabowo-Sandiaga Kalah Besar Dibandingkan Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin

Redaksi oleh Redaksi
24 September 2018
A A
Sandiaga Sedih Dana Awal Kampanye Pasangan Prabowo-Sandiaga Kalah Besar Dibandingkan Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin

Sandiaga Sedih Dana Awal Kampanye Pasangan Prabowo-Sandiaga Kalah Besar Dibandingkan Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Laporan dana awal kampanye dari para peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang sudah diterima secara resmi oleh KPU.

Dalam laporan yang diterima oleh KPU tersebut, terdapat perbedaan yang sangat mencolok mengenai jumlah dana antara dua pasangan capres-cawapres. KPU menyebutkan bahwa dana pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin adalah sebesar Rp11 miliar, sementara pasangan Prabowo-Sandiaga sebesar Rp2 miliar.

Perwakilan tim bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Syafrizal mengatakan bahwa dana awal kampanye sebesar 11 miliar yang dilaporkan oleh pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tersebut berasal dari sumbangan perorangan dan beberaa perusahaan.

“Ada empat perusahaan. Macam-macam perusahaannya. Ada yang bergerak di bidang investasi, ada juga yang berasal dari perusahaan teknologi,” jelas Syahrial.

Sementara itu, menurut Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar, uang 2 miliar sebagai dana awal kampanye yang dilaporkan oleh pasangan Prabowo-Sandiaga merupakan murni dari dari kocek pribadi, masing masing 1 miliar dari Prabowo, dan 1 miliar dari Sandiaga.

Atas perbedaan jumlah dana awal kampanye yang sangat mencolok ini, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengaku sedih.

“Sedih ya, jangan dibandingkan dana kampanye dengan tokoh sebelah lah (pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin),” ujar Sandiaga. “Kan hampir 6 kali lipat lebih kecil kita, kita juga berusaha untuk menggalang dana secara transparan, tapi kita juga mengutamakan sumber daya kita dulu, dan kita ingin korporasi yang ikut aturan main kita”

Kendati demikian, walaupun pelaporan dana awal kampanye-nya jauh lebih kecil, tim pemenangan Prabowo-Sandiaga justru menganggap hal tersebut sebgai sebuah tren positif, sebab itu menjadi salah satu bukti bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga tidak terlalu bergantung pada korporat.

“Pendanaan kami insya Allah dimaksimalkan oleh Pak Prabowo dan Bang Sandi sendiri. Jadi insya Allah pasangan ini tidak mau menggadaikan dirinya ke cukong atau kelompok lain yang mengatur pemerintahan di masa depan. Itu menjadi komitmen awal,” ujar Dahnil.

Wah, kalau begitu, Sandiaga semestinya tidak perlu khawatir dengan jumlah dana kampanye yang seidkit. Maklum saja, gabungan kekayaan Sandiaga ditambah Prabowo jauh jauh jauh lebih besar ketimbang nilai kekayaan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Sandiaga tercatat punya kekayaan sebesar 5,1 triliun dan Prabowo punya 1,9 trilun. Sementara Jokowi kekayaannya hanya 50,2 miliar, dan Ma’ruf Amin sebesar 11,6 miliar.

Ah, kalau lihat nilai kekayaan yang sangat berbeda jauh tersebut, rasanya, justru Jokowi dan Ma’ruf Amin yang seharusnya bersedih. hahaha. (A/M)

dana kampanye

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2018 oleh

Tags: dana kampanyekampanyepilpres
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Jokowi Menyemai Dinasti Politik di Tingkat Daerah. MOJOK.CO
Ragam

Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Warisan Dinasti Politik Jokowi di Tingkat Daerah

26 November 2024
Kerja di Lembaga Quick Count Pemilu Ternyata Sama Capeknya dengan Anggota KPPS.mojok.co
Aktual

Cerita Petugas Quick Count Pemilu: Hasil Sering Diremehkan Meski Saat Bekerja Sama Capeknya dengan Anggota KPPS

15 Februari 2024
Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden? MOJOK.CO
Esai

Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden Indonesia?

18 Desember 2023
Tidak Boleh Asal Menempel Stiker Kampanye MOJOK.CO
Kotak Suara

Menempel Stiker Kampanye Ternyata Tidak Boleh Sembarangan, Ada Aturannya

8 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Album baru ARIRANG BTS. MOJOK.CO

Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang

29 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.