MOJOK.CODokter Tirta Hudhi yang muda, beda, dan blunder, eh, berbahaya ding.

Di mata netizen, kesalahan kecil tak pernah menjadi kesalahan kecil. Ia akan selalu tampak menjadi besar. Apalagi jika kesalahan tersebut dilakukan oleh orang yang selama ini dikenal aktif mengedukasi orang-orang agar tidak melakukan kesalahan tersebut.

Itulah yang sekarang mungkin sedang terjadi pada dokter Tirta Hudhi, sosok yang kemarin baru saja kedapatan tidak menjaga protokol social distancing saat berkunjung ke salah satu gerai bar dan resto Holywings.

Foto dirinya saat sedang berangkulan dengan dua orang rekannya di salah satu gerai Holywings ternyata menjadi muara masalah yang kini sedang menimpanya.

Tujuan dokter Tirta berkunjung ke Holywings sebenarnya untuk membahas kolaborasi produksi masker bertajuk Holywings x dr. Tirta, namun dalam kunjungan tersebut, Dokter Tirta tampaknya lupa untuk menerapkan protokol menjaga jarak dengan kawan-kawannya di Holywings.

Foto tersebut praktis langsung menjadi santapan yang lezat bagi para netizen. Maklum, selama ini, Dokter Tirta terkenal sering mengedukasi orang-orang tentang pentingnya menjaga jarak. Selain itu, ia juga tak segan-segan untuk “membacoti” pesohor lainnya yang dianggap tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kolom komentar akun sosial media Dokter Tirta pun langsung penuh dengan komentar-komentar miring (namun beberapa lucu, sih) tentang Dokter Tirta.

“Apa pun makanannya, minumnya ludah sendiri.”

Baca juga:  DKI Jakarta Bakal Menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) per 10 April 2020

“Ya begini kalau influencer nyaru-nyaru jadi dokter.”

“Kepala pundak blunder lagi blunder lagi.”

Itu masih belum seberapa, yang lebih pilu, sekarang, hampir setiap kali Dokter Tirta ngetwit atau posting di Instagram, maka bisa dipastikan bakal selalu ada komentar yang isinya berupa twit Dokter Tirta beberapa bulan lalu saat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya social distancing:

“KALIAN JANGAN CUEK ! ITALIA SUDAH 1000 meninggal / days. Jenaza dimana2. Tenaga medis sudah kalah di sana. Even dibantu china, mereka ga bisa menang. Kenapa? Karena warganya ngeyel ketika disuru social distancing!”

Ah, memang berat menjadi seorang influencer apalagi dengan embel-embel dokter seperti Dokter Tirta di masa pandemi seperti sekarang ini. Namun ya mau bagaimana juga, itu adalah bagian dari konsekuensi yang memang harus dihadapi, sebab embel-embel itu pulalah yang tak bisa dimungkiri membuat nama Dokter Tirta naik, bahkan saat dirinya sekarang sudah tidak lagi bertugas menjadi dokter.

Hidup memang penuh dengan keseimbangan. Ada kalanya tukang ngegas justru dikasih giliran buat digas.

dokter tirta