Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Buya Syafi’i Maarif: Warga Muhammadiyah Sepantasnya Ikuti Haedar Nasir, Bukan Amien Rais

Redaksi oleh Redaksi
25 November 2018
A A
muhammadiyah
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa waktu yang lewat, Ketua Dewan Kehormatan PAN yang juga merupakan mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amien Rais sempat bikin heboh lingkungan Muhammadiyah karena mengatakan akan menegur Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir yang memberikan kebebasan pada warga Muhammadiyah dalam menentukan pilihan di Pilpres 2018.

Tak tanggung-tanggung, Amien Rais sampai menggunakan diksi “jewer” kepada Haedar Nasir.

“Ini tahun politik, jangan sampai Haedar Nasir mengatakan untuk Pilpres Muhammdiyah terserah masing-masing, menurut saya itu bukan fatwa, itu penyelewengan,” kata Amien, “Akan saya jewer keras nanti.”

Dalam pernyataannya, Amien Rais mengatakan bahwa warga Muhammadiyah seharusnya menentukan pilihan yang jelas di Pilpres 2019 mendatang. Kendati tidak menyebut nama, namun Amien Rais secara tersirat menginginkan agar warga Muhammadiyah memilih calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Sikap Amien Rais yang tampak terlalu memaksakan diri tersebut mendapat tanggapan dari banyak tokoh Muhammadiyah.

Salah satu tokoh yang ikut bersuara adalah sosok kharismatik Muhammadiyah yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafi’i Ma’arif atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Buya Syafi’i.

Buya Syafi’i, dalam acara soft launching buku Merawat Kewarasan Publik: Refleksi Kritis Kader Intelektual Muda tentang Pemikiran Ahmad Syafi’i Ma’arif di PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Jumat 23 November lalu menyatakan bahwa Amien Rais tak perlu didengarkan.

“Halah jewer-jewer, enggak usah diperhitungkan itu. Muhammadiyah memberikan kebebasan pada anggotanya. Itu sesuai Muktamar Ujung Pandang 1971 lalu. Diperkuat Panwil dan berbagai kesempatan. Saya rasa ini bagus. Sebagai ormas sipil, yang lahirnya mendahului bangsa dan negara. Jadi kita enggak perlulah ada jewer-jewer itu. Enggak usah didengar itu,” ujar Buya Syafi’i.

Buya Syafi’i mengatakan bahwa arahan dari Haedar Nasir tentang kebebasan memilih presiden di Pilpres 2019 mendatang sudah sepantasnya diikuti oleh segenap warga Muhammadiyah, sebab Haedar Nasir merupakan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang dipilih secara sah melalui muktamar.

Buya Syafi’i juga seakan memberi pesan pada Amien Rais agar tidak terlalu banyak ikut campur dalam urusan kebijakan Muhammadiyah, sebab dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum.

“Sekarang Haedar tokoh sentralnya. Bukan Amien, bukan saya. Haedar,” ujar Buya Syafi’i.

Tuh, Pak Amien, sudah dikasih pencerahan oleh sesama mantan ketua umum. Semoga setelah ini langsung tercerahkan, ya. hehehe.

Atau jangan-jangan Pak Amien malah mau ikutan njewer Buya Syafi’i juga? Ya monggo saja kalau berani.

buya syafi'i

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2019 oleh

Tags: Amien Raisbuya syafiihaedar nasir
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais
Video

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais

10 September 2024
profil partai ummat mojok.co
Kotak Suara

Profil Partai Ummat, Pecahan PAN yang Siap Unjuk Gigi di Pemilu 2024

4 Januari 2023
partai ummat lolos verifikasi mojok.co
Kotak Suara

Partai Ummat Lolos Verifikasi Administrasi Ulang, Tapi Polemiknya Makin Memanas, Ada Apa?

28 Desember 2022
Amien Rais jelang Muktamar Muhammadiyah
Kilas

Pesan Amien Rais Jelang Muktamar Muhammadiyah ke-48

3 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

11 Maret 2026
Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Dosa-dosa kecil yang kerap dilakukan hingga memicu masalah keuangan: uang atau gaji berapa pun terasa kurang MOJOK.CO

“Dosa Kecil” Pemicu Masalah Keuangan tapi Kerap Dilakukan, Bikin Uang atau Gaji Berapa pun Terasa Kurang

10 Maret 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Pamitan ke Perantauan

6 Maret 2026
Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.