Belanda Happy De Ligt Kembali Melawan Austria yang Ambigu Kayak Gellert Grindelwald MOJOK.CO
Belanda Happy De Ligt Kembali Melawan Austria yang Ambigu Kayak Gellert Grindelwald MOJOK.CO

Belanda Happy De Ligt Kembali Melawan Austria yang Ambigu Kayak Gellert Grindelwald

MOJOK.COEuro 2020 Grup C | Belanda vs Austria | Belanda lebih dijagokan untuk menang sementara Austria tengah limbung karena ketidakpastian.

Isidorus Rio: “De Ligt kembali, Belanda happy.”

Setelah Italia mempertontonkan jati dirinya sebagai calon juara Euro 2020, tiba saatnya Belanda mengikuti jejak yang sama.  Modalnya pun sama; 1 kemenangan penting di laga pembuka, sama-sama mencetak 3 gol, bedanya hanya gawang Belanda diberondong 2 gol oleh Ukraina.

Tapi, kabar baik datang, 24 jam sebelum sepak mula. Matthijs de Ligt disebut Frank de Boer (FdB) siap diturunkan sejak menit awal. Ini memastikan Belanda akan punya 3 bek tengah utama untuk melengkapi sistem 5-3-2 idaman FdB bareng Stefan de Vrij dan Daley Blind.

Denzel Dumfries dan Gini Wijnaldum bakal kembali jadi protagonis utama, tapi jangan lupakan Memphis Depay. Nirgol di laga perdana, Depay bakal punya modal penting karena fokusnya tak lagi terpecah. Dari kabar manuk yang beredar, eks bintang MU ini sudah 100% bakal gabung Barcelona. Jersey-nya bahkan sudah dijual di marketplace resmi Barca dan Depay men-cuih-kan upaya PSG buat menggodanya agar berpaling dari Barca seperti Wijnaldum.


Dan sejujurnya, setelah melihat laga pertama Belanda, meski awalnya bikin sakit kepala, nyatanya mereka nggak jelek-jelek amat. Ukraina yang disebut punya pertahanan terbaik selama kualifikasi saja, digelontor 3 gol! Dan ketika Belanda lagi nggak jelek-jelek amat, biasanya mereka bablas ke final, kayak di Piala Dunia 2010 itu, lho.

Baca juga:  Surat Terbuka Ezra Walian Setelah Gagal Perkuat Timnas Indonesia di Asian Games 2018

Nah kebetulannya lagi, Austria ini tim yang ambigu. David Alaba, penampil terbaik mereka di laga perdana, adalah “biang keladi”.

Saking versatile-nya sang kapten, dia nyaris ada di mana-mana. Di pos bek tengah ketika timnya digempur lawan, dia ada. Ketika menyusun serangan, dia terlibat dan memberi asis. Bahkan ketika Marko Arnautovic lagi mode Balotelli, Alaba juga ada buat nyumpel cangkeme sang striker. Saking Alaba ada di mana-mana, Austria sebaiknya menunjuk Alaba sebagai Chancellor baru menggantikan Sebastian Kurz.

Buat melawan tim ambigu kayak Austria ini, kuncinya cuma satu; hantam sejak awal. Feeling saya, kok, sepertinya akan ada gol cepat di laga ini dan Belanda akan menang dengan minimal selisih 2 gol.

Btw, ini bukan panduan untuk berjudi, ya. Risiko ditanggung penumpang.

Aprilia Kumala: “Austria nggak diunggulkan. Nasib mereka ditentukan kekuatan diri sendiri.”

Dari 19 pertemuan sebelumnya antara Austria dan Belanda, Austria hanya menang 6 kali, sedangkan Belanda 9 kali, dan sisanya berakhir imbang. Gol yang dihasilkan Belanda juga lebih banyak, yaitu mencapai 36 gol, sedangkan Austria mencetak 12 gol lebih sedikit.

David Alaba tak menampik kenyataan bahwa Belanda lebih difavoritkan dalam pertandingan kedua negara nanti. Untuk itu, Austria sendiri telah berusaha membangun kekuatan demi mendapatkan hasil yang positif. Yah, walaupun kekuatan ini memang minus penampilan Marko Arnautović yang tengah mendapatkan sanksi lantaran selebrasi golnya di pertandingan sebelumnya dianggap rasis.

Baca juga:  Prediksi Final Euro 2020: Coming Home Atau Coming to Rome?

Seperti dibenarkan Alaba, statistik memang mendukung Belanda menjadi pemenang. Hal inilah yang sebenarnya menjadikan potensi kemenangan Austria sebagai sesuatu yang tidak pasti.

Omong-omong, apakah Austria identik dengan sesuatu yang penuh tanda tanya? Bisa jadi, iya. Selain peluang kemenangannya terhadap Belanda, beberapa orang pernah dibuat bertanya-tanya tentang Wolfgang Amadeus Mozart dan Gellert Grindelwald.

Mozart, sang musisi ternama, pernah disangsikan kewarganegaraannya: Jerman atau Austria? Banyak orang meyakini bahwa Mozart adalah orang Austria, mengingat dia lahir di Salzburg, yang kini merupakan negara bagian di Austria. Namun, di masa kelahiran Mozart, Austria bahkan belum ikutan lahir sehingga pendapat ini masih mendapat bantahan.

Grindelwald, di sisi lain, juga mendapatkan pertanyaan yang sama. Penyihir hitam yang berjaya duluan sebelum Voldemort di Harry Potter universe ini seperti tak punya catatan kelahiran. Meskipun begitu, beberapa orang menganggap ia terlahir sebagai orang Austria mengingat kastil penjara yang ia bangun untuk menahan para musuhnya—Nurmengard—berada di Pegunungan Alpen Austria.

Baik Mozart maupun Grindelwald menyimbolkan sesuatu. Jika Mozart identik dengan karya, Grindelwald identik dengan kejahatan. Sesuatu yang positif versus sesuatu yang negatif. Nah, peluang Austria pada laga melawan Belanda nanti pun ibarat memilih di antara dua opsi: menjadi se-tak-terlupakan Mozart atau berakhir ditumbangkan sebagaimana Grindelwald.

BACA JUGA Denmark vs Belgia: Laga yang Bakal Seru, Sekaligus Haru dan ulasan Euro 2020 lainnya.