Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Cawapres Bukan dari PKS Tak Apa, Yang Penting Dapat Jatah Wagub DKI Jakarta

Redaksi oleh Redaksi
10 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sempat dikabarkan akan memisahkan diri dengan koalisi Gerindra karena tidak dapat jatah cawapres Prabowo Subianto, PKS ternyata punya maksud untuk bertahan. Jatah Wagub DKI Jakarta kan kosong? Wah, kesempatan.

Setelah Prabowo Subianto mengumumkan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti, secara otomatis kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta sekarang kosong.

Kekosongan ini tentu segera diincar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Maklum, sebagai salah satu partai pendukung yang mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ketika Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 2017 lalu, PKS merasa berhak mendapatkan kursi kosong yang ditinggal Sandi.

Hal ini juga jadi runtutan dari ketidakmauan Partai Gerindra untuk menyanding Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Umum PKS, sebagai cawapres. Padahal munculnya nama Salim juga semakin ditegaskan dengan rekomendasi Ijtima Ulama bersama dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212, tapi tampaknya Prabowo tidak mengindahkan usulan tersebut.

Setelah sebelumnya beberapa pihak yakin PKS akan keluar dari koalisi Prabowo karena tidak dipilih, ternyata di luar dugaan PKS rela jatah cawapres diambil Sandi. Eh, ternyata kelegowoan PKS ini ada maksudnya. Ada udang di balik rempeyeknya.

“Anies-Sandi itu kan dukungan PKS-Gerindra dan sekarang kan Pak Prabowo menerima, dalam tanda kutip, ketika kemudian Pak Salim (Segaf Al-Jufri) tidak dilanjutkan pengajuannya sebagai calon wakil presiden sesuai dengan resolusi para ulama. Saya yakin juga karenanya Gerindra, Pak Prabowo juga legowo untuk kemudian memberikan kursi Wakil Gubernur DKI kepada PKS,” kata Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, seperti diberitakan detik.com.

Hal yang sama juga dijelaskan Presiden PKS, Sohibul Iman. “Secara aturan, yang bisa ganti Pak Sandi itu kan dari PKS dan Gerindra, karena dulu yang ngusung dari dua partai itu.”

PKS yakin betul akan dapat “jatah” wagub karena sudah ikhlas tidak diajukan menjadi cawapres Prabowo. “Dari PKS memberikan posisi wakil presiden, tentu mereka memberikan hak prioritas kepada PKS untuk wagub,” jelas Sohibul Iman.

Sampai sekarang nama yang ramai diperbincangkan adalah Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS. Meski begitu, Mardani mengaku tidak ingin mengurusi soal dirinya jadi pengganti posisi Sandi di Wagub DKI Jakarta mendampingi Anies. Sampai sekarang, Mardani lebih ingin konsentrasi dulu dengan pencalonan Prabowo dengan Sandi untuk Pilpres 2019. Eh, tapi kalau dilamar untuk jadi Wagub mau kan, Mas Mardani? Kapan lagi bisa jadi wagub tanpa repot harus kampanye begini, Mas. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2018 oleh

Tags: Anies Baswedandki jakartahidayat nur wahidmardani ali seraPilpres 2019PKSSandiaga Unosohibul iman
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO
Cuan

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trauma memelihara kucing sampai meninggal. MOJOK.CO

Trauma Pelihara Kucing: Penuhi Ego di Masa Kecil, Saat Dewasa Malah Merasa Bersalah usai Anabul Kesayangan Mati

26 Maret 2026
Realitas Pahit di Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan “Dihina” Saat Kumpul Keluarga. MOJOK.CO

Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga

27 Maret 2026
Album baru ARIRANG BTS. MOJOK.CO

Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang

29 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Duka merantau lama: nelangsa dengan pertanyaan dan permintaan ibu yang sebenarnya sangat sederhana MOJOK.CO

Pertanyaan dan Permintaan Ibu yang Bikin Saya Nelangsa dan Bersalah karena Merantau Lama, Padahal Ia Tak Banyak Menuntut

24 Maret 2026
Pengendara motor plat S di jalanan Jombang tidak kalah ngawur dari plat K MOJOK.CO

Motoran di Jatim: Dibuat Sadar kalau Plat S Jadi Motor “Paling Rusuh” di Jalan

23 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.