Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Kesengsaraan Orang Berkacamata, dari Kecolok sampai Dibilang Sombong

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
14 Juli 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menjadi orang berkacamata itu nggak gampang. Kalau gampang, di film Harry Potter, sih, pasti ada murid Hogwarts lain yang pakai kacamata, selain Harry.

Sewaktu pelajaran Olahraga digelar, seorang kawan melepas kacamatanya. Saat itu, saya masih SD, begitu pula teman-teman saya (yaiyalah!). Kacamata yang dilepas pun langsung menarik minat kami—anak-anak kecil yang gampang heran atas apa pun di dunia ini.

Iklan

Belajar dari keheranan anak-anak ini setelah teman saya melepas kacamata, hari itu saya jadi paham: Menjadi orang berkacamata itu artinya hidupmu bakal nggak sama-sama banget sama orang yang nggak pakai kacamata, setidaknya jika ditinjau dari 5 hal berikut ini.

*JENG JENG JENG*

1. Dihujani Pertanyaan “Kok Kamu Beda Kalau Lepas Kacamata?”

Ini adalah apa yang teman SD saya alami. Waktu melepas kacamatanya barang sejenak, kawan-kawan langsung mengerumuninya dan bertanya-tanya: “Kenapa matamu terlihat jauh lebih kecil tanpa kacamata?”, “Kenapa mukamu jadi tampak berbeda jauh?”, “Apa kamu masih bisa melihat?”, hingga “Apakah dunia jadi terasa gelap gulita tanpa kacamata?”

Monmaap nih, tapi orang berkacamata itu beda sama orang yang nggak bisa melihat, Gaes. Tolong.

2. Nggak Bisa Minum Kopi Panas, tanpa…

…kacamata penuh embun.

Pernah lihat orang berkacamata makan atau minum kopi panas dengan kacamata diletakkan di kepala atau dilepas sama sekali? Jelas, itu karena refleks penyelamatan sejati. Ha gimana nggak, lah wong kalau sekali aja kita niup-niup makanan atau minuman panas, atau uapnya mengenai wajah—dan kacamata—kita, kacamata pun bakal langsung berembun dalam hitungan detik.

Ya mana enak, coba, makan dan minum tapi kacamatanya jadi burem kayak mata lagi ditutup kain item??? Emangnya kita mau jalan di antara dua pohon beringin di Alun-alun Kidul Jogja???

3. Hatinya Lensanya Copot, Duitnya Juga

Bentuk kacamata memang kecil dan imut, membuatnya tampak seperti benda murahan yang bisa dijual dengan model promo. Tapi, jangan salah, sekali saja lensanya bermasalah dan orang berkacamata ini memutuskan untuk mengganti lensa, ia berarti telah siap uang jajannya terkuras.

Seorang kawan pernah mengeluh lensa kacamatanya tiba-tiba copot entah di mana. Mau apa pun alasannya, saat lensanya benar-benar tak terselamatkan, mau tak mau memang si kawan ini merelakan segepok uang untuk keluar dari tempat persembunyiannya, alias dompet yang hangat. Yang sabar ya, Kak~

4. Kecolok Kacamata

Ada beberapa hal dalam hidup yang enaknya dilakukan tanpa gerakan tambahan, seperti melepas kacamata dan memasukkannya ke dalam kotak. Maksud saya, memangnya orang berkacamta ini nggak pengin ya pergi tidur dengan langsung rebahan tanpa harus kecolok bagian pinggir frame kacamata hanya karena lupa melepasnya???

Atau, kecolok kacamata di bagian tengah—lagi-lagi karena kita lupa melepas kacamata tapi udah keburu pengin nangis sambil tengkurap di kasur???

Hadeeeh, ribet banget, pokoknya.

5. “Kok kamu sombong banget, sih?!”

Beberapa orang berkacamata mengaku bahwa permasalahan berikutnya terkait dengan hubungan sosial antarteman. Karena satu dan lain hal, beberapa pengguna kacamata terkadang memutuskan untuk melepas kacamata barang sejenak, atau sesekali menggunakan softlens untuk variasi, walaupun nggak seampuh kacamata sebelumnya.

Sialnya, di masa-masa “tanpa kacamata” ini, mereka harus bertemu teman atau tetangga yang mengenali mereka. Tak jarang, teman-teman ini bakal berteriak menyapa, “Hei, kamu-si-kacamata!” dan berharap bakal disapa balik.

Mimpi tinggal mimpi. Kamu yang lagi nggak pakai kacamata mungkin malah tak bisa melihat si penyapa atau harus memicingkan mata terlebih dulu selama 3 bulan untuk bisa mengenali mereka. Belum-belum, mereka udah keburu ngambek dan bakal mengecapmu sombong for the rest of their lives. Mamam~

Tapi, yah, menjadi orang berkacamata itu memang nggak gampang. Kalau gampang, di film Harry Potter, sih, pasti ada murid Hogwarts lain yang pakai kacamata, selain Harry.

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2019 oleh

Tags: harry potterkacamataminusorang berkacamatasombong
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

vherkudara mojok.co

Merasakan Pengalaman Baru Menjajal Kacamata di Offline Store Vherkudara Eyewear

7 Juli 2023
Ukraina vs Austria Tentang Jadikan Aku yang Kedua Buatlah Diriku Bahagia MOJOK.CO

Ukraina vs Austria Tentang Jadikan Aku yang Kedua Buatlah Diriku Bahagia

21 Juni 2021
Belanda Happy De Ligt Kembali Melawan Austria yang Ambigu Kayak Gellert Grindelwald MOJOK.CO

Belanda Happy De Ligt Kembali Melawan Austria yang Ambigu Kayak Gellert Grindelwald

17 Juni 2021
Austria vs Makedonia Utara: Gulat Troll Gunung Harry Potter vs Kuda Hitam Euro 2020 MOJOK.CO

Austria vs Makedonia Utara: Gulat Troll Gunung Harry Potter vs Kuda Hitam Euro 2020

13 Juni 2021
JK Rowling Si Penyintas ‘Toxic Masculinity’ yang Diserang SJW karena Transfobia

JK Rowling si Penyintas ‘Toxic Masculinity’ yang Diserang SJW karena Transfobia

17 September 2020
lensa kacamata mahal kacamata anti radiasi sinar UV blueray antigoreng anti debu saphire lensa kacamata murah BPJS kacamata frame kaca mata jutaan mojok.co

Tak Selamanya Menjual Produk dengan Harga Murah Itu Baik Buat Bisnis

7 Juni 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Gus Yahya dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 NU: Nahdlatul Ulama harus bersinergi dengan pemerintah untuk kemaslahatan rakyat MOJOK.CO

Gus Yahya: NU Tidak Punya Jalan Lain Selain Kerja Sama dengan Pemerintah jika Ingin Hadirkan Manfaat Nyata

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.