Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Teflon Antilengket Bukan Cuma yang Hitam, Ada Bahan Marble dan Granit yang Mahal Banget

Beda bahan teflon antilengket, granit coating, marble coating, stainless steel, dan iron cast.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
10 November 2021
A A
ilustrasi Teflon Antilengket Bukan Cuma yang Hitam, Ada Bahan Marble dan Granit yang Mahal Banget mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Demi menjaga keseimbangan ilmu dapur dan rumah tangga, belajar tentang teflon antilengket, wajan marble, dan granit akan sangat berguna.

Suatu saat kenyataan hidup bakal melemparkan kita ke dapur juga. Tidak peduli kamu perempuan atau laki-laki, semua orang butuh makan dan sesekali kelaparan lalu memutar otak untuk masak. Minimal masak mi instan.

Jangan rendah diri dulu, walaupun kamu cuma bisa masak mi instan dan sesekali menggoreng chicken nuggets, kamu tetap berhak tahu soal dapur. Bergayalah seolah-olah kamu didomestikasi keadaan sehingga membuatmu tetap keren bermartabat. Sudahi berfilosofi, sekarang saatnya kita belajar soal teflon antilengket dan kawan-kawannya.

Begini yah. Nggak semua wajan gepeng itu disebut dengan teflon antilengket. Dalam bahasa Inggris, penyebutannya jelas: pan. Sayangnya, orang Indonesia suka menganggap wajan adalah penggorengan berbahan dasar logam yang biasa dibeli di pasar. Sedangkan yang namanya teflon itu pokoknya yang pantatnya gepeng dan lebih mahal.

Sampai di sini saja banyak yang salah kaprah. Teflon adalah merk dagang dari bahan kimia polytetrafluoroethylene, yang disingkat PTFE. PTFE adalah lapisan warna hitam yang biasa kalian temui di wajan gepeng itu. Semua wajan gepeng ya seharusnya disebut wajan, meski ada yang membedakannya jadi frying pan, wok pan, grill pan sampai double pan. Timbang nyebut wajan aja kompleks banget ya, Bund.

Lalu kenapa teflon antilengket bisa begitu kompleks? Ya tentu. Teknologi penggorengan juga berinovasi terus menerus dan menghadirkan wajan paripurna ke dapur kalian. Umumnya, yang bikin harga teflon mahal adalah bahan dasar pembentuknya. Semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Lapisan PTFE

Setidaknya teflon warna hitam adalah generasi awal wajan canggih. Ada lapisan PTFE yang mencegah masakan lengket di wajan. Nggak kayak wajan bahan logam tradisional, masak di teflon antilengket walau tanpa minyak tetap bisa matang merata. Bahan makanan juga nggak nemplok di penggorengan.

Sayangnya, ketika lapisan hitamnya sudah mulai mengelupas, sebaiknya si teflon berhenti digunakan. Lapisan hitam yang mengelupas bisa berbahaya karena mengandung bahan karsinogenik (menyebabkan kanker). Jika kamu di rumah punya teflon antilengket warna hitam, cek lagi apakah produk tersebut mengklaim bebas PFOA atau nggak. Jika tidak, lebih baik cegahlah wajan mengelupas dengan selalu menggunakan spatula berbahan dasar kayu atau silikon.

Dengan segala ketidaksempurnaan teflon antilengket berlapis PTFE, wajan ini cenderung dijual dengan harga lebih murah. Ramah kantong buat kamu yang sok-sokan mau sarapan pancake.

Lapisan granit dan marble/keramik/marmer

Ada dua teknologi wajan yang bersaing dengan sengit, yaitu teflon antilengket berbahan dasar lapisan granit dan berbahan dasar lapisan keramik. Keduanya sama-sama mahal walaupun bahan dasar granit cenderung punya harga yang relatif lebih murah, sedikit.

Saya kasih tahu aja nih ya, keduanya memang sama-sama bisa jadi andalan buat memasak. Pertama, granit. Granit adalah jenis bebatuan yang sering dipakai sebagai pelapis wajan. Ciri-ciri wajan dengan lapisan granit adalah berwarna abu-abu atau kehitaman. Lapisan ini tahan lama dan nggak mudah pecah, tidak juga berbahaya kayak teflon antilengket warna hitam polos dengan lapisan PTFE. Sudah aman dan tentram. Tapi, hati-hati, jangan sampai wajan dengan lapisan granit ini dibanting-banting karena kalau sudah pecah, bubarlah dunia persilatan masak kalian.

Kedua, bahan marble/keramik/marmer yang nggak jauh beda dengan lapisan granit. Keduanya memang susah dibedakan dan sering tertukar. Wajan berlapis keramik sebenarnya bikin banyak orang betah masak karena umumnya memiliki warna yang cerah. Ada yang warnanya pink, ungu, krem, menggemaskan banget pokoknya. Lapisan ini juga sepenuhnya aman dan tidak mudah pecah. Kekurangan satu-satunya dari wajan berlapis marble adalah: Harganya mahal.

Diamond coating

Sebuah nama paling sangar karena bawa-bawa “diamond”. Teflon antilengket yang ditambah lapisan diamond sudah pasti lebih mantap. Konon memang lapisannya mengandung berlian yang sangat halus sehingga bikin wajan mudah dibersihkan. Kekurangannya masih sama dengan lapisan granit dan marble, iya, mahal.

Cast Iron

Ada juga teflon antilengket yang dibuat dengan bahan besi cor atau cast iron. Wajan dengan bahan ini mudah sekali menghantarkan panas dan mempertahankannya dalam waktu lama. Kematangan masakan terjaga dengan sempurna dan stabil. Tapi, jenis wajan macam ini jarang dipilih karena cenderung berat dan bisa berkarat kalau lama nggak dipakai. Sama-sama mahal pula, Bund.

Iklan

Baiklah, mulai sekarang harap bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian harap jangan kebingungan lagi kalau mau beli teflon antilengket. Iya, semua yang sudah saya sebutkan tadi jaminan wajan nggak lengket, cincai lah. Tinggal pilih aja yang sesuai budget dan kebutuhan pemirsa sekalian. Saran saya sih, mendingan beli yang agak lebih mahal tapi awet kayak kejombloanmu.

BACA JUGA Kuis Mojok: Seberapa Dekat Dirimu dengan Urusan Dapur dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 10 November 2021 oleh

Tags: ilmu dapurKulinerpekerjaan domestikproduk rumah tanggarumah tanggatips belanjatips memasak
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO
Kuliner

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
sate taichan.MOJOK.CO
Catatan

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja

Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir

16 Februari 2026
Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
OAOT, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Muria, Kudus. MOJOK.CO

Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan

15 Februari 2026
Orang desa ogah bayar pajak motor (perpanjang STNK) di Samsat MOJOK.CO

Orang Desa Ogah Bayar Pajak Motor (Perpanjang STNK), Lebih Rela Motor Disita daripada Uang Hasil Kerja Tak “Disetor” ke Keluarga

19 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.