Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang (wikipedia.org)

Di tengah musim hujan yang tidak henti mengguyur Jogja, saya dapat kiriman video meme dari seorang teman. Video itu merakam pengendara Supra X 125 yang membelah jalanan yang tergenang air setinggi foot step motor. Terlihat hanya pengendara itu yang berani melaju di tengah banjir. Kendaraan lain terekam menyaksikan kejadian itu dari pinggir. 

Video meme itu jelas mengundang respon dari banyak netizen. Mulai dari mengomentari alas kaki pengendara yang beda sebelah hingga membanggakan kualitas Supra. Teman saya, sebagai pengguna Supra X 125 sejak 16 tahun lalu jelas masuk jenis netizen yang bangga. Berkali-kali dia menyebut “Supra Bapak” dengan bangga. Sebutan di kalangan pencinta otomotif untuk menyebut motor Supra yang bakoh. 

Baca juga 5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak.

Tidak kapok memilih Supra X 125 jadi kendaraan pribadi

Teman saya tidak pernah menyesal sudah membeli Supra X 125. Kondisi motornya sekarang memang sudah tidak prima seperti dahulu, catnya mulai pudar dan suspensi mulai keras. Namun, semua keluhan itu masih sangat wajar mengingat usia motornya yang sudah mencapai dua digit.

Ada lebih banyak keunggulan Supra X 125 yang bisa diceritakan daripada cat dan suspensi kaku dimakan usia. Salah satu yang paling terasa adalah bahan bakarnya yang irit. Bayangkan saja, untuk mobilitas sehari-hari rumah ke kantor yang berjarak 10 km pulang pergi, dia hanya menghabiskan duit Rp40.000 untuk bensin. Irit kan? 

Belum lagi perawatannya yang gampang dan nggak mahal. Masih banyak tukang bengkel yang paham memperbaiki motor ini. Selain itu, sparepart-nya juga masih mudah didapat sehingga harganya nggak melambung di pasaran. 

Ada satu momentum lagi yang membuat kawan saya ini begitu bangga dan nggak nyesel sudah membeli Supra X 125 belasan tahun lalu. Dia pernah mudik Bali-Semarang tanpa halangan yang berarti. Benar-benar motor bandel yang pantas dijuluki “Supra Bapak”. 

“Supra bapak” menemani perjalanan Bali-Semarang 

Sudah banyak pengalaman yang teman saya lalui bersama Supra X 125. Ya bagaimana ya, motor ini menemaninya sejak SMA, kuliah, hingga bekerja. Namun, satu hal yang tidak pernah akan dilupa adalah perjalanan mudik dari Bali ke Semarang.

Perjalanan ini dia lakukan pada 2022 lalu. Dia menempuh Bali Semarang sejauh sekitar 630 km sendiri. Perjalanan dimulai pukul 04.00 WITA dari Canggu. Selama perjalanan dia hanya berhenti untuk makan dan isi bensin. Selebihnya, motor Supra dia pacu terus menerus di kecepatan sekitar 80-100 km per jam. Bahkan, teman saya pamer motornya sempat  mengimbangi kecepatan motor Megapro yang gagah itu. 

Tidak ada kendala berarti selama perjalanan. Ketika hujan deras menerpa, motor Supra X tetap melaju dengan mantap di jalanan. Bahkan, ketika melewati genangan air setinggi  foot step di Jombang sebelum masuk Probolinggo, “Supra bapak” terus melaju. Persis seperti video meme di atas, banjir semata kaki tidak menghalangi motor ini untuk mengaspal di jalanan. 

Perjalanan relatif lancar. Hanya ada sedikit kendala ketika ban dalam motornya bocor. Untung saja, pada waktu itu dia sedang berada di daerah pemukiman sehingga mudah menemukan bengkel. Selain itu, dia sempat berhenti sebentar untuk membenarkan rantai yang kendor. 

Baca juga Arogansi Plat Nomor B Terjadi Lagi di Jogja, Kali Ini Nekat Membuka Separator yang Sudah Ditutup Polisi karena Malas kena Macet.

Diiringi persiapan yang matang

Supra X 125 memang motor yang bakoh. Bahkan, menurut teman saya, motor ini salah satu motor terbaik yang pernah dirilis Honda. Itu mengapa, walau sudah berusia belas tahun, motor ini kuat diajak perjalanan sejauh ratusan kilometer. 

Akan tetapi, teman saya menekankan satu hal. Di balik performa Supra Bapak yang nggak kaleng-kaleng itu ada persiapan yang matang. Sebelum diajak berkendara Bali-Semarang, teman saya memastikan kondisi motornya benar-benar dalam keadaan prima. Dia cek semuanya di bengkel, mulai dari kelistrikan, oli, hingga tekanan udara dalam ban. 

Selain persiapan sebelum perjalanan jauh, Supra X miliknya memang dirawat dengan telaten. Teman saya tidak pernah absen servis rutin. Dia juga langsung memastikan ke bengkel kalau ada yang dirasakan janggal dengan kendaraannya. 

Begitulah pengalamannya bersama Supra X 125. Dengan nada bercanda dia meminjam quote dari film Sore: Istri dari Masa Depan, “Kalau aku harus mengulang kehidupan seribu kali pun, aku akan memilih Supra X 125.” Bahkan, saking berharga pengalaman bersama “Supra bapak”, dia berniat tidak akan menjual motor ini. Sekalipun besok rusak dan tidak bisa dikendarai, dia tetap akan menyimpannya. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Exit mobile version