Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Provinsi dengan Kualitas Udara dan Air Paling Jelek Setelah Jakarta

Audian Laili oleh Audian Laili
31 Juli 2019
A A
udara jakarta MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hasil sensor AirVisual menunjukkan udara Jakarta makin buruk di malam hari. Aktivitas yang terjadi di malam hari tersebut dipertanyakan: Hasil dari kegiatan apa?

Banyak foto bertebaran di media sosial menampakkan pemandangan gedung-gedung Jakarta yang agak tersamarkan. Mungkin sekilas ini terlihat seperti air embun. Namun, faktanya ini tidak semenyenangkan air embun segar dan dingin saat mengenai wajah. Wajah samar Jakarta tersebut dampak polusi udara yang masih saja dipertanyakan dan dicari asal-usulnya sama pemerintah.

Udara Jakarta sedang buruk-buruknya. Awal minggu ini bahkan kembali menempati peringkat pertama dunia untuk polusi udaranya. Sebuah thread di Twitter mengungkapkan kalau udara paling buruk di Jakarta bukan ketika banyak orang beraktivitas di pagi hingga sore hari. Justru, hal ini terjadi di tengah malam—saat masyarakat harusnya tengah beristirahat.

Pengamatan pergerakan udara yang tidak sehat tersebut disampaikan di sini.

Jam 22.00, jam 20.00, dan jam 19.00. Terlihat semakin malam udara semakin beracun. Saya kok curiga ada industri yang bekerja di malam hari, agar tidak ketahuan kalau emisi gas-nya meracuni udara. Bagaimana kementrian @KementerianLHK ? pic.twitter.com/u9mal5erMu

— Mantri Solar ⛽ (@Goestono) July 21, 2019

 

Dari pengamatan hasil sensor AirVisual, Agus Saptono memperkirakan kalau polusi udara Jakarta disebabkan pabrik-pabrik dengan “nakalnya” membuang gas-gas polusinya di malam hari. Seolah-olah itu adalah kondisi paling aman—baginya—karena nggak ada yang ngelihat.

Isu sudah direspons Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, Gubernur punya dugaan lain: polusi malam hari itu berkaitan dengan arus kendaraan berat yang baru lalu lalang di malam hari, melewati jalur tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Apalagi di rute itu ada kegiatan konstruksi dan perbaikan jalan yang menyebabkan kemacetan sehingga asap buangan kendaraan makin mencemari udara malam.

Polusi menjadi isu yang bikin panik warga Jakarta sepanjang Juli 2019, tecermin dari ekspresi mereka di media sosial. Bisa jadi karena ada bumbu sentimen Jakarta vs Luar Jakarta, netizen dari daerah lain seperti Surabaya dan Yogyakarta berlomba-lomba memamerkan kualitas udara di daerah mereka yang lebih bagus dari Jakarta.

Jika Anda salah satu di antara pengejek Jakarta, laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2017 yang diolah Beritagar ini perlu Anda baca.

Pertama, kualitas udara Jakarta memang yang terburuk di Indonesia, tapi di belakangnya mengekor Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung.

Kedua, ketika mengukur kualitas air, unsur alam yang sama pentingnya dengan udara, walau DKI Jakarta yang jadi juaranya, di belakangnya menyusul Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Banten.

Infografis indeks kualitas air dan udara di Indonesia olahan Beritagar.id.

Jadi, daripada sibuk mengolok-olok Jakarta, netizen luar Jakarta mending mulai memikirkan masalah air dan udara di wilayahnya masing-masing.

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2019 oleh

Tags: kualitas airpolusi udaraudara buruk Jakarta
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Kilas

Mengatasi Polusi Udara Jakarta Kok Cuma Pakai Lidah Mertua?

30 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.