Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Polda Riau Diserang Terduga Teroris, Empat Orang Pelaku Kabur

Redaksi oleh Redaksi
16 Mei 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Usai rentetan teror bom Surabaya, kali ini giliran Polda Riau yang diserang terduga teroris. Kabarnya, dari 8 pelaku, 4 di antaranya tewas ditembak, sedangkan 4 lainnya kabur.

Seolah belum cukup horor dan teror yang menyelimuti Indonesia sejak bom Surabaya tempo hari, kali ini berita penyerangan kepada polisi kembali menyeruak. Mapolda Riau dikabarkan mendapat serangan dari delapan orang misterius yang diduga teroris.

Rabu (16/5) pagi, sebuah mobil Avanza putih yang dikendarai delapan terduga teroris ini ditabrakkan pada pagar Mapolda Riau. Melalui serangan kedelapan orang ini, dua orang polisi terkena sabetan senjata tajam di kepala dan tangan. Berdasarkan informasi dari Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, kedua polisi ini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara itu, polisi lain akhirnya berhasil meringkus 4 orang pelaku, sementara 4 pelaku lainnya kabur. Menurut berita terakhir dari Detik.com, keempat terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan polisi ini dihentikan dengan cara ditembak mati. Lagi-lagi, Sunarto membenarkan berita ini.

“Empat orang tewas,” katanya.

Hingga tulisan ini diturunkan, olah TKP masih terus dilakukan, pun demikian dengan pemeriksaan mobil pelaku yang masih terparkir di samping Mapolda Riau. Karena diduga menyimpan bom, mobil ini diperiksa secara menyeluruh, hingga melibatkan Tim Gegana.

Kejadian penyerangan terhadap Polda Riau ibarat mimpi buruk dari beruntunnya serangan Surabaya. Pelaku-pelaku bertopeng turun keluar dari mobil, lalu segera membacok anggota polisi terdekat. Tak ayal, polisi yang berjaga segera melumpuhkan pelaku dengan timah panas.

Tragedi berdarah ini sekali lagi menyisakan luka dalam-dalam bagi Indonesia. Polisi tengah menjadi sasaran empuk beberapa pihak tak bertanggung jawab yang mencintai api, ledakan, hingga tajamnya senjata panjang. Entah kenapa, selalu saja ada yang punya nyali bertindak konyol seperti itu.

Tempo hari, kejadian serupa sempat ditakuti hadir di Mabes TNI AD Jalan Veteran, Sawah Besar, Jakarta Pusat, tepatnya pada hari Senin (14/5). Kala itu, sebuah sepeda motor diberitakan menabrak pagar Mabes TNI AD, menciptakan sedikit kekhawatiran atas penyerangan teroris.

Bedanya dengan penyerangan di Riau, penabrak pagar Mabes TNI AD tidak terbukti sebagai teroris—terduga pun tidak. Pasalnya, mereka hanya satu keluarga yang biasa saja, yang sedang mengejar kereta untuk pulang kampung ke Semarang. Saat itu, J (42), sang suami, tiba-tiba hilang keseimbangan ketika istrinya, A (32), menepuk bahunya untuk mengingatkan bahwa mereka telah salah mengambil jalan. Karena membawa dua tas ransel besar, J pun oleng hingga tidak sengaja menabrakkan motornya ke pagar Mabes TNI AD.

Mirisnya, kalau J dan A yang tidak sengaja menabrak pagar Mabes TNI AD itu berencana untuk pulang kampung menyambut bulan Ramadan dan bertemu keluarga, para terduga teroris yang menabrak pagar Mapolda Riau seolah-olah turut menyambut bulan Ramadan dengan cara yang sepenuhnya berbeda: bertemu kematian setelah merencakan kematian nyawa orang lain.

Mungkin, sesungguhnya mereka juga salah jalan. Bukan salah jalan untuk pergi ke stasiun kereta—tapi untuk bersikap selayaknya manusia.

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2018 oleh

Tags: bomMabes TNI ADMapoldaPolda Riauterorteroris
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

teroris sleman mojok.co
Hukum

Cerita Pak Dukuh Soal Penangkapan Terduga Teroris di Sleman

23 Januari 2023
serangan di istana presiden mojok.co
Kilas

Kumpulan Beberapa Serangan yang Pernah Mengancam Istana Presiden

26 Oktober 2022
jack harun mojok.co
Liputan

Saat Mantan Teroris Ubah Stigma di Masyarakat dengan Jualan Soto

10 Mei 2022
Klitih Bisa Diatasi Jika Kita Berani Menggolongkannya Sebagai Aksi Terorisme MOJOK.CO
Esai

Klitih Bisa Diatasi Jika Kita Berani Menggolongkannya Sebagai Aksi Terorisme

23 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan rusak di Taniwel, Maluku. MOJOK.CO

Ratusan Anak Sekolah di Kabupaten Seram Bagian Barat Dibiarkan Menderita dari Tahun ke Tahun oleh Maluku

30 Maret 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co

Mending Kerja di Bali daripada Jogja, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

30 Maret 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

1 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.