Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pengalaman Tertipu Lelaki Buaya Jenis Religius. Luar Alim, Dalam Tidak Lazim

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
2 Juni 2021
A A
ilustrasi Pengalaman Tertipu Lelaki Buaya Jenis Religius. Luar Alim, Dalam Tidak Lazim mojok.co

ilustrasi Pengalaman Tertipu Lelaki Buaya Jenis Religius. Luar Alim, Dalam Tidak Lazim mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di antara para lelaki buaya yang eksis di muka bumi ini, ada spesies jenis religius yang bikin momen patah hati terasa makin membagongkan.

Saya tahu, saya tahu. Mungkin sebagian orang sudah berprasangka saya orang yang nggak pro sama cowok alim, nggak sejalan dengan nilai religius, dan seolah-olah tidak menghormati nilai-nilai agama. Sayangnya, prasangka buruk macam ini pun tidak bisa menafikan bahwa lelaki buaya juga ada yang pakai kedok agama buat main-mainin hati wanita.

Tempo hari publik boleh jadi terkejut dengan figur publik yang bercerai setelah kisah cinta mereka dulu dielu-elukan sebagai yang paling subhanallah. Sebut saja Alvin Faiz dan Larissa Chou, memang nama sebenarnya. Si cowok alim banget, putra seseorang yang terkenal, sedangkan si cewek adalah seorang mualaf yang siap dibimbing menuju jannah. Aiiih, kedengaran romantis banget, padahal usia mereka saat menikah tergolong sangat muda. Saya di usia mereka masih ngutang Indomie telor di kantin kampus. 

Sebagai orang yang pernah jadi korban lelaki buaya tipe religius, saya akui saya agak ngawur karena skeptis dengan cerita cinta macam ini. Media mainstream, akun gosip, sampai acara bincang-bincang televisi boleh jadi punya bahan buat naikin rating dengan kisah cinta religius macam ini, sayangnya korban-korban buaya soleh mungkin sudah mode siaga satu lihat beginian. Kisah Alvin Faiz dan Larissa Chou adalah satu dari sekian banyak narasi membagongkan yang pernah beredar di publik.

Tidak semua lelaki agamis itu buaya darat dan saya yakin masih ada jenis-jenis cinta yang dibalut dengan romantisme agama secara benar. Tapi, kok ya ndilalah apa yang menimpa saya itu bagian ngehenya. Sampai sekarang saya bahkan mulai trauma kalau dengar gombal-gombalan semacam, “Aku mencintaimu karena Allah”, “Love you till jannah”, “Kamu adalah jawaban istikhorohku”, dst. dst.. Dahlah nggak usah ngeluarin kata-kata manis, tindakan yang nyata aja, Brokkk!

Saya memang pernah dekat dengan cowok alim, anak kiai, pinter ngaji, idaman mertua, top banget, terbaik di antara yang terbaik. Soal akhlak busuknya, jangan ditanya, beuhhh, hampir sama kayak cowok badboy yang melukai hati ciwi-ciwi populer SMA. Ya waktu itu saya bisa maklum karena sedang jatuh cinta. Lagian, cowok yang kelihatan religius juga manusia biasa kan. Wajar dong kalau nggak sempurna. Begitu isi kepala saya dulu.

Saya sih nggak mau membongkar secara detail kelakuan lelaki buaya jenis religius yang pernah saya temui ini, yakali malah jadi ajang bongkar aib. Intinya saya berakhir diselingkuhi dan hampir lima bulan bertahan menunggu si doi putus sama selingkuhannya. Kok saya mau digoblokin? Hmmm di sinilah letak keajaiban sebuah gombalan religius. Manipulatif di tengah cinta yang begitu naif.

Setelah terjerembab dalam hubungan toksik yang lumayan abussive, saya pun banting setir untuk mencari cowok biasa aja. Pokoknya nggak mau lagi masuk lubang buaya. Saya pun bertemu dengan seseorang yang walau kelihatannya ugal-ugalan, tapi secara akhlak doi lebih baik. Dunia ini kok penuh kejutan banget, sih. Walau ujungnya berakhir gagal maning-gagal maning, Son, setidaknya saya jadi belajar hal baru soal strategi marketing dan branding para lelaki buaya.

Tertipu lelaki buaya jenis religius membuat saya lebih hati-hati sama strategi marketing dan “kemasan” cowok zaman sekarang. Ya, kalaupun bungkusnya menjanjikan bukan berarti isinya sudah BPOM. Kadang, kemasan yang kelihatan fvckboi malah punya empati yang jauh lebih besar dan punya perlakuan yang menentramkan.

Ya tapi, hati-hati juga. Nggak sedikit cowok dengan kemasan ala kadarnya, tapi aslinya juga nggak ada bagus-bagusnya. Lelaki buaya tanpa modal justru lebih banyak daripada cowok religius yang lurus. Jika hidupmu sedang berada di tengah bahtera pencarian cinta, percayalah, nggak usah meletakkan ekspektasi apa pun terhadap siapa pun. Kisah asmaramu memang lebih yahud dinikmati sambil mengalir.

Teruntuk mas-mas religius di mana pun Anda berada, plis, tetaplah bersikap alim luar dalam. Gombal sama janji palsunya aja yang dikurang-kurangin.

BACA JUGA Menelaah Kegoblokan Netizen Sembrono yang Pakai Bio Ayat Suci dan artikel lainnya di POJOKAN. 

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2021 oleh

Tags: alvin faizcowok alimkisah cintalelaki buayareligius
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

ilustrasi Mengkritik Tren Hijab Jipon dengan 4 Argumen Mantap mojok.co
Pojokan

Mengkritik Tren Hijab Jipon dengan 4 Argumen Mantap

13 Oktober 2021
ilustasi Orang Indonesia Hobi Tanya Agama Artis. Konyol, tapi Kita Perlu Maklum Sesekali mojok.co
Pojokan

Orang Indonesia Hobi Tanya Agama Artis. Konyol, tapi Perlu Maklum Sesekali

21 September 2021
Aib Alvin Faiz Dibongkar Larissa Chou: Janji Pernikahan Itu Berat, Jangan Sembarangan MOJOK.CO
Pojokan

Aib Alvin Faiz Dibongkar Larissa Chou: Janji Pernikahan Itu Berat, Jangan Sembarangan

1 Juni 2021
Video

Kisah Cinta dan Perdagangan Gelap Antar Lansia

8 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
Layung Senja: meditasi melepas kepenatan di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang MOJOK.CO

Layung Senja: Meditasi Lepas Penat di Kawasan Candi Borobudur, Mendengar Suara Alam yang Kerap Terabaikan

15 Februari 2026
Geliat open bo di MiChat saat malam Valentine: pelampiasan lewat layanan "rasa pacar" MOJOK.CO

Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi

14 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.