ADVERTISEMENT

Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Tinggi, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati

Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Mending, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati Mojok.co

Tulisan sebelumnya tentang kekagetan pekerja Jakarta yang pindah ke Jogja mengundang banyak pembaca. Tulisan itu mengungkapkan kekagetan teman saya yang sudah bertahun-tahun kerja Jakarta pindah ke Jogja. Dia tidak menyangka, budaya pekewuh mengundang begitu memengaruhi cara kerjanya. 

Tentu tulisan tersebut tidak bermaksud membandingkan cara kerja mana yang lebih baik maupun buruk. Setiap tempat punya caranya sendiri-sendiri. Begitu pula dengan tulisan ini yang hanya ingin memotret kenyataan yang terjadi. Betapa besar penyesuaian yang harus dilakukan pekerja Jogja ketika pindah ke Jakarta. Bukan bermaksud menakut-nakuti, harapannya pembaca lebih siap ketika memutuskan pindah kerja dari Jogja ke Jakarta.  

Baca juga Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan.

Semua orang Jakarta seperti terburu-buru

Saya pernah kerja di Jakarta. Tapi, saya nggak berhak untuk berkomentar banyak karena kerjaan di Jakarta pada saat itu adalah yang pertama kalinya. Saya belum pernah kerja di Jogja sebelumnya, saya fresh graduate yang nekat langsung langsung merantau. 

Berbeda dengan kawan saya yang pernah kerja di Jogja dan akhirnya memutuskan merantau. Selain gaji yang lebih mending daripada di Jogja, dia ingin memperluas kesempatan dan pengalaman. Itu mengapa, merantau kerja di Jakarta jadi pilihan. 

Tentu banyak culture shock yang dia rasakan ketika pertama kali kerja di ibu kota. Namun, yang paling membekas adalah semua serba cepat. Kondisi ini memungkinkan karena teman saya memang bekerja di perusahaan yang besar. Dengan kata lain, semuanya sudah ada standarnya. Sehingga, ketika sudah mencapai tahap tertentu, pekerja sudah tahu apa yang perlu dilakukan setelahnya. 

Saat di Jogja, teman saya sebenarnya juga kerja di perusahaan yang sudah established. Namun, entah mengapa, dia merasa proses kerja di Jakarta lebih sat-set aja. 

Sebenarnya tidak hanya soal kerja. Hal ini juga terjadi di kehidupan sehari-hari orang Jakarta,  seperti ketika jalan, berkendara. Semua orang tampak seperti terburu-buru. 

Baca halaman selanjutnya: Lebih …

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2026 oleh .

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Exit mobile version