Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Nggak Percuma Kita Takut Bu Risma Marah, Kedisipilinannya soal Taman Diganjar Honoris Causa

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
2 Oktober 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak warga takut bikin Bu Risma marah gara-gara taman rusak. Kerennya, ketegasan beliau berbuah gelar doktor honoris causa dari Universitas Tongmyong, Busan, Korea Selatan.

“Bu Risma marah” agaknya menjadi sesuatu yang ditakuti kawula (“kawula” banget, nih, bahasanya???) muda di Surabaya. Setidaknya, ini tampak dari cuitan yang beredar di lini masa Twitter sebelum aksi #SurabayaMenggugat dilaksanakan.

Buat temen2 yg hari ini mau aksi di Surabaya.
TOLONG INGAT INI.
1. JANGAN RUSAK TAMAN.
2. JANGAN RUSAK TAMAN.
3. JANGAN RUSAK TAMAN.
~~
100.JANGAN RUSAK TAMAN

Lebih serem diamuk Bu Risma timbang negoro iki kacau.
Westalah..percoyo o@yeahmahasiswa

— Ebes (@firstarizki) September 25, 2019

“Lebih serem diamuk Bu Risma timbang negoro iki kacau,” demikian tulis pemilik akun. Pernyataannya ini sekaligus menutup pesan penting di sana, yaitu…

… Jangan. Rusak. Taman.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani, atau akrab disapa Bu Risma memang dikenal dengan sikap tegas dan disiplinnya. Berkaitan dengan taman, beliau diketahui pernah marah dan menegur panitia sebuah acara bagi-bagi es krim yang berujung dengan rusaknya Taman Bungkul di Kota Surabaya.

Kemarahan Risma bukan cuma sekali-dua kali terekam kamera. Beliau pernah menegur PNS yang bergurau saat apel pagi, pernah pula menegur mereka yang terlibat pungutan liar. Dan, percayalah, tipe kemarahan Bu Risma memang adalah kemarahan yang nggak ingin kamu alami.

Kegigihan Bu Risma untuk sesayang itu sama taman di Surabaya memang bukan setting-an belaka kayak kisah cintamu. Buktinya, atas pengabdiannya yang maksimal dalam hal tata ruang Kota Surabaya, Bu Risma diganjar gelar doktor honoris causa di bidang Arsitektur dari Universitas Tongmyong, Busan, Korea.

Seperti diterangkan oleh akun Twitter resmi Humas Kota Surabaya, pencapaian ini merupakan hasil kontribusi sang Wali Kota terhadap pembangunan Surabaya. Perlu kamu tahu pula, Bu Risma adalah Presiden UCLG ASPAC alias The United Cities and Local Governments Asia Pacific yang juga mengajak kota lain untuk terus berkembang.

Kalau menilik video marah-marah Bu Risma pada panitia pabrik es krim, rasanya sih sah-sah saja, mengingat nyatanya Surabaya perlu waktu kurang lebih 10 tahun untuk mengerjakan program ruang terbuka hijau (RTH) secara konsisten dan berkelanjutan. Apalagi, beliau sendiri menegaskan bahwa ruang terbuka memang menjadi prioritas dalam pembangunan Surabaya, yang hingga kini jumlahnya mencapai 30%.

“Batasan ruang terbuka publik perkotaan dalam disertasi saya yaitu taman umum dan taman di sepanjang tepi sungai. Keduanya dilihat dari perspektif kebutuhan masyarakat dan nilai sosial budaya,” tutur sang Wali Kota.

Pujian dan ucapan selamat lantas beredar dengan cepat dan dialamatkan pada Bu Risma. Secara tidak langsung, pencapaian ini menjadi bukti bahwa wajar-wajar saja mahasiswa dan rakyat Surabaya takut Bu Risma marah. Ya gimana, lah wong beliau segitu totalnya mencurahkan diri dalam program pembangunan kota Surabaya, kok. Memangnya kamu mau disemprot habis-habisan gara-gara “nggak sengaja” ngerusak taman?

Hih. Beneran, deh. Selain ngerusak hubungan orang lain, ngerusak taman di Surabaya juga wajib kamu hindari.

Tapi, yah, yang sukanya marah-marah dan tetap dicintai banyak orang itu memang cuma Bu Risma, kok. Selamat, ya, Bu!

Iklan

BACA JUGA Pengalaman Memandu Bu Risma Wali Kota Surabaya Saat Kunjungan ke Cina atau artikel Aprilia Kumala lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: #SurabayaMenggugatBu Rismagelar doktor HCmarahtamanWali Kota Surabaya
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah MOJOK.CO
Esai

Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

9 Januari 2026
Mengelola Rasa Marah untuk Hidup yang Lebih Bahagia | Semenjana Eps. 11
Video

Mengelola Rasa Marah untuk Hidup yang Lebih Bahagia | Semenjana Eps. 11

14 April 2025
15 Tanda Sebaiknya Kalian Segera Meninggalkan Surabaya MOJOK.CO
Esai

15 Alasan yang Menegaskan Bahwa Surabaya Bukan Lagi Tempat Tinggal Terbaik Bagimu. Segera Hengkang Detik Ini Juga

7 Juni 2024
taman pracima mojok.co
Kilas

Keren! Mangkunegara X Bangun Taman Pracima untuk Ruang Publik

9 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-42 sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif MOJOK.CO

BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

7 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.