Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menyarankan Pengangguran Kerja di Luar Negeri Itu selain Lucu, Juga Membuka Borok Sendiri

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
28 Juni 2025
A A
Menyarankan Pengangguran Kerja di Luar Negeri Itu selain Lucu, Juga Membuka Borok Sendiri

Menyarankan Pengangguran Kerja di Luar Negeri Itu selain Lucu, Juga Membuka Borok Sendiri

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Apa yang lebih lucu ketimbang 24? Bukan, bukan 25. Betul, saya mengambil referensi dari SpongeBob, tapi jawabannya kali ini bukan 25. Yaitu, menteri menyarankan pengangguran untuk kerja di luar negeri.

Menteri. Menyarankan. Pengangguran. Untuk. Kerja. Di. Luar. Negeri.

Hal tersebut disampaikan Menteri P2MI, Abdul Karding saat menghadiri peresmian Migrant Center di Gedung Prof. Soedarto UNDIP Semarang. Menurut beliau, dilansir dari Kompas, mencari kerja di luar negeri bisa mendorong penurunan pengangguran di Jawa Tengah.

Sepintas, saran tersebut masuk akal. Sepintas. Sebab kalau memang lowongan di dalam negeri sudah jarang, ya mau tak mau, cari di tempat lain. Kerja di luar negeri juga belakangan jadi tren, terlebih muncul gerakan #KaburAjaDulu di medsos.

Nah, tapi itulah salah satu masalahnya.

Apa yang disampaikan Menteri Karding itu jelas berlawanan dengan apa yang disampaikan oleh Bahlil pada Februari lalu. Menurutnya, WNI yang kerja di luar negeri itu diragukan nasionalismenya. Lho, terus gimana ini?

Tentu, kita nggak cuman sekali melihat komunikasi pejabat negeri yang kacau. Itu kayaknya nggak usah kita bahas. Sebab itu perkara kompetensi, itu urusannya presiden. Kita bahas yang lucu aja, nyaranin pengangguran kerja di luar negeri.

Meski sarannya terkesan masuk akal, selain pernyataannya berlawanan dengan Bahlil, ada hal lain yang fatal dari saran tersebut.

Brain drain

Kita jelas tak asing dengan istilah brain drain. Sederhananya, brain drain adalah pindahnya talenta hebat milik satu negara ke negara lain. Alasannya beragam. Ada yang karena keamanan, ada yang merasa bahwa negaranya tidak memberikan kesejahteraan, ada yang menganggap talentanya nggak kepake di negara tersebut. Apa pun alasannya, semua itu bahaya banget buat negara yang ditinggalin.

Makanya, perkara brain drain ini beneran jadi masalah yang diperhatikan serius di negara lain. Cuma, lucunya, di negara kita, kok malah seakan diberi karpet merah ya?

Kerja di luar negeri itu bisa dibilang salah satu gerbang brain drain. Orang memutuskan kerja untuk perusahaan negara lain itu pasti karena alasan kesejahteraan dan skill-nya kepake. Kalau negara sendiri nggak bisa ngasih kesejahteraan yang diharapkan dan memberi peluang kerja, ya artinya negaranya gagal.

Itulah efek paling mengerikan brain drain: pertanda bahwa negara tersebut gagal bahkan dalam hal paling dasar, yaitu kesempatan.

Makanya saya bingung waktu liat berita statement Menteri Karding ini muncul. Ini nggak main-main lho efeknya. Secara tak sadar, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa negara kepayahan dalam memberi lapangan kerja untuk rakyat, di mana itu adalah kewajiban negara.

Lebih-lebih, presiden kita sekarang beneran nggak seneng negara kita dibilang negara gagal. Tapi kalau ditunjukin kek gitu, gimana nggak mau berasumsi, coba?

Saran kerja di luar negeri itu membuka borok sendiri

Selain menunjukkan bahwa negara kepayahan dalam memberi lapangan kerja, apa yang disampaikan Menteri Karding, menurut saya, nggak sejalan sama yang Prabowo selama ini sampaikan.

Prabowo, dalam banyak kesempatan, selalu menyampaikan bahwa negara ini dalam keadaan aman-aman saja. Tidak ada yang perlu ditakutkan, dalam segi apa pun. Sekalipun realitas berkata sebaliknya, Prabowo selalu berusaha memberikan kesan bahwa segalanya under control.

Tapi, dengan saran kerja di luar negeri tersebut, terlebih untuk mengurangi pengangguran, artinya, justru membuat segala usaha Prabowo memberikan kesan aman ini jadi buyar. Setidaknya, rakyat jadi bertanya-tanya, kenapa Presiden dan Menteri punya dua pendapat yang berbeda tentang masalah pengangguran?

Yah, kita nggak sekali doang dikasih pernyataan unik nan membagongkan. Tapi yang jelas, kerja di luar negeri, mau tak mau, jadi opsi yang kelewat masuk akal untuk sekarang. Saya sih nggak menyarankan, cuman mau bilang, lapangan pekerjaan sekarang memang lagi ngeri banget.

Iklan

Dan makin ngeri setelah pernyataan ini muncul. Nggak tahu nih efeknya apa. Yang jelas, saatnya kita seduh kopi dan siapkan camilan. Sepertinya, ada drama yang bisa kita nikmati sambil mentertawakan nasib sendiri.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Rp40 Juta Ludes demi Bisa Kerja di Jepang, Sekadar Jadi Tukang Ngecat dan Pasang Genteng dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2025 oleh

Tags: brain drainkerja di luar negerimenteri karding
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Pilih jadi tukang cukur rambut rumahan dan barbershop saat teman sebaya kerja di luar negeri. Dicap pemalas tetangga, hidup berkecukupan malam dicurigai MOJOK.CO

Pilih Jadi Tukang Cukur Rumahan saat Teman Kerja di Luar Negeri: Dicap Pemalas Tetangga, Terlihat Berkecukupan Malah Dicurigai

22 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Pameran foto dalam Pesta Rakyat Jogja guna memeriahkan acara HUT ke-81 RI. MOJOK.CO

Potret Warga Jogja: Asyik “Pesta” Saat Pejabat sedang Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Agung

17 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.