Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kucing Persia Keluyuran Kok Diculik, Otak Kriminal Memang Meresahkan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
22 Agustus 2021
A A
Kucing Persia Keluyuran Kok Diculik, Otak Kriminial Memang Meresahkan MOJOK.CO

Kucing Persia Keluyuran Kok Diculik, Otak Kriminial Memang Meresahkan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Apa yang seharusnya dilakukan ketika melihat kucing persia di jalan? Ya diemin aja, jangan diculik. Jangan pelihara otak kriminal, dong.

Sabtu (21/8), dua pelaku penculikan kucing persia di Depok yang aksinya tertangkap kamera CCTV berhasil dibekuk polisi. Dua pelaku tindak kriminal tersebut ternyata masih kakak beradik.

Ketika melakukan penggeledahan di rumah pelaku, polisi mendapatkan barang bukti seekor kucing persia berwarna abu-abu hitam dan mulut warna putih. Sebuah lonceng merah terpasang di leher kucing tersebut. Polisi juga mengamankan motor Honda Beat putih yang digunakan untuk berakhir.

Di sini ada bagian penting yang perlu pembaca catat baik-baik: lonceng merah di leher kucing persia yang malang itu.

Ketika membaca tiga paragraf pembuka di atas, kita harusnya merasa “biasa saja”. Ada aksi kriminal, penangkapan pelaku, lalu penggeledahan. Biasa saja, karena memang begitu proses kejahatan terbongkar. Selesai sampai di sini? Tentu saja tidak.

Entah siapa yang memulai, berbagai kolom komentar di media sosial diwarnai oleh netizen-netizen aneh. Banyak yang merasa aksi kakak beradik itu bukan kejahatan. Alasannya? Karena kucing persia yang diculik sedang berada di luar rumah. Sungguh pemikiran yang “cemerlang”.

Masih ada komentar ajaib lainnya yang perlu kamu tahu. Bunyinya gini:

“Kelalaian seseorang berdampak pada hilangnya masa depan dua remaja.”

Sudah? Tunggu dulu. Masih ada:

“Siapa suruh kucingnya di luar ruangan, jangan salahin yang ngambil dia mana tahu itu punya siapa.”

Lucu banget komentarnya. Saking lucunya, saya sampai pengin nyentil biji mata mereka….

Nggak perlu pakai penjelasan UU atau KUHP, deh. Kita pakai saja logika dan nurani kita. Masih ada, kan?

Masih ingat lonceng merah di leher kucing persia malang itu? Kalau ada hewan yang lehernya dipakaikan lonceng, artinya hewan itu ada yang punya. Sepintar-pintarnya kucing persia, ya mana mungkin dia pakai kalung sendiri.

Pagi menjelang siang, setelah brunch pakai Royal Canin, seekor kucing persia udah siap mau CFD-an. Udah grooming dan wangi, kucing persia bernama Evelyn itu bingung menentukan mau pakai kalung dan kutek warna apa. Dia sih maunya yang natural aja biar nggak terlalu shinny.

Iklan

Setelah bingung memilih, Luna akhirnya pilih pakai kalung lonceng aja, yang warna merah. Dengan penuh percaya diri, dia megal-megol pergi CFD-an. Eh diculik….

Nggak gitu, dong….

Dengan satu kalung lonceng aja kita tahu kalau kucing persia itu ada yang punya. Jadi, mau dia jalan-jalan di luar rumah, surfing di Canggu, atau lagi judi mahyong di Macau, ya jangan diculik. Itu ada yang punya.

Gimana seharusnya sikap kita ketika melihat kucing persia lagi enak jalan-jalan di trotoar? Ya diemin aja! Gitu aja kok perlu dijelaskan. Dasar otak kriminal, nggak naik kelas pas TK, ya?

Kalau pakai logika kriminal kayak gitu, beha dan celana dalam yang dijemur di luar pagar boleh diambiil, dong? Kan di luar rumah dan nggak ketahuan siapa yang punya. Secara di beha dan celana dalam nggak dicantumkan nama pemilik. Kalau bisa beserta nomor telfon dan zodiaknya.

Kalau ada anak kecil lagi ngejar layangan, boleh diculik, dong? Ya kali ngejar layangan di ruang tamu. Kan si bocah nggak ketahuan “siapa yang punya”.

Nggak perlu sampai bandingin budaya Jepang sama Indonesia pas ada orang nemu dompet di jalan. Kalau di Jepang, dompetnya pasti diantar ke kantor polisi terdekat biar bisa dicari yang punya. Kalau di Indonesia? Dompetnya beralih hak milik sedangkan isinya lenyap, keculi duit, kalu ada.

Nggak perlu bandingin kayak gitu. Pakai saja logika. Kalau ada barang atau hewan, dalam hal ini kucing persia, ya jangan diculik. Itu obvious banget.

Satu hal lagi yang bikin kesel itu malah terjadi victim blaming. Pemilik kucing persia malah digoblok-goblokin. Misalnya pakai kalimat, “Siapa suruh…”, “Lagian, salah sendiri…”, “Dasar, mikir dong sebelum…” yang bisa dipakai di berbagai kondisi untuk memojokkan korban. Padahal cuma dalih aja buat membenarkan otak kriminal.

Terus, gimana kalau kejadian ada kucing persia atau kucing apa aja yang tiba-tiba datang ke rumah dan jadi sayang… eh betah?

Ya perlakukan kucing itu dengan baik. Kasih makan kalau memang mampu. Jangan lupa, pasang pengumuman “ditemukan kucing”. Bisa pasang poster atau lewat media sosial. Sertakan tanda pengenal di dalam pengumuman biar yang punya bisa tahu.

Iya, terdengar agak merepotkan. Yah, terkadang namanya kebaikan itu memang agak merepotkan. Lebih enak punya otak kriminal. Tapi, memang begitu seharunya jadi manusia yang berakal dan berbudi. Ada sedikit “pengorbanan” yang perlu dilakukan.

Tenang, menolong orang lain nggak bikin kamu sakit, kok. Malah bikin hatimu hangat ketika kucing persia yang tersesat bisa kembali ke pelukan pemiliknya. Jangan pelihara otak kriminal. Pelihara kucing persia aja. Bisa disayang-sayang.

BACA JUGA Kenapa Hidup Kucing Lebih Menyenangkan daripada Hidupmu? dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2021 oleh

Tags: Kriminalkucingkucing hilangkucing persiakucing raspenculikan
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kalau Bobby di Buku Karya Aurelie Mooremans Iblis, Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia MOJOK.CO
Esai

Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia

21 Januari 2026
Mayat Anak 7 Tahun di Temanggung Rupanya Korban Ritual Usir Genderuwo. Unpri. mojok.co
Aktual

Penemuan 5 Mayat di Unpri Medan, Awalnya Informasi dari Mahasiswa Kedokteran

13 Desember 2023
Lurah Maguwoharjo Tersangkut Kasus Mafia Tanah, Kini jadi Tahanan Kota MOJOK.CO
Kilas

Lurah Maguwoharjo Tersangkut Kasus Mafia Tanah, Kini Jadi Tahanan Kota

3 November 2023
Benarkah Agama Bisa Mencegah Bunuh Diri.MOJOK.CO
Kilas

Kasus Bunuh Diri Mahasiswa di Jogja, Pakar UGM Singgung Generasi Stroberi

10 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.