Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Gaji Fresh Graduate Minta Dibayar Tinggi, Mentang-Mentang Alumni UI Gitu?

Audian Laili oleh Audian Laili
24 Juli 2019
A A
Gaji Fresh Graduate Alumni UI, UGM. MOJOK.CO

Ilustrasi - Alumni Kampus Besar (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Soal gaji fresh graduate alumni UI yang minta dibayar tinggi, ya suka-suka dia. Lha wong itu standar yang dia hargai sendiri. Jarang loh, orang sanggup menentukan standarnya!

Diminta untuk memperkirakan standar gaji sebagai fresh graduate, memang nggak selalu mudah bagi setiap orang. Pasalnya, dalam “situasi kira-kira” yang sungguh absurd ini, kita berada dalam sebuah dilema besar. Berapa angka yang harus disebutkan kepada sang pemberi pekerjaan, yang tampak paling realistis untuk kesepekatan dua belah pihak.

Ada rasa sungkan kalau angka yang disebutkan terlalu besar. Takutnya, nanti malah dikira jadi anak fresh graduate yang belagu. Akan tetapi, kalau mau meletakkan angka yang kecil, kitanya juga nggak mau. Apalagi kalau di belakang tahu fakta, orang lain memperoleh gaji berkali-kali lipat di atas kita. Mana enak kerja kalau dipenuhi iri dan dengki karena gaji? Jadi, berapa sih, gaji fresh graduate?

Berada dalam kondisi yang serba salah untuk meletakkan standar gaji fresh graduate yang nggak punya pengalaman apa-apa ini, sungguh tidak mudah adanya. Oleh karena itu, saya malah mengapresiasi orang-orang yang sudah tahu standar dan kapasitasnya seperti ini.

https://twitter.com/tubirfess/status/1153667548094713857

Mungkin, seorang fresh graduate Universitas Indonesia ini memang betul-betul paham kapasitas dia. Khususnya sebagai sumber daya manusia yang akan dimanfaatkan “sebaik-baiknya” sama perusahaan yang sedang dia lamar. Jadi, sah-sah saja, kalau dia telah meletakkan target gaji di kepalanya—jika diterima di perusahaan tersebut.

Tentu saja, ini suka-suka dia, dong? Lha wong, dia sudah tahu caranya menghargai dirinya sendiri. Perlu diakui, ini kemampuan yang nggak dimiliki semua orang. Karena kebanyakan sih, pada sungkan kalau sudah ngomongin soal angka. Justru dengan kayak gini, dia menujukkan betul soal kepercayaan dirinya atas kemampuannya.

Mungkin angka 8 juta bagi kita-kita yang gajinya masih saja bertahan di atas UMR dikit ini, sudah cukup tinggi. Tapi bagi dia, bisa jadi itu angka yang biasa aja—dan bukan levelnya. Siapa tahu, angka segitu masih di bawah uang saku bulanan yang biasanya dia peroleh.

Ya mohon maaf, nih. Kan gaya hidup setiap orang itu beda-beda. Jadi, saya yakin, dia pasti sudah memperhitungkan betul pengeluaran setiap bulannya. Dari makan, tempat tinggal, transportasi, pulsa, dana sosial, hingga dana foya-foya. Sehingga, dia tahu berapa uang yang dia butuhkan.

Jadi, terserah dia juga mau menghargai dirinya sendiri berapa. Kalau memang dia ngerasa pantes digaji sesuai standar yang dia putuskan, ya nggak apa-apa. Tapi kalau perusahaan nggak bersedia untuk menggajinya sesuai dengan standarnya, ya juga nggak apa-apa. Lha wong ini kan proses negosiasi. Kalau nggak sepakat, ya nggak usah marah-marah. Apalagi sampai membanding-bandingkan dengan gaji fresh graduate kampus lain kayak gitu.

Kalau dia memang mangkel karena gaji fresh graduate yang ditawarkan cuma segitu doang, ngapain malah bawa-bawa kampus lain? Maksudnya gini, okelah dia memang sungguh membanggakan nama besar kampusnya dan menganggap almamaternya itu bisa memberikan kesempatan lebih baginya menjadi warga negara yang kaya raya. Tapi, nggak dengan cara membandingkan “kemampuan” fresh graduate kampus lain juga, kan?

Iya-iya, paham. Kalau situ lulusan sebuah kampus yang masuknya susah karena persaingan yang cukup ketat. Terus keluarnya juga susah lagi. Jadi rasanya pengin dianggap lebih, kan? Kayak merasa jadi bibit unggul yang harusnya memang betul-betul diunggulkan dan dieman-eman, gitu, kan? Pokoknya nggak bisalah disama-samain sama kampus lain apalagi soal besaran gaji fresh graduate nya.

Tapi ya, fyi aja. Yang namanya rezeki dan merasa cukup itu nggak selalu soal uang, loh. Lingkungan kerja yang nyaman, tuntutan kerja yang tidak terlalu menekan, dan teman-teman kerja yang nggak jahat di belakang—apalagi nggak beda-bedain pertemanan dari almamaternya, jadi suatu hal yang sering kali bukan prioritas. Tapi malah jadi investasi yang paripurna.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2019 oleh

Tags: alumni uifresh graduategaji
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
fresh graduate dari UNPAD kerja di Jakarta. MOJOK.CO
Liputan

Sering Ditolak Magang di Jakarta meski Bermodal Kampus Top, Ternyata “Life After Graduation” Memang Seberat Itu

28 Januari 2026
cerita fresh graduate magang di kemkomdigi dapat gaji magang layak. MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Fresh Graduate Magang di Instansi Pemerintah Kemkomdigi, Dapat Gaji Setara UMP tapi Harus Benar-benar Siap Kerja

23 Januari 2026
Gen Z fresh graduate lulusan UGM pilih bisnis jualan keris dan barang antik di Jogja MOJOK.CO
Ragam

Gen Z Lulusan UGM Pilih Jualan Keris, Tepis Gengsi dari Kesan Kuno dan Kerja Kantoran karena Omzet Puluhan Juta

11 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.