Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dokter Boyke, Pakar Sex Education Sejak Era Baby Boomer

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
23 November 2019
A A
dokter boyke seksologi tonight show sex education sperma mojok.co

dokter boyke seksologi tonight show sex education sperma mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalau ada gelar dokter paling terkenal di Indonesia, Dokter Boyke bersama Dokter Lula Kamal dan Dokter Ggi Fadly pasti jadi kampiunnya.

Jauh sebelum anak milenial menonton serial Netflix Sex Education yang dibintangi oleh Asa Butterfield, generasi baby boomer sudah mengenal Dokte Boyke di televisi. Dia adalah seorang seksolog yang sering diundang ke talkshow-talkshow untuk membicarakan perkara mantap-mantap. Doktor Boyke membantu setiap boomer mengenal tubuhnya sendiri. Saran-saran sang dokter apabila diikuti bisa membuat ranjang pasutri semakin hidup.

Belakangan, Dokter Boyke sering nongol di salah satu segmen Tonight Show, yaitu “Tonight’s Clinic”. Di sana, Dokter Boyke menjawab rasa penasaran penonton tentang mitos dan fakta seksual. Misalnya, perihal jenis kelamin calon anak yang konon ditentukan dari posisi. Padahal yang menentukan adalah kecebong albino alias sel sperma yang terbagi dua: sperma laki-laki dan sperma perempuan.

Sperma laki-laki berukuran kecil, gerakannya gesit kayak Suzuki Smash, dan menyukai suasana basa. Sementara sperma perempuan berukuran agak gede, gerakannya alon-alon asal klakson, dan menyukai suasana asam.

Jika ingin memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu, maka tiga bulan sebelumnya organ reproduksi mesti dikonfigurasi agar suasananya asam atau basa. Contoh, ingin anak perempuan, supaya organ intim jadi asam, maka ibunya perbanyak konsumsi daging-dagingan dan ayahnya mesti banyak makan sayur. Begitu sebaliknya jika ingin anak laki-laki.

Dari sini, kita tahu jika pendidikan seks bukan hanya tentang enak-enak, tapi juga perihal usaha memiliki anak. Atau malah usaha tidak memiliki anak alias KB.

Selain itu, Dokter Boyke sempat mengulas masalah kebersihan area organ reproduksi. Beliau tidak membahas kebersihan organ tunggal karena alat musik memang bukan bidangnya. Lagian kalau kotor, organ tunggal tinggal dibersihkan saja dengan cara dilap.

Sementara organ reproduksi perlu penanganan serius. Misalnya, organ reproduksi laki-laki yang perlu dikhitan supaya mencegah berbagai penyakit. Perempuan pun perlu merawat organ reproduksinya dari keputihan yang dapat menentukan kesuburan.

Terus rutin ganti celana dalam. Ini penting. Janganlah celana dalam khusus untuk hari Rabu masih dipakai sampai Minggu malam.

Dokter Boyke berpesan agar milenial punya pengetahuan cukup mengenai bab reproduksi ini. Jangan sampai dibodohi. Contohnya, seorang remaja putri yang mau-maunya diajak wik-wik oleh pacarnya. Modusnya, si cowok berpura-pura punya penyakit langka, yaitu kelebihan sel darah putih dan perlu rutin dikeluarkan dengan cara HB alias HS atawa hubungan suami-istri. Ya salam.

Generasi milenial belum punya ikon pendidikan seks seperti halnya boomer yang punya Dokter Boyke. Maka, Dokter Boyke harus long shift untuk mengedukasi para milenial. Supaya imbang antara edukasi dan hiburan, sang dokter mesti ditemani Vincent dan Desta yang kerap menimpali penjelasannya dengan lelucon. Plis KPI, yang ini jangan diganggu ya.

Otis Milburn sang konselor seks remaja di serial Netflix Sex Education belum cukup mengakomodir remaja Indonesia. Sebab Otis terlalu kebarat-baratan. Kadang nilai yang diperjuangkannya bertentangan dengan kearifan lokal negeri ini yang masih menjunjung tinggi budaya ketimuran.

Sementara Bima dan Dara di film Dua Garis Biru menjadi preseden buruk yang perlu dihindari para remaja. Bahwa jika tidak hati-hati, seks bisa menghancurkan hidup.

BACA JUGA Pengetahuan Seks itu Perlu, Berpengalaman dengan Seks? Ya, Belum Tentu atau pengetahuan lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2019 oleh

Tags: dr. boykeseksologiTonight Show
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Pojokan

Bertahan Hidup Jarang Mandi Meski Kamu Bukan Anya Geraldine

17 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.