Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Apa yang Mungkin Dewa Budjana Rasakan di Bulan Ramadan

Budjana hanya absen dari album religi Gigi pada tahun 2015, pun dengan alasan ia harus menyelesaikan project-nya di Amerika Serikat.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
18 April 2018
A A
Apa yang Mungkin Dewa Budjana Rasakan di Bulan Ramadan MOJOK.CO

Apa yang Mungkin Dewa Budjana Rasakan di Bulan Ramadan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Toleransi yang ditunjukkan oleh Dewa Budjana sungguh luar biasa. Meski beragama Hindu, ia nyaris tak pernah absen dari semua album religi Islami yang dikeluarkan oleh band Gigi ketika Ramadan. 

Menilik antusiasme yang tinggi atas datangnya bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari, pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana perasaan mereka-mereka yang sebenarnya tidak merayakan datangnya bulan puasa, tapi harus berada di tengah-tengah pejuang puasa? Atau, secara sederhana, pernahkah kamu terpikir akan perasaan…

…Dewa Budjana???

*jeng jeng jeng*

Ya, Dewa Budjana yang itu, Teman-Teman, yang merupakan gitaris andalan Gigi. Saking andalannya, saat Gigi memutuskan untuk mengeluarkan album religi, Dewa Budjana pun turut serta dengan gitarnya. Tercatat, Budjana hanya absen dari album religi Gigi pada tahun 2015, pun dengan alasan ia harus menyelesaikan project-nya di Amerika Serikat. Di tahun 2017, ia kembali bergabung dengan Gigi saat merilis album religi berjudul Setia Bersama Menyayangi dan Mencintai.  Yang menjadikannya menarik, Dewa Budjana adalah satu-satunya orang dalam Gigi yang bukan beragama Islam. Diketahui, ia memeluk agama Hindu!

Lantas kira-kira, apa yang sebenarnya dirasakan dan dipikirkan oleh Dewa Budjana setiap kali bulan Ramadan datang, yang berarti Gigi akan lebih sering tampil dengan lagu-lagu religi?

Pertama, sebagai sahabat dari personel Gigi lainnya, ada sekitar 40% kemungkinan ia merasa senang. Setelah berkecimpung di dunia musik bersama Gigi selama lebih dari 23 tahun, sudah tentu Dewa Budjana turut senang ketika melihat teman-temannya berpuasa.

Dalam suatu kesempatan, Armand Maulana berkata, “Saya lemas (saat sedang puasa), tapi melihat Budjana yang non-Muslim dan bertoleransi (dengan) nggak makan di depan kita, gue jadi semangat.”

Padahal nih, ya, bisa aja saat itu Dewa Budjana lagi laper-lapernya, tapi nggak bisa beli makanan karena—misalnya—katering band Gigi off selama Ramadan. Atau, bisa jadi, doski mau beli makan, tapi semua warung makan di dekat basecamp Gigi pada tutup siang-siang. Lagi pula, seluruh penjual makanan di sekitar mereka pun sudah telanjur terpikat pada Dewa Budjana yang “ikut-lagu-religi-Gigi-meskipun-bukan-Islam”, jadi mereka nggak repot-repot bertanya apakah ia sudah makan.

Bayangkan, kalau itu terjadi: Dewa Budjana pasti bakal berdebar-debar harus menghadapi kelaparan yang tidak direncanakan tapi bisa muncul sewaktu-waktu itu :((((

Kedua, sebagai sahabat dekat dari Armand Maulana, ada sekitar 20% kemungkinan Dewa Budjana akan merasa khawatir. Kenapa?

Seperti yang kita ketahui, Armand Maulana dikenal dengan aksi panggungnya yang “pecicilan” dan berenergi. Melalui lagu-lagu religi yang diharapkan musiknya lebih slow dan santai, Dewa Budjana mungkin membayangkan aksi panggung Armand akan jadi lebih kalem, seperti dirinya.

Namun, beberapa lagu religi tetap dihasilkan dengan konsep “sangat-Gigi”, seperti lagu Pintu Sorga dan Beribadah, Yok!. Lagi-lagi, Armand Maulana yang sudah tidak muda-muda amat ini pun akan kembali beraksi dengan penuh energi. Sebagai sahabat baik Armand yang bahkan disebut-sebut oleh Dewi Gita (istri Armand) sebagai orang yang lebih sering tidur dengan Armand, sangat wajar jika ia merasa was-was melihat liukan-liukan berbahaya Armand Maulana saat manggung.

Ketiga, 15% hati Dewa Budjana mungkin saja merasa bingung. Setiap kali Gigi merilis lagu religi dan tampil secara live, mereka sering memakai baju koko yang memang kental dengan nuansa Islami. Kalau personel Gigi lainnya bisa mengenakan baju koko ini kembali untuk salat Jumat, salat Tarawih, atau salat Id, bagaimana dengan Dewa Budjana? Pada kesempatan apa lagi ia harus memakai baju barunya ini? Kondangan? Rilis album reguler baru? Jalan-jalan ke mal? Berobat? Atau apa? Apakah ia harus menunggu sampai tahun berikutnya ketika Gigi merilis album religi baru untuk bisa kembali mengenakan baju kokonya? Gitu?

Iklan

Keempat, sebagai seorang musisi, mungkin juga 15% dari jiwa Dewa Budjana ingin memiliki album religi yang sesuai dengan keyakinannya, bersama dengan Gigi. Sebagaimana yang telah disebutkan, ia adalah seorang pemeluk agama Hindu. Nah, kalau Islam memiliki Idul Fitri, Hindu memiliki… Hari Raya Nyepi.

Padahal, dalam hari raya Nyepi, tentu kita diharapkan untuk tidak berisik, Teman-Teman.

Quick fact: Meski begitu, Budjana ternyata pernah mengaransemen lagu tentang Nyepi yang dinyanyikan oleh Ocha. Lagu ini berkisah tentang Tahun Baru Saka dan Nyepi.

Kelima, sisa 10% dari kemungkinan perasaan Dewa Budjana ini adalah ia pasti sadar harus menjaga jarak dengan Gigi. Bagaimanapun, Gigi toh sudah menikah dengan Raffi Ahmad…

Eh, salah Gigi itu mah!

BACA JUGA Makna Damai dan Toleransi Bukan Sekadar Tak Ada Konflik dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2021 oleh

Tags: album religibandbulan ramadanDewa Budjanagigipintu sorgaRamadantoleransi beragama
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO
Sehari-hari

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan
Catatan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Salat tarawih 8 rakaat di masjid 23 rakaat. Siasat mengejar sunnah di tengah lelah MOJOK.CO
Sehari-hari

Tarawih 8 Rakaat di Masjid yang Jemaahnya 23 Rakaat, Ganggu karena Pulang Dulu tapi Jadi Siasat Mengejar Sunnah di Tengah Lelah

19 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.