Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Begini Rasanya Kebanjiran Mensen Hanya Karena Kamu Bernama Agus

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
22 Oktober 2018
A A
Begini Rasanya Kebanjiran Mensen Hanya Karena Kamu Bernama Agus

Begini Rasanya Kebanjiran Mensen Hanya Karena Kamu Bernama Agus

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai seorang anak yang baik, saya tentu saja merasa senang dan bangga dengan nama yang diberikan oleh orangtua saya. Agus Mulyadi. Tak ada filosofi ndakik-ndakik dari pemberian nama ini. Filosofi yang ada hanyalah filosofi sederhana. Agus berasal dari Agustus yang merupakan bulan kelahiran saya. Sedangkan Mulyadi merupakan akronim maksa dari mulia abadi.

Nama Agus Mulyadi, tentu saja adalah nama yang pasaran. Saking pasarannya, dulu saat penerimaan siswa di SMA, ada siswa lain yang namanya juga Agus Mulyadi, sehingga saat pembagian kelas, kami berdua terpaksa suit untuk menentukan pembagian kelas kami.

Dalam ranah profesional, Agus Mulyadi juga nama yang pasaran. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi namanya Agus Mulyadi. VP Sales and Marketing Telkomsel Jabotabek-Jabar namanya Agus Mulyadi. Eksekutif Produser (atau Manager Newstainment?) Metro TV namanya Agus Mulyadi.

Wis lah, pokoknya banyak orang yang namanya Agus Mulyadi.

Nama lengkap saja sudah menjadi nama yang begitu pasaran. Apalagi nama panggilan saya, Agus, tentu saja jauh lebih pasaran.

Agus, boleh jadi adalah salah satu nama paling best seller di Indonesia. Dalam segi jumlah, nama Agus mungkin hanya kalah dari nama “Muhammad”. Di Indonesia, rasanya setiap RT minimal pasti ada satu warga yang bernama Agus.

Nama yang pasaran ini sedikit banyak mempengaruhi pergaulan dunia per-sosmed-an saya.

Sudah tak terhitung berapa kali saya dimensen hanya karena nama saya yang Agus itu. Pada titik tertentu, itu cukup menyenangkan, sebab artinya saya cukup dikenal dalam pergaulan dunia maya saya. Namun pada titik yang jauh lebih banyak, itu sangat menyebalkan bagi saya, utamanya jika hal tersebut terjadi berulang-ulang kali.

Saya masih ingat jelas banjir mensen pertama yang saya dapatkan karena saya bernama Agus, momen itu terjadi saat booming pemberitaan soal warung bakso Agus. Warung bakso tersebut diberitakan oleh banyak media karena berpromosi dengan cara menggratiskan baksonya untuk seluruh pengunjung yang punya nama Agus.

Ndilalah, pemberitaan soal bakso Agus itu ternyata sangat meluas. Ia diliput oleh banyak media. Maka, jadilah berita soal bakso itu sampai juga di tangan kawan-kawan saya.

Hasilnya sudah dapat diduga, akun sosmed saya penuh dengan mensenan status soal warung bakso tersebut.

Kali kedua akun media sosial saya banjir mensen adalah waktu muncul komunitas Agus-Agus Bersaudara Indonesia. Itu adalah semacam komunitas untuk orang-orang yang punya nama berunsur Agus.

Nah, bajangkrek setan alas, ternyata pendiri komunitas ini namanya adalah Agus Mulyadi, dan bajangkrek lagi, panggilannya ternyata juga Gus Mul, sama persis seperti panggilan saya.

Maka, ketika informasi soal pemberitaan komunitas ini muncul di berbagai media, saya langsung saja kebanjiran mensen dan pertanyaan dari banyak orang yang bertanya soal komunitas Agus-Agus Bersaudara.

Iklan

“Mas, apa benar sampeyan yang mendirikan komunitas Agus-Agus bersaudara ini? Bagaimana caranya untuk bergabung, Mas?”

Bedebah.

Kali ketiga adalah saat Denny Siregar memposting sebuah meme bertuliskan “Ngaku aja, kamu pasti pernah punya temen namanya Agus”. Meme tersebut ternyata dibagikan oleh banyak orang. Dan jelas, saya langsug menjadi bulan-bulanan.

Kali keempat adalah saat Agus Harimurti Yudhoyono maju sebagai calon Gubernur DKI. Saat itu, hampir tiap kali ada berita soal dia, akun Twitter saya, @AgusMagelangan selalu saja mendapatkan mensen, entah dari siapa, hanya karena nama kami sama-sama Agus.

Kali kelima, dan selalu berulang setiap tahun adalah tiap kali memasuki masa peringatan hari ulang tahun Indonesia pada bulan Agustus. Pada bulan Agustus, banyak sekali promo-promo rumah makan, tempat cukur, sampai tempat wisata yang menggratiskan produknya untuk siapa saja yang bernama Agus.

Untuk yang satu ini, mensen yang saya dapat ngaudubillah setan buanyaknya.

Nah, yang paling saya ingat, dan paling membuat saya cukup jengkel adalah saat muncul othak-athik gathuk beberapa kasus pembunuhan dan kekerasan yang kebetulan tersangkanya bernama Agus.

Dulu tersangka pembunuh Angeline namanya Agus. Lalu tersangka pembunuh bocah dalam kardus namanya Agus. Tersangka kasus mutilasi Nuri namanya Agus. Kemudian tersangka pembunuhan mahasiswi UGM beberapa waktu yang lalu namanya juga Agus.

Othak-athik tersangka pembunuhan bernama Agus itu kemudian disempurnakan saat pengumuman kepolisian tentang nama tersangka penusukan dua anggota Brimob di masjid Falatehan yang ternyata bernama Mulyadi.

Lengkap sudah.

Ah, kalau sudah begini, tiap kali ada momen atau insiden yang melibatkan nama Agus, ingin sekali rasanya saya berganti nama sejenak, entah jadi Rajaratnam, Samidi, atau Eto’o sekalian.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: agusmedia sosialnamatwitter
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial MOJOK.CO
Kilas

Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial

9 September 2023
MISI MULIA ELON MUSK MENGURANGI KONTEN CABUL DI TWITTER!
Video

Misi Mulia Elon Musk Mengurangi Konten Cabul Di Twitter!

2 Agustus 2023
Logo Twitter Ganti X: Langkah Sinting dari Elon Musk MOJOK.CO
Konter

Logo Twitter Ganti X: Langkah Awal dari Orang Sinting Bernama Elon Musk Menciptakan Aplikasi Super

25 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.