Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Alasan Bagi-Bagi Kaus Putih Polos untuk Simpatisan Politik di CFD

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
7 Mei 2018
A A
Bagi-Bagi-kaos-CFD-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemprov DKI Jakarta membagikan kaus putih polos kepada simpatisan politik untuk menghindari aksi berbau politis di CFD Jakarta Pusat. Tapi kira-kira, kenapa harus kaus putih, ya?

Setelah santer terdengar soal rencana aksi deklarasi #2019GantiPresiden di Patung Arjuna Wiwaha yang merupakan daerah CFD (car free day) di Jakarta Pusat, pemerintah Jakarta segera mempersiapkan “aksi tandingan” dalam rangka menghalau aksi tersebut. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Sandiaga Uno, wakil gubernur DKI Jakarta, telah menekankan bahwa acara aksi deklarasi berbau politik adalah kegiatan yang melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor.

Berangkat dari pernyataan tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, melalui Satpol PP yang bertugas di CFD tanggal 6 Mei 2018, membagikan kaus putih polos kepada para simpatisan yang diketahui memakai atribut bernuansa politik di lingkungan CFD. Hal ini pun telah dibenarkan oleh Sandiaga Uno.

“Jadi kita rapat bersama komite inteligen daerah. Kami bersama Kabinda (Kepala BIN Daerah) berdiskusi bagaimana caranya mengurangi eskalasi dan intensitas gesekan atau friksi karena car free day itu harus bebas dari politik.”

Ya, demi mengurangi eskalasi dan intensitas gesekan atau friksi itulah kaus putih polos lahir menjadi jawaban. Bukan hanya pada mereka-mereka yang datang dengan kaus bertuliskan tagar 2019 Ganti Presiden, kaus putih polos ini juga ditujukan bagi siapa saja yang menggunakan tagar pihak sebaliknya. Pokoknya, apapun yang berbau politik!

Meski bertujuan untuk menetralkan keadaan, hal ini tetap memunculkan pro dan kontranya sendiri. Padahal, besar kemungkinan, Pemprov DKI Jakarta memiliki tujuan-tujuan baik atas dibagikannya kaus putih polos ini. Nggak percaya? Mari kita bahas satu per satu.

Pertama, menurut penelitian ilmiah dari Nottingham Trent University yang berlokasi di Inggris, kaus putih polos bisa membuatmu tampak lebih ganteng.

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Bahkan, lebih ganteng 12 persen.

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Dalam penelitian ini, kaus putih polos dipercaya mampu menghasilkan kesan bahu yang lebar dan pinggang yang lebih kecil sehingga V-shaped body lebih terlihat. Bentuk badan inilah yang disebut-sebut sangat maskulin dan meningkatkan “kegantengan” penggunanya.

Tidak hanya pada pria, efek ini konon juga muncul pada para wanita. Dengan tampilan yang terlihat lebih menarik, melalui cara ini, Pemprov DKI Jakarta telah berpotensi besar membantu mengatasi permasalahan warganya: kejomloan.

Kedua, adanya pembagian kaus putih polos ini bisa berujung pada dibukanya lapangan kerja baru.

Seandainya masyarakat tetap ngeyel dan selalu datang ke CFD dengan baju bernuansa politik, tentu Satpol PP akan terus membagikan kaus putih polos ini. Lalu, bagaimana jika stok 5 karung kaus putih polos langsung ludes tak bersisa? Bagaimana jika seluruh kaus putih polos di Jakarta habis karena simpatisan yang berdatangan setiap kali CFD diadakan???

Iklan

Di sinilah peran Pemprov DKI Jakarta yang lain: membuka lapangan pekerjaan pembuatan/penjahitan kaus putih polos. Mereka-mereka yang masih menjadi pengangguran dan ingin merasakan sensasi bekerja langsung di bawah Pemprov tentu bisa mencoba bergabung. Kelak, perusahaan kaus ini pun bisa diberi nama semacam PT Kaus Putih Polos untuk Peserta CFD. Solutif!

Ketiga, Pemprov DKI Jakarta mungkin saja tengah mendukung program JKT48 re-boost.

Seperti yang telah diketahui, Melody Laksani tidak lagi bergabung dengan JKT48 sebagai member. Sebagai gantinya, ia kini menjabat posisi General Manager (GM) JKT48 dan mencanangkan program JKT48 re-boost demi mendongkrak kembali nama JKT48 yang kini agak redup. Karena “JKT” dalam nama JKT48 adalah singkatan untuk “Jakarta”, bukan tidak mungkin jika kini Pemprov tengah membantu JKT48 membangun kejayaannya kembali.

Selepas dibagikan kaus, para simpatisan disarankan mendengar lagu JKT48 yang berjudul Shiroi Shirt (Baju Putih). Dari liriknya, kita semua pun akan mengerti semangat-semangat macam apa yang ditawarkan oleh sebuah pakaian berwarna putih.

Pakai baju putih, perasaan baru

Kesedihan dan kesulitan, ayo kita cuci~

atau…

Pakai baju putih, dengan bau mentari~

Terlahir lagi, saat itu,dirimu yang baru~

Mantap!!!

Terakhir, alasan Pemprov DKI Jakarta memberikan kaus putih polos tentu saja karena kaus seperti ini sangat fleksibel. Mau dipadukan dengan celana jeans? Bisa. Mau pakai rok? Bisa. Plus, kaus ini memang simpel tapi tetap elegan dan menarik—sungguh memenuhi kriteria pakaian-pakaian idaman.

Bahkan, kaus putih polos juga akan memudahkan kita semua untuk memberi tambahan sablon, misalnya jika kita ingin menambahnya dengan tulisan seperti #2019GantiPresiden atau #DiaSibukKerja.

Eh.

Kok ujung-ujungnya ke situ lagi???!!

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2018 oleh

Tags: #diasibukkerjacar free dayCFDJKT48kaoskaus putih polosPemprov DKI JakartaSandiaga Uno. 2019GantiPresidensatpol pp
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

BELAJAR NOISE DARI SEORANG WOTA
Video

Belajar Noise dari Seorang Wota

31 Januari 2023
Minuman keras dirasia kepala satpol PP perempuan pertama di Sleman Yogyakarta
Sosok

Kepala Satpol PP Perempuan Pertama di DIY Cerita Urus Holywings hingga Bikini Party

28 Desember 2022
Mu Kalah Hingga Jkt48 Rayakan 10 Tahun Dengan Hadirkan 122 Member!
Video

MU Kalah hingga Jkt48 Rayakan 10 Tahun dengan Hadirkan 122 Member!

10 Agustus 2022
Dagadu
Kilas

28 Tahun Berjuang Mati-matian Melawan Pembajakan, Dagadu Akan Melucu Lagi

1 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Kuliah Scam Itu Omongan Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

Kuliah Scam Itu Omongan Orang Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

8 Januari 2026
Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.