Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
11 Februari 2026
A A
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kopi klotok, kuliner Jogja yang dulu sangat bersahaja

Saya resmi menjadi redaktur Mojok pada 2018. Sepulangnya dari Jakarta, saya berkantor di daerah Mbesi, Jalan Kaliurang kilometer 13. Salah satu kesukaan kami waktu itu adalah ngopi pagi di Kopi Klotok, daerah pakem. Saat budaya “ngopag” belum sepopuler sekarang, kami sudah melakukannya di Kopi Klotok.

Kru Mojok generasi 2017/2018 cukup sering menghabiskan waktu di salah satu titik kuliner Jogja paling hype saat ini. Cukup secangkir kopi, air putih, dan pisang goreng. Kami ngopi pagi dari pukul 7:30 sampai sekitar pukul 10. Kami anggap ini sebagai pemanasan sebelum bekerja.

Iklan

Namun, seiring waktu, dan kalian para pembaca pasti tahu, Kopi Klotok menjadi begitu istimewa. Kekuatan media sosial menjadi salah satu pemicu ramainya Kopi Klotok. Seakan-akan, kalau belum ikut mengantre di Kopi Klotok, belum sah dan paripurna menikmati kuliner Jogja.

Sekarang, warga lokal saja rada enggan kalau diajak ke Kopi Klotok. Malas dengan antre adalah alasan pertama. Dan kini, soal harga, menjadi alasan kedua. Kuliner Jogja satu ini tak lagi bersahaja. Ia menjadi objek wisata dengan harga dan vibes khusus. Seakan-akan, dan sekali lagi, kalau mau berkunjung harus punya alasan tertentu.

Baca juga Kopi Joss Lik Man dan Rasa yang Dirindukan

Gudeg, kuliner Jogja yang bisa memancing perdebatan

Inilah kuliner Jogja yang, menurut saya, paling bisa memancing perdebatan. Tema besarnya adalah, apakah gudeg memang makanan mahal?

Kita semua tahu kalau gudeg awalnya kuliner rakyat jelata. Lantaran tidak mampu membeli daging, rakyat zaman dulu mengolah nangka muda sebagai gantinya. Sudah begitu, gudeg adalah makanan yang awet. Oleh sebab itu, rakyat jelata zaman dulu bisa berhemat.

Namun, seiring zaman, gudeg menjadi kuliner Jogja yang eksotis. Semua kalangan, termasuk papan atas, menjadikannya santapan. Dan, wisatawan menyematkan label “oleh-oleh khas”. Maka, secara otomatis, gudeg menjadi kuliner Jogja yang naik kelas. Baik dari sisi bahan, sampai harga. Kalau gudeg premium, pasti mahal. Begitu adanya.

Begitulah, gudeg tak lagi merakyat. Apalagi setelah muncul cluster premium. Apalagi sekarang sudah ada gudeg kalengan juga. 

Begitula, tiga titik kuliner Jogja yang tak lagi merakyat. Ia menjadi konsumsi kelas tertentu dan hanya bisa dinikmati di kondisi tertentu. Seiring zaman, terkadang, rakyat jelata akan kehilangan banyak hal. Salah satunya soal kuliner yang sebelumnya menjadi eskapisme mereka terhadap terjalnya kehidupan.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Rizky Prasetya

Iklan

BACA JUGA Selain Terlalu Manis, Gudeg Jogja Dijauhi karena Mahal, Padahal (Seharusnya) Murah dan Masih Makanan Rakyat dan artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: angkringan kopi josgudegGudeg JogjaJogjakopi josKopi KlotokKulinerKuliner Jogjarekomendasi kulinerrekomendasi kuliner Jogja
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026
Pameran foto dalam Pesta Rakyat Jogja guna memeriahkan acara HUT ke-81 RI. MOJOK.CO

Asyiknya Warga Jogja, Pesta Sendiri Saat Pejabat Upacara HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah MOJOK.CO

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah

12 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026
ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.