Value for money Innova Zenix yang bikin ginjal tersayat
Keresahan ini akan terasa makin menyayat ginjal jika kita membedah Innova Zenix menggunakan kalkulasi value for money ala menteri keuangan dapur rumah tangga. Tahukah Anda berapa mahar yang harus ditebus untuk memboyong Innova Zenix Hybrid tipe Q ke garasi rumah?
Harganya nangkring dengan sangat arogan di angka Rp600 juta lebih! Enam ratus juta, Ya Rabb!
Mari kita konversikan nominal gaib tak beradab tersebut ke dalam satuan ekonomi riil kearifan lokal ibu-ibu agar urat nadi kita sama-sama menegang. Uang Rp600 juta itu sudah setara dengan biaya daftar ONH Plus untuk naik haji suami istri tanpa perlu antre puluhan tahun!
Kalau properti, sudah cukup untuk renovasi total rumah subsidi menjadi dua lantai. Kamu bahkan masih punya sisa untuk tabungan kurban sapi limosin selama 10 tahun berturut-turut!
Kalau buat pendidikan? Mahar Innova Zenix bisa buat melunasi SPP dan uang gedung SDIT elite sampai mereka lulus jadi sarjana kedokteran! Membakar uang setara biaya pendidikan anak dan keselamatan akhirat hanya untuk membeli seonggok besi berpenggerak roda depan yang kalau baterai hybrid-nya rusak biaya gantinya bikin jantungan, adalah sebuah israf (pemborosan) dan kezaliman finansial yang sangat biadab.
Analogi biaya perawatan
Sambil meniriskan ikan bawal, otak saya mendadak merumuskan sebuah cocoklogi liar. Kalau kita renungkan menggunakan ilmu mantiq (logika) tingkat emak-emak, transisi dari Innova Reborn ke Innova Zenix ini aslinya memiliki kesamaan DNA yang 100% identik dengan “Perbedaan Karakter Antara Ibu Mertua Kolot Zaman Dulu dengan Ibu Mertua Modern Zaman Now”.
Coba Anda perhatikan polanya dengan tawadhu. Innova Reborn itu ibarat Ibu Mertua Kolot. Beliau memang keras kepala, bicaranya pedas (bising mesin diesel), dan kadang bikin menantu jantungan (asap hitam).
Tapi, kita tahu betul beliau sangat tangguh. Kita bisa mengandalkan beliau buat momong cucu saat kita kerja. Fisiknya sekuat candi.
Nah, Innova Zenix ini ibarat Ibu Mertua Modern. Beliau wangi, glowing, suka nongkrong minum matcha latte, bicaranya halus pakai bahasa campur-campur (mesin hybrid senyap). Penampilannya sangat estetik buat pamer di Instagram.
Tapi apa realitanya? Beliau ini high maintenance! Sedikit-sedikit masuk angin, nggak bisa angkat galon, dan perawatannya butuh skincare mahal. Keduanya sama-sama disrupsi dalam rumah tangga (jalan raya), namun Innova Zenix menuntut biaya perawatan mental dan finansial yang jauh lebih mencekik dompet sang menantu!
Innova Zenix menawarkan sesuatu yang sulit ditolak
Saya berani menulis panjang lebar mengutuk pembeli Innova Zenix dan memposisikan diri sebagai ibu-ibu zuhud yang memprioritaskan pendidikan anak di atas segalanya. Tapi faktanya, tahukah Anda, apa kelakuan memalukan saya minggu lalu saat berkunjung ke Mall Olympic Garden (MOG)?
Saat suami mengajak anak-anak beli es krim, saya melihat ada booth pameran Toyota di tengah lobi. Dengan dalih hanya ingin minta brosur, saya diam-diam menyelinap masuk ke baris kedua Innova Zenix display tersebut.
Saat pantat menyentuh jok captain seat berlapis kulit yang super empuk itu, dan mata saya menatap panoramic roof di atas kepala, saya langsung menelan ludah. Hati kecil saya berbisik, “Ya Allah, enak banget rasanya jadi orang kaya.”
Astaghfirullah, ternyata saya sama hancurnya dengan ekosistem gengsi yang saya maki-maki. Saya nyinyir soal tetangga yang beli Innova Zenix itu aslinya bukan murni karena peduli pada efisiensi penggerak roda depan atau krisis green energy.
Saya nyinyir karena insecure dan iri luar biasa! Nyatanya, pembelaan heroik soal beras SPHP dan ongkos naik haji ini hanyalah tameng untuk menutupi fakta bahwa tulang punggung saya sering encok tiap kali harus membonceng motor Honda Spacy butut melewati jalanan berlubang di Kabupaten Malang.
Jauh di lubuk hati yang paling gelap. Seandainya hari ini saldo tabungan mendadak meledak. Saya pasti akan berlari paling depan ke dealer menyerahkan DP Innova Zenix. Semua hanya demi membalas dendam pamer di grup dasa wisma.
Pada akhirnya, kita semua ahli menjadi pengamat ekonomi yang merendahkan tunggangan orang lain. Sampai suatu hari setan gengsi membisikkan bahwa merebahkan punggung di jok captain seat Innova Zenix seharga setengah miliar itu adalah obat paling mujarab untuk menyembuhkan kelelahan emak-emak sehabis mencuci setumpuk piring kotor.
Penulis: Fauzia Sholicha
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Stop Membanggakan Innova Reborn Sambil Meremehkan Innova Zenix, Kenangan Boleh Indah tapi Masa Depan Selalu Tentang Adaptasi dan keresahan lainnya di rubrik OTOMOJOK.













