Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda Supra X 125: Tetap Juara di Pelosok Indonesia

Honda Supra X 125 dengan transmisi yang bisa diatur sesuai kebutuhan dan tenaga mesin yang mampu dimaksimalkan memang ideal untuk jalanan yang tidak rata.

Tiara Uci oleh Tiara Uci
20 Maret 2023
A A
Honda Supra X 125 Tetap Juara di Pelosok Indonesia MOJOK.CO

Honda Supra X 125 Tetap Juara di Pelosok Indonesia MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Honda Supra X 125 yang dianggap uzur itu tetap menjadi juara di pelosok Indonesia. Motor matik turu saja.

Ada banyak sarjana di Indonesia yang pekerjaannya tidak berhubungan dengan pendidikan yang ditempuh semasa kuliah. Salah satunya adalah saya. Sebagai lulusan Teknik Mesin, saya justru bekerja di kontraktor tower telekomunikasi. Pekerjaan yang sudah saya geluti sebelum resmi mendapatkan ijazah ini mengantarkan saya untuk mengunjungi beberapa daerah di pelosok Indonesia. 

Iklan

Saya pernah berkunjung ke Pulau Halmahera dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Maluku Utara. Saya juga pernah singgah di pulau indah bernama Adonara di Nusa Tenggara Timur, menyambangi Pulau Seram di Maluku, dan beberapa daerah yang hampir tidak pernah muncul dalam pemberitaan media nasional seperti Pulau Adranan di Maluku Tenggara. Di daerah yang berjarak ribuan kilometer jauhnya dari Pulau Jawa tersebut, saya menjumpai banyak hal yang menarik, salah satunya soal pilihan motor. 

Ada orang yang mengatakan bahwa era motor bebek telah berakhir sejak motor matik menguasai jalan raya. Anggapan tersebut akan patah dengan sendirinya jika mereka berkunjung ke pelosok Indonesia. Motor matik hanya ideal untuk masyarakat urban dan perkotaan. Namun, orang di pelosok desa yang seharinya-harinya tidak akrab dengan jalan beraspal lebih nyaman dengan Honda Supra X 125.

Honda Supra X 125 sangat berguna di area yang berat 

Jangan membayangkan penduduk di pelosok menggunakan motor hanya untuk membonceng ayang sambil sunmori-an. Mereka memilih Honda Supra X 125 lantaran sangat berguna untuk mengangkut hasil kebun seperti pala, cengkeh, hingga kelapa. 

Lokasi pengepul tidak selalu dekat dengan kebun. Jika jaraknya jauh, mau tak mau harus dibawa dengan motor. Terkadang, para petani tidak hanya membawa hasil kebunnya ke pengepul yang berada di dekat kampung, melainkan membawanya jauh sampai ke kota kabupaten. 

Kondisi jalan yang buruk dan barang bawaan berat memaksa mereka untuk memilih motor yang kuat menahan siksaan jalan. Honda Supra X 125 dengan transmisi yang bisa diatur sesuai kebutuhan dan tenaga mesin yang mampu dimaksimalkan memang ideal untuk jalanan yang tidak rata. Dibekali ring velg 17 inci (lebih besar dari motor matik pada umumnya) membuat Honda Supra X 125 lebih nyaman dan mampu meredam guncangan dalam kondisi jalan yang terjal. 

Secara tampilan, Honda Supra X 125 memang terlihat sederhana dan monoton. Lampu depannya juga masih menggunakan bohlam, belum led seperti umumnya motor matik. Namun, semua kekurangan tersebut tak menjadi masalah bagi warga pelosok asalkan mesin motornya bandel, tahan banting, dan mampu melaju kencang namun tetap irit. 

Jumlah SPBU terbatas, harga tanpa batas

Memilih motor bagi penduduk di pelosok erat kaitannya dengan konsumsi bahan bakar, semakin irit, semakin menarik untuk dibeli. Maklum saja, di daerah pelosok, mencari satu liter bensin sama susahnya mencari ikan di laut yang sudah tercemar. Harga bensin di daerah pelosok jauh berbeda dengan di Pulau Jawa, sekalipun pemerintah sudah menerapkan kebijakan bensin satu harga di seluruh Indonesia, fakta di lapangan terlihat sebaliknya. 

Harga Pertalite di daerah pelosok bisa tembus hingga Rp20 ribuan per liter. Mengapa bisa semahal itu? Jadi begini, secara umum, daerah di pelosok tidak memiliki SPBU dan tidak ada Pertashop. 

Kebanyakan dari mereka membeli bensin dari pengecer (baca: penjual bensin eceran di depan rumah). Para penjual bensin eceran tersebut kulakan (membeli bensin) dari SPBU yang berada di kota dengan jeriken. Pemandangan orang membawa jeriken di SPBU yang sudah semakin jarang kita lihat di Jawa, masih jamak terlihat di Maluku Utara. 

Jam operasional SPBU yang berada di kota juga “suka-suka” atau tidak menentu, tergantung stok BBM di pom bensin tersebut. Jika saya perhatikan, rata-rata SPBU di kota kabupaten yang ada di Halmahera hanya buka hingga sore hari. 

Bahkan, saya pernah lho datang ke pom bensin di Sofifi (ibu kota Provinsi Malut) pukul satu siang, tapi pom tutup. Di sini, pom bensin buka pukul 8 sampai 12 WIT, setelah itu tutup dan buka lagi pukul tiga WIT sampai waktu magrib. Bagi saya yang terbiasa hidup di Surabaya, jadwal buka tutup SPBU seperti itu membuat kita mudah emosi.

Nggak hanya itu, antrian pom bensinnya juga panjang. Jumlah SPBU di kota kabupaten tak pernah lebih dari dua, sementara pembelinya tidak hanya orang di kota tersebut melainkan juga penjual eceran di seluruh pelosok kabupaten. Dengan kondisi demikian, antrian SPBU panjang adalah keniscayaan dan harga bensin mahal di pelosok desa menjadi kondisi yang tak bisa dihindari. 

Iklan

Baca halaman selanjutnya

Honda Supra X 125 dipilih warga pelosok desa karena irit bahan bakar…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2023 oleh

Tags: hondaHonda SupraHonda Supra XHonda Supra X 125
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

Artikel Terkait

Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO
Otomojok

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO
Otomojok

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO
Otomojok

Vario 150: Motor Honda Terbaik tapi Paling Mengancam Kewarasan dan Bikin Malu, Takut Gak Bisa Nyicil Setelah Jadi Pengangguran Akhirnya Diselamat Ibu

21 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.