Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Jejak Angkringan Dari Masa ke Masa, Jadi Andalan Warga Jogja, Solo, hingga Klaten

Redaksi oleh Redaksi
16 April 2024
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Angkringan merupakan istilah untuk warung makan kaki lima yang banyak berdiri di sekitar wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Biasanya, angkringan berupa gerobak dorong yang dilengkapi dengan tenda atau terpal plastik untuk tempat duduk pembeli.

Kata “angkringan” berasal dari bahasa Jawa “angkring” yang berarti alat dan tempat berjualan makanan keliling yang pikulannya berbentuk melengkung ke atas. Awalnya, angkringan hanya menjual nasi kucing, yaitu nasi putih dengan lauk pauk sederhana seperti tempe goreng, tahu bacem, dan oseng-oseng. Angkringan identik dengan tempat makan yang murah meriah dan merakyat.

Seiring waktu, menu angkringan semakin beragam, termasuk gorengan, sate usus, sate telur puyuh, dan berbagai minuman seperti teh, kopi, wedang jahe, dan susu. Sebuah esai Mojok berjudul “Angkringan Palsu di Jogja Meresahkan: Dikonsep ala Kafe, Jualannya Minuman Sachet dan Tempura Sosis” sempat viral beberapa waktu yang lalu.

Frase “Angkringan Palsu” terasa menggelitik dan jadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak yang pro maupun kontra dengan pendapat penulis artikel tersebut. Nah, Jasmerah kali ini akan bercerita tentang sejarah tentang angkringan, bersama host tamu yang juga seorang pegiat sejarah, Yosef Kelik.

Bagaimana sejarah angkringan? Di manakah lahirnya tempat nongkrong favorit anak muda satu ini? Simak video di atas sampai selesai.

Tags: angkringanangkringan palsujasmerahJogjaklatenMojoksolo

Movi Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar
Video

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga
Video

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara
Video

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno
Video

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.