Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Lulusan SMK Pernah Kerja Jadi Cleaning Service dengan Upah Rp20 per Jam, Kini Buka Usaha Sendiri hingga Hasilkan Omzet Rp70 Juta

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
29 Juli 2026
A A
Lulusan SMK buka jasa cleaning service. MOJOK.CO

ilustrasi - kamar kotor dari pelanggan hoarding disorder. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Membuka bisnis cleaning service mulanya tak terpikirkan oleh Nova Purnama Putra (36) setelah lulus SMK di Jogja. Nova yang merasa bosan dengan pekerjaannya sebagai teknisi mesin, akhirnya memilih jalan lain untuk berbisnis, hingga mampu mengirim sejumlah pegawainya sampai ke Turki.

Lulusan SMK bukan berarti tak mampu menganalisis pasar

Tahun 2023, ketika gonjang-ganjing pandemi mulai mereda, muncul secercah harapan bagi Nova untuk membuka usaha cleaning service. Tepatnya, ketika kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak lagi berlaku.

Iklan

“Saya pernah kerja di Go-Clean dan dibayar Rp20 ribu per jam, tapi tahun 2020 usaha itu bangkrut,” ujar Nova kepada Mojok, Selasa (28/7/2026).

“Setelah saya pelajari kebutuhan pasar lebih lanjut, justru banyak orang yang mulai sadar akan pentingnya kebersihan pasca pandemi,” lanjutnya.

Selain itu, jelas Nova, masih banyak sumber daya manusia di Jogja yang mau melamar sebagai petugas cleaning service. Beberapa bisnis serupa pun mulai bermunculan, setelah Go-Clean sebagai pencetus usaha tersebut tutup dan meninggalkan pasar yang cukup bagus.

Sebagai lulusan SMK, Nova masih mampu menganalisa bahwa faktor dari kegagalan tersebut salah satunya karena ketidakselarasan waktu yang mengubah perilaku konsumen.

Oleh karena itu, meski pernah mencoba membangun bisnis serupa dan gagal di tahun 2019, Nova tetap memilih membangun “Ready Clean Jogja” miliknya. Bahkan dia berani mengklaim, layanan jasa kebersihan panggilan miliknya itu merupakan yang pertama di Jogja.

Buka jasa kebersihan panggilan setelah lulus SMK

Analisis dari lulusan SMK itu terbukti benar. Pada bulan-bulan pertama, Nova hampir tak pernah sepi pelanggan. Setidaknya, selalu ada sekitar 20 pesanan yang masuk tiap bulan.

Nova yang mulanya mematok harga Rp39 ribu per jam untuk jasa cleaning service-nya, kini punya standar harga yang lebih tinggi seiring dengan peningkatan pelayanan dan paket yang dia berikan.

Untuk paket kost, mulai dari pembersihan kamar, kamar mandi, vakum, hingga kasur, Nova mematok harga Rp50 ribu per jam. Sementara paket rumah dia patok harga Rp78 ribu, dan paket bulanan untuk 4 kali kunjungan dipatok harga Rp300 ribu.

“Untuk omzetnya sedikit kok, hindari pajak hehehe. Kira-kira Rp50 juta sampai Rp70 juta per bulan,” ungkap lulusan SMK tersebut.

Pengalaman bersihkan rumah pelanggan hoarding disorder

Tak hanya sukses menghasilkan cuan, Nova berujar pengalamannya selama 3 tahun sebagai pemilik Ready Cleaning telah menghasilkan banyak pembelajaran dari cerita para pelanggan dan karyawannya.

Misalnya, dia pernah mendapatkan pelanggan yang mengalami hoarding disorder, suatu gangguan mental yang membuat seseorang merasa sulit membuang atau berpisah dari barang-barangnya. Alhasil, barang di dalam ruangannya menumpuk secara tidak teratur.

“Pelanggan ini cewek, dia benar-benar tidur di antara sampah makanan. Bahkan mohon maaf, dia tidur di antara sejumlah bekas pembalut yang sudah kering. Belatung itu sampai mati kering di kamarnya. Saya sampai harus menyediakan 7 trash bag besar,” tutur Nova.

Iklan

Tak berhenti sampai di situ, setelah menyelesaikan tugasnya, perempuan tersebut justru menuduh Nova mencuri emas dan tas merk Louis Vuitton. Sebagai lulusan SMK, Nova tidak akan mudah tertipu.

“Pagi-pagi, sekitar subuh, aku minta kami bertemu di Polsek tapi dia nggak berani. Singkatnya, dia sudah kasih bintang satu ke aplikasiku,” kata Nova.

Memanfaatkan relasi dengan sarjana muda, walau lulusan SMK

Nova pun belajar bahwa skill utama yang seharusnya dimiliki petugas cleaning service tidak sekadar jago bersih-bersih, melainkan public speaking dan jago dalam membangun kepercayaan terhadap pelanggan, agar tidak dituduh maling seperti kasus pelanggan hoarding disorder tadi.

Selain membantu mengatasi permasalahan, skill tersebut rupanya juga membawa peluang yang tidak diduga. Lewat relasi dengan pelanggannya dulu, Nova mendapatkan tawaran kerja sama dengan Edrea Global. 

“Sebelumnya aku memang kenal dengan pemilik Edrea Global ini waktu dia kuliah di Jogja. Dia pernah jadi pelangganku sejak aku kerja di Go-Clean dan rasanya sudah seperti saudara sendiri,” ucap Nova.

Sebagai informasi, Edrea Global merupakan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang membantu menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri khususnya Turki. 

Lewat kerja sama tersebut, Nova bisa memberangkatkan pegawainya sebagai pekerja perhotelan di Turki. Syaratnya pun sederhana, boleh dari lulusan SMK tapi mereka harus menjalani pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) maupun agensi terkait.

“Pendapatannya dipotong Rp1 juta per bulan untuk biaya sekolah di LPK, pengurusan visa, dan lain-lain,” kata Nova.

Tak hanya membangkitkan semangat lulusan SMK, Nova berharap peluang ini dapat mengubah stigma Sarjana muda. Di usia yang masih produktif, kata Nova, cobalah segala peluang yang ada karena kesempatan dapat datang dari berbagai cara, bahkan di waktu yang tidak kita sangka.

“Banyak pelamar kerja di Ready Clean Jogja, terutama yang masih muda dan berlabel ijazah kuliah merasa kecewa (hopeless dengan jenjang kariernya). Saya justru berharap, dengan adanya kesempatan kerja di luar negeri ini, mereka tidak berhenti bertugas di lapangan karena tentu ada kenaikan pangkat. Misalnya, bisa bekerja di perhotelan luar negeri,” tutur lulusan SMK tersebut.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Lulusan SMK “Hanya” Jadi Karyawan Alfamart dan Indomaret: Sekolah Harus Tetap Bangga, Karena Sukses Tak Dilihat dari Status atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2026 oleh

Tags: cleaning servicejasa cleaning service panggilanlowongan kerjalulus SMKlulusan SMKpekerjaan setelah SMKrekomendasi kerja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

sarjana muda gusar mencari kerja. MOJOK.CO
Urban

Realita Sarjana Muda Gusar Mencari Kerja: 4 Tahun Lamanya Berkutat dengan Buku, Lulus Kuliah Memilih Pasrah

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO
Urban

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta MOJOK.CO

KAI Daop 6 Bagikan 80 Paket Makanan kepada Penumpang Anak di Stasiun Yogyakarta

23 Juli 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026
Festival Transmigrasi 2026 Fun Run 6K: Event lari yang tawarkan sensasi berbeda di Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K: Tawarkan Sensasi Lari di Kaliurang yang Beda dari Event Lari Perkotaan

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.