Sebagian wisatawan menganggap Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya tampak biasa saja, karena sungainya yang berwarna coklat dan rutenya yang membosankan. Namun, bagi orang haven’t alias tidak berpunya seperti Ety (26), wahana itu justru jadi oase tersendiri di tengah hiruk pikuk kota, sebagai salah satu ruang ketiga yang menenangkan jiwa.
***
Berada di pusat kota tepatnya di Jalan Ketabang Kali, Taman Prestasi Surabaya menawarkan wahana bermain gratis untuk menciptakan kenangan manis bersama keluarga. Menurut Ety, ruang terbuka hijau seluas 7 ribu meter persegi itu bisa menjadi ruang ketiga.
Dalam sosiologi, ruang ketiga alias third place adalah tempat alternatif yang membuat seseorang merasa nyaman selain di rumah atau tempat kerja.
Bagaimana tidak, selain menyuguhkan pepohonan rindang yang membuat suasana sejuk di area sekitar, hati Ety semakin plong saat melihat anak-anak bermain ayunan, monkey bar, jungkat-jungkit, perosotan, sampai layanan mobil perpustakaan keliling gratis di Taman Prestasi saat pagi.
Tak hanya itu, dia sering melihat komunitas, pelajar, atau anak kuliahan yang sedang berkumpul dan berdiskusi. Pemandangan itu, kata dia, sering kali membuatnya bernostalgia dengan momen saat dia dan teman-temannya naik Wisata Perahu Kalimas.
Ketagihan mencicipi Wisata Perahu Kalimas
“Seingatku, aku pertama kali naik perahu antara SD kelas 6 atau SMP,” kata Ety kepada Mojok, Selasa (11/8/2026).
Jika ditotal hingga hari ini, Ety sudah lebih dari 10 kali mencicipi Wisata Perahu Kalimas. Biasanya, dia akan mengajak keluarga maupun teman-teman akrabnya naik Wisata Perahu Kalimas tiap satu minggu sekali, baik siang, sore, maupun malam.
“Tapi kebanyakan waktu sore, apalagi kalau antreannya lagi nggak panjang dan Taman Prestasi lagi sepi,” ucapnya.
Sebagai informasi, Wisata Perahu Kalimas terbagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama, loket dibuka sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB. Sesi kedua, dari pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sesi ketiga, dari pukul 18.00 WIB hingga 20.30 WIB.
“Jam keberangkatan perahu sesuai dengan jam sesi tiket yang telah dipesan, tiket yang sudah dibeli bersifat non-refundable atau tidak dapat dikembalikan, apabila loket tidak buka di antara jam di atas maka perahu tidak beroperasi karena debit air sedang surut dan atau cuaca sedang tidak mendukung,” dikutip dari laman resmi Tiket Wisata Surabaya, Selasa (11/8/2026).
Romantisnya malam naik Wisata Perahu Kalimas
Saking sudah lamanya dia menjadi pelanggan Wisata Perahu Kalimas, Ety pernah merasakan era saat wisatawan tidak wajib memakai pelampung hingga kini wajib memakainya, era pembayaran tunai hingga kini bisa memakai QRIS, serta era belum dilarang makan dan minum di atas perahu hingga kini dilarang.
“Aku jadi tahu kenapa kami nggak boleh bawa makanan dan minuman di perahu, karena pernah ada kejadian orang bawa botol minum. Botolnya jatuh di dalam perahu terus tiba-tiba bocor karena guncangan ombak sungai, alhasil airnya kena celana sampai basah semua,” tutur Ety.
Seiring berjalannya waktu, Ety tidak hanya mengajak keluarga kecil dan teman-teman dekatnya tapi juga keponakannya. Namun respons keponakannya membuat hati Ety ciut. Alih-alih excited, keponakannya itu malah merasa bosan.
“Dia bilang rutenya cuma gitu-gitu saja, asumsinya mereka tidak tahu kalau ada opsi lain,” ujar Ety.
Mendengar hal itu, Ety lebih sering tidak menghiraukannya. Meski kadang-kadang, dia masih berupaya mengajak keponakannya itu dengan memberikan gambaran pemandangan yang bakal dia lihat.
Apalagi di malam hari, pemandangan menyusuri Kalimas dengan Wisata Perahu Kalimas tak kalah ciamik. Alih-alih menikmati city light di Jalan Tunjungan misalnya, Ety lebih memilih nongkrong di Taman Prestasi Surabaya.
“Suasana makin cantik di malam hari, apalagi di bantaran Kalimas selalu ada lampion yang cahaya memantul ke air. Pemandangan itu bisa menenangkanku ketika pikiran sedang tidak karuan, sekaligus jadi opsi hiburan ketika aku ingin menyendiri dari keramaian,” kata Ety.
Jika beruntung, Ety bisa menikmati hiburan live music di atas perahu, seperti saxophone dan biola di malam hari.
Belajar sejarah Kota Surabaya dari atas perahu
Lebih dari itu, menurut Ety, Wisata Perahu Kalimas cocok untuk edukasi sejarah Kota Surabaya. Sebab sepanjang Kalimas, wisatawan dapat melihat berbagai bangunan ikonik dengan sensasi perahu bergoyang.
Melansir dari Tiket Wisata Surabaya, Wisata Perahu memiliki dua rute. Pertama, Monumen Kapal Selam menuju Suroboyo Skate & BMX Park. Kedua, Taman Ekspresi menuju Museum Pendidikan. Perahu yang disediakan pun tak hanya satu. Setiap perahu dapat menempuh perjalanan sampai sekitar 15 menit.
“Aku merasa seperti sewa perahu pribadi karena bisa satu perahu dengan keluarga dan sahabat-sahabatku, terus kalau ketemu perahu lain kami biasanya saling sapa dan menyemangati motor-motor yang sedang melintas di atas jembatan atau orang-orang yang ada di pinggir taman,” tutur Ety.
Dengan tiket mulai dari Rp7 ribu hingga Rp10 ribu, Ety merasa puas dengan hiburan tersebut. Pesona Kota Surabaya seolah merengkuh jiwanya untuk bernostalgia dan rehat sejenak dari penatnya realitas kota terbesar kedua tersebut.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Taman Prestasi, Pilihan Main Warga Surabaya yang “Berjarak” dari Kemewahan Mal atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan
