Gojek menjadi perusahaan transportasi berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan GoCar Instant secara terintegrasi di fasilitas layanan kesehatan. Saya mencoba membuktikan layanan yang diklaim lebih praktis, nyaman, aman, dan tentunya lebih murah tersebut.
***
Pagi itu, Kamis (12/2/2026), seperti biasa, kawasan di sekitar RSUP Dr. Sardjito sedang menguji kesabaran para pengendara. Kalau kamu sering melintas di Jalan Kesehatan atau Jalan Bhinneka Tunggal Ika, tepat di depan sekretariat Pusat Studi Energi (PSE) UGM, kamu pasti mafhum dengan “uji kesabaran” yang saya maksud: antrean mobil yang mengular panjang.
Kemacetan di sini bukan lagi sekadar bumbu perjalanan, tapi sudah menjadi masalah menahun. Di jam-jam sibuk pada pagi hari, panjang antreannya bisa menyentuh area pertigaan Jalan Persatuan. Satu-satunya waktu kita bisa melihat jalanan ini lega, hanyalah saat hari libur. Selebihnya, kita harus bersiap dengan kesabaran ekstra.
Persoalan ini ternyata bukan cuma jadi keluhan pengguna jalan, tapi juga perhatian serius bagi manajemen rumah sakit. Salah satunya seperti yang disampaikan dr. Riat El Khair, selaku Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito. Dia blak-blakan soal alasan di balik kepadatan yang seolah tanpa solusi ini.
“Sardjito ini rumah sakit rujukan, standard nasional. Pasien yang asli Jogja itu cuma 40 persen. Sisanya, 60 persen, datang dari luar kota, bahkan dari luar Jawa,” ungkap dr. Riat, Kamis (12/2/2026) pagi.
Bayangkan, ribuan orang datang setiap harinya ke satu titik yang lebar jalannya terbatas. Ditambah lagi, ada kebiasaan masyarakat kita yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantar atau menjemput pasien.

Alasan mereka masuk akal: transportasi publik selama ini dianggap kurang praktis, lambat, dan tidak bisa menjemput tepat di depan pintu. dr. Riat mengakui bahwa untuk menjawab keraguan itu, butuh solusi yang setara praktisnya dengan kendaraan pribadi.
Itulah mengapa, setelah pertimbangan panjang, ia yakin kolaborasi dengan Gojek melalui layanan GoCar Instant adalah jawabannya.
GoCar Instant, integrasi teknologi di sektor kesehatan
Lalu, bagaimana sebenarnya layanan ini bekerja? Area Head Gojek Yogyakarta, Arfiansyah Arfi, menjelaskan bahwa GoCar Instant hadir sebagai solusi langsung atas penumpukan kendaraan yang selama ini dikeluhkan.
Poin utamanya, bukan sekadar menyediakan jasa jemput, tapi mengintegrasikan teknologi ke dalam fasilitas kesehatan secara resmi.
Menurut Arfi, ada tiga poin besar yang ditawarkan layanan ini. Pertama, kemudahan. Menurutnya, pasien atau pengunjung tidak perlu lagi berjalan jauh keluar area rumah sakit atau bingung menentukan titik jemput. Kedua, kecepatan. Karena sistemnya instan, tidak ada lagi drama menunggu driver datang dari lokasi yang jauh.
Ketiga, yang paling krusial di lingkungan rumah sakit, adalah keamanan.
“Soal keamanan, kami menyediakan fitur tombol ‘Aman’ yang jika ditekan akan langsung terhubung dengan satgas Gojek. Selain itu, ada fitur sharing trip. Pengguna bisa membagikan rute perjalanannya kepada keluarga agar bisa dipantau secara real-time,” jelas Arfi.
Baginya, integrasi ini adalah langkah baru untuk membuktikan bahwa transportasi publik bisa sangat aman bagi pasien.
GoCar Instant presisi, pengemudinya juga berpengalaman dan “terlatih”
Namun, menyediakan layanan “instan” di tengah rumah sakit yang sibuk tentu punya tantangan teknis. Jangan sampai niat mengurai macet justru menambah macet karena mobil driver yang “ngetem” sembarangan. Di sinilah peran manajemen lapangan menjadi sangat penting.
Koordinator Driver GoCar Instant RSUP Sardjito, Agus Ariyanto, menjelaskan teknis di lapangan yang sudah didiskusikan secara presisi. Di titik jemput atau pick-up point, hanya boleh ada maksimal dua mobil yang siaga.
“Tujuannya agar tidak mengganggu lalu lalang mobil lain yang keluar masuk. Pemilihan titiknya pun sudah kami hitung agar tidak menghambat arus,” kata Agus, saat ditemui Mojok di sela-sela acara launching GoCar Instant di RSUP Sardjito, Kamis (12/2/2026).
Sistemnya menggunakan model rolling atau antrean dinamis. Begitu satu mobil di pick-up point berangkat membawa penumpang, slot kosong itu langsung diisi oleh mobil lain yang sudah berkoordinasi di area tunggu luar. Dengan begitu, titik jemput tidak akan pernah kosong, tapi juga tidak akan pernah bikin macet karena antrean driver yang berlebihan.
Driver yang bertugas pun bukan driver sembarangan. Menurut Agus, mereka adalah mitra yang memang sehari-hari beroperasi di sekitar RSUP Sardjito dan telah melalui beberapa kali pembekalan. Mereka dilatih untuk memiliki empati lebih karena penumpang yang mereka hadapi adalah pasien atau keluarga yang mungkin sedang dalam kondisi emosional tertentu.
“Mereka paham medan, paham juga prosedur rumah sakit, dan sudah terlatih membantu penumpang yang butuh penanganan ekstra,” kata Agus.
Lebih hemat waktu dan biaya, cocok bagi yang pengen cepet tapi tetap murah
Setelah mendengar penjelasan teknis yang terdengar rapi itu, saya memutuskan untuk membuktikannya sendiri. Saya coba-coba memesan layanan ini dengan rute dari RSUP Sardjito menuju kantor Mojok.co di Perum Sukoharjo Indah, Ngaglik, Sleman–sekitar berjarak 11,5 kilometer.
Biasanya, kalau saya memesan GoCar biasa, ada “biaya” tersembunyi berupa waktu. Pertama, saya harus menunggu driver mendapatkan pesanan sekitar 5 menit. Kedua, karena kondisi jalanan Sardjito yang padat, driver tersebut biasanya butuh waktu 5 hingga 10 menit hanya untuk merayap masuk ke area drop-off. Kalau sedang macet parah, total waktu tunggu bisa mencapai 20 menit hanya untuk masuk ke dalam mobil.
Sementara secara tarif normal, biasanya saya harus merogoh kocek sekitar Rp63.000.
Hari itu, saya berjalan ke arah pintu keluar titik penjemputan pasien Instalasi Rawat Jalan. Di sana, pick-up point GoCar Instant berdiri tegak dengan beberapa driver yang sudah bersiaga.
Saya buka aplikasi Gojek, memilih menu GoCar, dan opsi “GoCar Instant” langsung muncul. Setelah saya klik, saya tidak perlu menunggu aplikasi mencari driver. Sebuah kode unik langsung muncul di layar ponsel saya. Saya cukup mendatangi driver yang ada di urutan depan, menunjukkan kode tersebut, dan driver melakukan pairing di aplikasinya.
Prosesnya luar biasa cepat. Kurang dari satu menit sejak saya berdiri di titik tersebut, mobil sudah mulai melaju. Tidak ada waktu tunggu, tidak ada drama driver salah titik jemput.
Soal biaya, ternyata juga lebih ramah di kantong. Untuk rute yang sama, tarif GoCar Instant tertulis Rp54.000. Dan karena saya menggunakan kode promo “YUKSEHAT”, harganya diskon lagi menjadi hanya Rp43.000.
Artinya, saya menghemat Rp20.000 dibandingkan memesan GoCar biasa, sekaligus menghemat waktu hampir 15 menit.
Mengubah habit untuk jalanan Jogja yang lebih ramah
Apa yang dilakukan Gojek dan RSUP Sardjito ini sebenarnya seperti eksperimen sosial untuk mengubah habit atau kebiasaan. Arfiansyah Arfi menekankan bahwa misi besarnya adalah mengubah pandangan masyarakat bahwa transportasi publik itu tidak praktis.
Jika masyarakat mulai percaya bahwa ada layanan yang bisa secepat dan semudah membawa kendaraan sendiri, bahkan lebih murah karena tidak perlu pusing bayar parkir dan bensin saat macet, maka volume kendaraan pribadi di area rumah sakit akan berkurang dengan sendirinya.
Bayangkan jika separuh saja dari pengunjung yang biasanya membawa mobil pribadi beralih menggunakan layanan terintegrasi seperti ini. Volume kendaraan di jalanan depan Sardjito akan menyusut, antrean masuk rumah sakit akan lebih pendek, dan akses untuk ambulans yang membawa pasien darurat akan jauh lebih lancar.
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Tips Liburan Anti Ribet dengan Rekomendasi Tempat Hits di 5 Kota Favorit dari Gojek, Lebih Ringkas dan Hemat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan