ADVERTISEMENT

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Dulu, Muhamad Akbar Suhendar (18) berpikir, jalan hidupnya akan sama seperti orang pada umumnya. Sekolah minimal sampai bangku SMA, lulus, bekerja, dan menjalani rutinitas seperti biasa. Namun, kerasnya hidup memukul Akbar duluan, bahkan sebelum dia benar-benar siap menghadapinya. Bermodal ijazah SD, laki-laki asal Garut itu akhirnya menemukan secercah harapan sebagai konten kreator perjalanan. 

Berhenti sekolah sampai dapat ijazah SD

Akbar memutuskan keluar dari salah satu pondok pesantren di Cianjur setelah menjalani masa pendidikan selama 4 tahun. Di sela-sela itu, Akbar mengaku lebih dekat dengan pamannya, sampai mendaki bersama di salah satu gunung di Garut saat libur tiba.

“Awalnya aku hanya ingin mencoba pengalaman baru, tapi ternyata pengalaman mendaki itu malah mengubah banyak hal dalam hidupku,” kata Akbar saat dihubungi Mojok, Jumat (17/7/2026). 

Pada pendakian pertama itu Akbar mengaku merasakan sensasi kebahagiaan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya, hingga akhirnya jatuh cinta pada perjalanan ke alam. Dia mendapat pelajaran langsung dari kehidupan, dari orang-orang baru yang dia temui sampai pengalaman pribadi. 

Perjalanan di alam juga membuatnya terkoneksi kembali ke dalam dirinya sendiri di tengah kekacauan hidup.

“Aku pernah mengalami kecelakaan motor yang membuatku harus beristirahat selama 2 minggu, padahal aku baru dapat pekerjaan sebagai sales es krim selama sekitar 6 bulan,” kata Akbar setelah dapat ijazah SD.

Setelah menganggur beberapa bulan, Akbar tak sengaja bertemu dengan anak seusianya di sebuah persewaan alat outdoor di Garut. Sempat mengobrol beberapa saat, Akbar pun tahu jika laki-laki asal Medan itu sedang mewujudkan mimpinya keliling Indonesia. 

“Dia cerita banyak hal tentang pengalamannya dan aku mendengarkan ceritanya dengan penuh kagum. Dalam hati aku pun berpikir, ‘kalau dia yang seusianya denganku bisa melakukan itu, kenapa aku tidak?”,” kata Akbar.

Menemukan arah hidup dari perjalanan ke alam

Terinspirasi dari cerita anak yang ditemuinya, Akbar pun memutuskan hal yang sama yakni keliling Indonesia meski hanya dengan modal ijazah SD. Akbar yang mulanya hanya iseng membuat video perjalanan di reels Instagram dan TikTok, lambat laun mulai menekuninya.

“Perjalanan ini menjadi caraku untuk membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku mampu keluar dari zona nyaman dan memperjuangkan sesuatu yang benar-benar aku yakini,” ujar Akbar.

Lebih dari itu, dia ingin menunjukkan bahwa seorang anak yang hanya memiliki ijazah SD tetap bisa mengejar mimpinya. Anak yang dulunya hanya bisa melihat keindahan alam melalui internet, kini bisa merasakan langsung atmosfer di dalamnya. 

Mulai dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah Indonesia, bagaimana budaya mereka, hingga mampu memaknai sekaligus bersyukur atas ciptaan Tuhan yang begitu luas dan beragam. 

Di sisi lain, Akbar ingin memperlihatkan bahwa orang yang sudah bertekad, konsisten dengan usaha dan doanya, ternyata mampu menentukan masa depannya sendiri. 

Mimpi, kata dia, juga tak harus menunggu keadaan kita sempurna dulu. Misalnya, ekonomi harus stabil, tunggu sampai lulus kuliah, atau menolak berbagai kesempatan karena merasa tidak sanggup. 

Padahal, berdasarkan pengalaman hidup yang Akbar jalani, semua itu mestinya tak menghambat mimpi mereka. Sebagai konten kreator perjalanan, Akbar berharap videonya mampu memovitasi orang lain agar lebih berani mencoba hal baru. 

“Tak sekadar mengagumi alam Indonesia, melainkan percaya pada kemampuan dirinya sendiri,” kata Akbar.

Baca Halaman Selanjutnya

Bertemu orang-orang baik dalam perjalanan

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Exit mobile version