Firda menerima Terminal Mojok Award 2026. Semua berawal dari gabut saat magang di instansi pemerintahan enam tahun lalu.
***
Salah satu acara yang ditunggu-tunggu dalam Festival Mojok adalah Terminal Mojok Award. Penghargaan tahunan ini diberikan kepada penulis yang mengirimkan karyanya di platform user generated content (UGC) di Mojok.co, yaitu kanal Terminal.
Tahun ini, penerimanya adalah Noor Annisa Faladwi Firdausi (26) atau akrab dipanggil Firda. Kebetulan sekali, Firda yang sedang kuliah di Turki tengah liburan di Yogyakarta sehingga bisa datang langsung ke Festival Mojok 2026 yang berlangsung 27-28 Agustus 2026 di Balcos Compound.
Saya ngobrol dengan Firda usai turun panggung menerima penghargaan. Meski sudah enam tahun mengirimkan tulisannya ke Mojok, ia tidak menyangka menerima penghargaan tahun ini.
Dengan diselingi tawa ia menceritakan awal mula mulai menulis di Terminal Mojok.
“Awalnya karena gabut nggak ada pekerjaan saat magang,” katanya mengawali cerita. Enam tahun lalu, saat masih mahasiswa Firda magang di kantor pemerintah daerah di salah satu kabupaten di DIY.
Sebagai mahasiswa ia ingin merasakan bagaimana rasanya bekerja di kantor pemerintahan, tapi ternyata tidak banyak pekerjaan yang bisa dia lakukan.
“Saya sampai mohon-mohon untuk diberi pekerjaan, saking gabutnya. Pegawainya juga bingung mau mengerjakan apa, karena memang saat itu tidak ada yang bisa dikerjakan,” katanya tertawa.
Awal jatuh cinta dengan tulisan-tulisan di Terminal Mojok
Firda yang sebenarnya punya ketertarikan pada tulisan-tulisan fiksi kemudian iseng membuat Google. Di home screen tiba-tiba muncul salah satu artikel Mojok.
“Aku lupa judulnya, tapi yang pasti ketika dibaca, aku benar-benar langsung paham sama isinya. Jadi kelihatan fresh aja buat aku”, ingat Firda.
Baginya, saat itu tulisan di Terminal Mojok langsung membuatnya jatuh cinta di tengah rasa muaknya dengan berbagai tulisan akademis yang perlu dibaca berulang agar memahami maknanya.
Akhirnya, karena di tempat magang ia gabut alias tidak ada pekerjaan, waktu yang ada ia gunakan untuk menulis artikel.
Tak lama setelah menyelesaikan dan mengirimkan tulisan itu ke Mojok, Firda mendapatkan pesan bahwa artikelnya telah dimuat di laman Mojok.
“Masih inget banget pertama kali aku nulis artikel di Mojok itu topiknya tentang rekomendasi toko baju di Jogja, dan itu langsung tayang,” kata Firda.
Saya kemudian mencari artikel yang ditulis pertama kali oleh Firda. Tulisan itu terbit tanggal 16 Oktober 2020. Judul persisnya, Rekomendasi Tempat Belanja Baju di Jogja yang Murah Tanpa Tanding.
“Dari situ aku mulai nemu titik asiknya dan jadi ketagihan buat nulis artikel di Terminal Mojok,” tambah Firda tersenyum tipis. Setelah enam tahun, hingga 6 September 2026, tercatat Mojok sudah menerbitkan 575 artikel Firda di Terminal Mojok.
“Tentu tidak semuanya diterbitkan, ada juga tulisan-tulisan yang ditolak oleh redaktur,” kata Firda.
Justru penolakan-penolakan itu membuatnya belajar tentang topik-topik apa yang sekiranya dimuat di Terminal Mojok.
Saat menempuh studi lanjut ke Turki, ia tetap menulis dan mengirimkannya ke Terminal Mojok. Ia tidak kehabisan ide atau topik menulis. Terhalang jarak bukan jadi masalah selagi teman-temannya masih curhat tentang kehidupan di Jogja.
Kadang ia juga menulis kehidupannya sebagai orang Jogja yang kuliah di Turki.
Menulis di Terminal Mojok baginya juga jadi sarana refreshing setelah berkutat di kehidupan akademik.
Konsisten dan menawarkan hal berbeda
Kepala Departemen Terminal Mojok, Yamadipati Seno mengungkapkan, salah satu alasan Firda menerima Terminal Award karena tulisan-tulisannya yang kerap menawarkan hal berbeda.
Bagi Seno, memilih Firda sebagai pemenang Terminal Award kali ini bukanlah suatu hal yang susah. Menurut Seno, ia melihat kekonsistenan dalam diri seorang Firda
Konsisten yang dimaksud Seno bukan tentang seberapa banyak artikel yang Firda kirim, melainkan bagaimana kualitas tulisan yang nantinya bisa memberi dampak bagi pembaca.
“Firda itu dalam setahun belakang, cuma sekitar 30-40 artikel yang dimuat,” kata Seno. Ia menambahkan, sebenarnya tulisan bisa dimuat di Terminal Mojok sangat gampang.
“Tipsnya, sering-sering baca artikel terbaru di Terminal Mojok,” katanya. Ia juga menambahkan, setiap tulisan yang dimuat akan mendapat honor.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) dalam ekosistem Mojok.co yang aktif sejak 2019. Kanal ini mewadahi siapa saja yang ingin membagikan pengalaman unik, opini segar, rekomendasi, dan keresahan sehari-hari dengan gaya penulisan yang santai, personal, dan dekat dengan pembaca.
Tulisan diutamakan bersumber dari pengalaman, pengamatan, atau keterlibatan langsung penulis serta tetap melalui proses kurasi ketat oleh tim redaktur agar gagasannya bernas dan nyaman dibaca.
Bagi yang ingin menulis di Terminal Mojok, bisa langsung mengirimkan tulisannya di sini.
Penulis: Al Afnan Mahatta
Editor: Agung Purwandono
BACA JUGA Festival Musik Jogja Makin Ramai: Nggak Ada Ukuran Biaya Keamanan, Konser Batal jadi Momok
