Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

llustrasi - Nova pemilik dari Ready Clean di Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bermula dari kegabutan alias nggak ada kerjaan, Nova Purnama Putra (36) iseng mencari lowongan kerja di media sosial. Dari sana kemudian muncul ide bisnis yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, yakni mendirikan jasa bersih-bersih hingga mampu mengirim pegawainya sampai ke Turki. 

Belajar dari layanan Go Clean di Jogja

Sebelum sukses membuka jasa bersih-bersih, Nova sempat bekerja sebagai teknisi mesin di Jogja. Di masa Covid-19, Nova berujar kegiatannya cukup lengang, karena hanya masuk selama 4 hari dan 2 hari libur.

Jika dihitung-hitung, total penghasilannya pun tak sampai Rp2 juta dalam sebulan. Dia tak terlalu kaget, sebab isu karyawan bergaji imut (karjimut) memang sudah menancap pada warganya. Pada tahun 2019, UMK Jogja tercatat hanya Rp1.846.400.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Nova iseng mencari pekerjaan lain hingga menemukan lowongan kerja sebagai petugas kebersihan di Facebook. Tepatnya, layanan jasa kebersihan Go Clean yang baru ada di Jogja. 

“Saya tertarik karena dibayarnya per jam. Waktu itu sekitar 20 ribu per jam,” ucapnya kepada Mojok, Selasa (28/7/2026).

Alih-alih tertarik melamar sebagai sopir ojek online, Nova memilih pelanggan yang berpotensi setia menggunakan jasanya. Ketika pelayanan yang diberikan Nova bagus, dia tak hanya mendapat banyak tip tapi juga menambah relasi.

Sebab menurut Nova, yang terpenting dari pekerjaan ini adalah kepercayaan. Terbukti, dari prinsip tersebut dia bisa mendapat kenalan yang membawa bisnisnya sampai ke perhotelan Turki. Bagi Nova, petugas kebersihan tak hanya bertanggung jawab atas kebersihan area rumah yang bersifat privat tapi juga keamanan barang-barang pribadi pemiliknya.

“Di layanan Go Clean nggak hanya bersih-bersih yang kami jual, tapi juga public speaking menentukan. Bagaimana membuat yang punya rumah nyaman ketika kita berada di rumah mereka. Saya pun jadi menambah relasi,” kata Nova.

Merintis jasa kebersihan sendiri sebelum menembus Turki

Sayangnya, usaha Go Clean tersebut tak berjalan mulus akibat kehadiran pandemi Covid-19 hingga akhirnya gulung tikar. Alih-alih mencari lowongan kerja lain, Nova justru semakin tertarik untuk membuka jasa bersih-bersih sampai melakukan riset secara mandiri.

“Saya melihat kebutuhan pasar dengan meningkatnya jumlah penduduk, terutama kebutuhan akan cleaning service setelah pandemi. Ternyata, kesadaran orang-orang terhadap kebersihan begitu tinggi,” kata Nova.

Guna menghemat modal di awal, Nova berusaha memanfaatkan barang-barang yang ada, seperti motor bekas yang dia tambahkan box di atas joknya untuk membawa alat-alat kebersihan. 

Menurut Nova, penggunaan motor lebih praktis karena bisa menjangkau area padat penduduk, bisa masuk apartemen, hingga gang-gang kecil. Di sisi lain, box bergambar “Ready Cleaning” alias nama usahanya itu, dapat menjadi iklan berjalan. 

“Saya jadikan motoris cleaning online. Dan itu satu-satunya di Jogja cleaning service online yang punya armada motoris, sebagai media promosi berjalan,” kata Nova.

Selanjutnya, Nova mulai merekrut teman-temannya eks Go Clean ketika potensi pasar sudah mulai terbentuk pasca pandemi. Kini, Nova berhasil merekrut total 13 karyawan, baik di layanan reguler cleaning maupun outsourcing yang ditempatkan di kantor atau kafe pelanggan. Nova juga berkesempatan mengirim pegawainya sampai ke Turki.

Kirim pegawai sampai ke Turki untuk menepis stigma

Tak berhenti di sekitaran Jogja saja, Nova juga memberikan kesempatan bagi petugas Ready Cleaning agar bisa bekerja di Turki. Dia pun menjamin keselamatan pegawainya bersama Edrea Global, sebuah perusahaan resmi yang membantu menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri khususnya Turki.

“Sebelumnya aku memang kenal dengan pemilik Edrea Global ini waktu dia kuliah di Jogja. Dia pernah jadi pelangganku sejak aku kerja di Go Clean dan rasanya sudah seperti saudara sendiri,” ucap Nova.

“Ketika kepercayaan mereka sudah kami dapatkan. Hubungan bisa langgeng bahkan di bidang-bidang lainnya. Karena market Go Clean kebanyakan menengah ke atas dan pendatang,” lanjut Nova.

Sampai suatu hari, Nova mendapatkan kesempatan kerja sama tersebut. Motivasinya satu, dia ingin menepis anggapan anak muda soal petugas kebersihan adalah pekerjaan yang kurang prestisius. 

Fenomena itu dia dapatkan saat para pelamar kerja terutama anak muda dengan modal ijazah S1 mendaftar di Ready Cleaning. Namun, mereka merasa ijazah S1-nya sia-sia jika hanya dipakai kerja sebagai petugas kebersihan.

“Jadi dengan adanya ‘Ready Clean Jogja Road to Turki’ ini, harapanku mereka tidak berhenti di petugas lapangan. Ada jenjang kariernya, yakni bisa bekerja di perhotelan luar negeri,” jelas Nova.

Bagi Nova, bisnis ini tak hanya mengandalkan kemampuan bersih-bersih tapi juga perlu kepercayaan dari pelanggan maupun pegawainya. Berkat kepercayaan itulah, Nova mampu mengirim petugasnya sampai ke Turki.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Pertama Kali Lamar Kerjaan dari Job Fair di Surabaya, Nggak Nyangka Bisa Dapat Cuan Senilai Perusahaan di Jepang atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version