Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

Ilustrasi - Kos-kosan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pemilihan kos menjadi krusial bagi mahasiswa baru (maba). Kos yang jauh dari kampus akan menyulitkan, tetapi kos-kosan di dekat kampus juga belum tentu menguntungkan. Meski sebenarnya, ada beberapa keuntungan yang bisa membuatnya menang dalam pertimbangan.

***

Berdasarkan pengalaman kos selama kuliah, saya selalu memilih kos-kosan di dekat kampus. Pertimbangan utamanya, makin dekat kos-kosan dengan kampus, semakin mudah untuk pulang-pergi apabila ada kebutuhan.

Namun masalahnya, sebagai seseorang yang berada di dekat kampus, seharusnya saya menjadi orang yang tiba paling awal atau setidaknya on time di antara yang lainnya.

Kenyataannya, tidak juga. Boleh dikatakan, itu hanya akal-akalan untuk lebih mudah. Tapi, malah terlalu memudahkan.

Kos dekat kampus alibi mahasiswa malas biar bisa berangkat mepet

Rizki (24) mengakui alasan yang sama. Pemuda asal Sumatra ini mengatakan, ia memilih kos-kosan di dekat kampus bukan hanya karena tata letaknya yang strategis. Melainkan, lokasi inilah yang dapat memudahkannya dalam menjalani kehidupan kampus tanpa tekanan berlebih.

Ia menyebut bahwa dirinya bisa berangkat ke kampus tanpa perlu risau soal waktu, sebagaimana mahasiswa yang memilih kos-kosan yang jaraknya cukup jauh dari kampus. Mahasiswa di salah satu PTN di Jogja ini dapat bersikap santai, meski waktu perkuliahan sudah akan dimulai.

Bahkan, ia mengakui bahwa tidak jarang dirinya terlalu santai.

Sebab dia tahu, estimasi waktu tempuh yang dibutuhkan terbilang singkat. Durasi ini memangkas kekhawatirannya akan datang terlambat, meski sesekali berujung baru tiba saat perkuliahan telah dimulai.

“Aku bisa bangun mepet, walaupun jatuhnya sering telat, cuma nggak panik gitu karena aku tahu berapa lama estimasi aku mulai dari bersiap sampai di kelas,” kata dia kepada Mojok, Rabu (29/4/2026).

Mengamini Rizki, Anami (25) mengakui hal yang sama. Ia mengatakan jarak kos-kosan yang dekat dengan kampus membuatnya dapat berangkat mepet. “Karena bisa datang ke kampus mepet,” kata dia kepada Mojok, Rabu (29/4/2026).

Sebab, sama seperti Rizki, tidak jarang Anami akan bangun terlambat dan tidak memiliki terlalu banyak waktu untuk bersiap mengikuti perkuliahan. Bayangkan saja, ketika ia baru bangun 15 menit sebelum kelas, tetapi harus bersiap-siap sekaligus menempuh perjalanan jauh.

Hasilnya barang tentu, Anami akan terlambat.

Namun dengan lokasi kos yang berada di dekat kampus, perempuan ini tidak perlu mencemaskan hal tersebut.

Alasannya jarak dekat kampus tidak buang energi di jalan, konon bikin lebih sehat

Kemudahan ini membuat mahasiswa menghemat energinya. Anami bilang, ia tidak perlu lelah di jalan karena jarak kosnya yang dekat.

Baik sebelum maupun setelah kuliah, perempuan asal Jakarta ini bisa segera tiba di kos dalam waktu singkat. Ia bisa memangkas waktu perjalanan, lalu menggunakannya untuk kebutuhan lain, seperti beristirahat setelah mengikuti perkuliahan.

“Terus nggak capek di jalan,” kata dia.

Dalam kasus tertentu, Anami mengatakan, panggilan untuk datang ke kampus secara mendadak juga dapat terpenuhi dengan lebih mudah. 

Ia tidak harus melaju dari kos-kosan yang berjarak jauh, yang akan membuatnya merasa kelelahan dalam perjalanan, untuk memenuhi panggilan ini. Bahkan, dirinya mengaku masih dapat mempersiapkan diri tanpa tergesa-gesa menimbang kedekatan lokasi kampus dan kos.

“Kalau ada perintah dosen tiba-tiba ke kampus bisa langsung,” kata dia.

Lain hal dengan mahasiswa yang menyewa kos jauh dari kampus, sudahlah harus bersiap dengan terburu-buru. Mereka juga harus segera berangkat agar tiba tepat waktu, guna tidak melewatkan jadwal yang disepakati dengan dosen.

Saking dekatnya, Anami mengatakan dirinya dapat berjalan kaki dari kos ke kampus. Kesempatan ini membantunya untuk menyempatkan olahraga, di tengah kesibukan kuliah.

“Terus bisa nyambi olahraga karena bisa jalan,” kata dia.

Padahal, kos jauh dari kampus malah bikin mahasiswa rajin karena harus berjuang ekstra

Di lain sisi, mahasiswa dengan kos yang terletak jauh dari kampus harus berusaha lebih keras. Mereka tidak bisa berangkat mepet, apalagi malas-malasan untuk pergi lebih awal, atau akan berisiko tidak selamat dalam perjalanan di kampus.

Dhanty (26) yang pernah menyewa kos-kosan jauh dari kampusnya di salah satu PTN Jogja, mengatakan bahwa dia harus menjadi lebih presisi dan rajin. Masalahnya kos yang dipilihnya berjarak sekitar 7 kilometer dari kampus.

“Jadi harus lebih presisi. Kamu harus tahu estimasi, harus berangkat lebih awal, harus tahu juga kapan melewati jam macetnya,” kata dia.

Kalau tidak, Dhanty mengatakan risiko yang diterima bukan main-main. Ia bisa jadi akan terlambat, terdampak cuaca Jogja yang tidak menentu, sampai dengan dilarang memasuki kelas oleh dosen.

“Ya, kalau kamu kelewat perhitungan waktu cuaca, kamu bisa kehujanan,” kata dia.

“Apalagi kalau terlambat pas kelas dosen killer, itu sedih,” kata dia menambahkan.

Namun setidaknya, jarak kos ini membuat Dhanty lebih rajin dalam menjalankan perkuliahannya. Dibandingkan dengan kos-kosan di dekat kampus, ia juga memperoleh keunggulan berupa harga kos yang terbilang lebih terjangkau, yakni Rp750 ribu.

Sementara itu, kos-kosan di sekitar kampus yang terbilang nyaman seperti kosnya berada dalam rentang harga Rp900 ribu sampai dengan jutaan rupiah. Meski ada harga, ada keuntungan yang didapatkan, tetapi tidak dipungkiri bahwa keunggulan ini juga berdampak pada mahasiswa yang menjadi lebih malas.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version