Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

Tak seperti mahasiswa lainnya, Dhia Hana Putri Saraswati berhasil menempuh kuliah di dua kampus sekaligus, yakni Jurusan Arsitektur di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dan Kedokteran Hewan di Universitas Airlangga (Unair). 

***

Hana sendiri dikenal sebagai anak yang cerdas di sekolah. Di masa anak-anak, ia belajar di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 19 Surabaya dan SMA Negeri 20 Surabaya.

Namun sejak kecil, ia masih bingung dengan pilihan hidupnya. Di pagi hari, ia bisa saja ingin menjadi dokter, tapi di siang harinya ia ingin jadi guru. Lain lagi saat sore hari, Hana mengaku ingin menjadi arsitek dan menjadi penyanyi di malam hari.

Pada akhirnya, Hana harus memilih cita-citanya setelah lulus SMA. Namun kenyataannya, ia masih diselimuti kebingungan. Beruntung, ia lolos jalur undangan dan diterima di Unair sebagai mahasiswa kedokteran hewan setelah lulus SMA.

Pada tahun kedua dia kuliah di Unair, sebuah kesempatan pun datang dari kedua orang tuanya. Mereka menawarkan Hana untuk kuliah di Umsura Jurusan Arsitektur, mengingat cita-cita yang sempat ia lontarkan dulu.

Pagi di Unair, malamnya di Umsura

Setelah menerima tawaran dari orang tuanya, Hana pun menjalani kuliah di dua kampus yang berbeda. Keputusan itu tentu tidak mudah, apalagi kalau kedua mata kuliah yang berlangsung harus diikuti secara tatap muka. Alhasil, Hana harus membagi waktunya setengah hari di tiap kampus. 

“Pagi sampai sore saya berada di Unair, kemudian sore hingga tengah malam saya kuliah di Umsura,” ucap Hana dikutip dari laman resmi Umsura, Jumat (5/6/2026).

Tak berhenti sampai di situ, alih-alih sekadar datang dan mendengarkan dosen atau temannya presentasi, Hana harus mampu memahami ilmu Kedokteran Hewan dan Arsitektur. 

Jika di Fakultas Kedokteran Hewan ia terbiasa mempelajari penyakit, anatomi, kesehatan masyarakat veteriner, dan penularan penyakit dari hewan ke manusia, maka di Arsitektur ia harus memahami ketahanan bangunan, gubahan bentuk, estetika ruang, hingga detail penempatan pencahayaan.

Kedokteran maupun arsitektur adalah seni hidup

Walaupun disiplin ilmu di atas sekilas tampak berbeda, Hana berujar keduanya punya kesamaan yakni unsur seni yang membantu kehidupan. Misalnya, di dunia medis ada istilah medicine is an art, begitu pula dengan architecture is art. 

Dhia Hana Putri Saraswati. MOJOK.CO
Dhia Hana Putri Saraswati kuliah di 2 kampus. (sumber: Umsura)

“Kedokteran hewan berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan hewan yang berdampak pada manusia, sedangkan arsitektur membantu menciptakan hunian yang sehat, nyaman, dan sesuai kebutuhan manusia,” jelasnya.

Dari cara pandang tersebut, Hana menyadari bahwa kedua ilmu tersebut sebetulnya dapat diintegrasikan dengan menghasilkan bangunan yang sehat dan ramah bagi manusia maupun hewan. 

Misalnya, saat ia mengikuti kuliah Arsitektur di Umsura. Ketika mahasiswa lain menggunakan stik es krim atau kayu sebagai bahan tugas tiga dimensi (trimatra), ia justru memanfaatkan tulang ayam yang telah dibersihkan dan diawetkan.

“Di Kedokteran Hewan, tulang biasanya digunakan sebagai media pembelajaran anatomi, tapi saya mencoba mengubahnya menjadi karya tiga dimensi untuk tugas arsitektur,” ujarnya.

Lelah fisik dan mental karena kuliah di Umsura dan Unair

Meski begitu, Hana mengaku tak jarang mengalami kelelahan fisik maupun mental, bahkan sempat ingin menyerah. Terlebih ketika dia harus menyelesaikan tugas akhir di Arsitektur bersamaan dengan pendidikan profesi yang dijalaninya.

“Tentu ada puluhan kali saya berpikir untuk berhenti. Biasanya saat tubuh dan pikiran sudah sangat lelah. Tetapi di balik pikiran untuk menyerah itu, ada ribuan doa dan semangat dari orang tua, keluarga, dan dosen yang membuat saya bertahan,” ujarnya.

Terutama karena prinsip hidup yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Hana berujar, ayah dan ibunya menjunjung tinggi pendidikan dan memegang teguh ajaran Islam, yakni memerintahkan muslim untuk menuntut ilmu.

“Dalam Islam, lelahnya menuntut ilmu adalah sesuatu yang bernilai. Dari pendidikan, kita mendapatkan kebijaksanaan, keahlian, dan pemahaman yang tidak bisa dibeli dengan uang,” ujar Hana.

Selain keluarga, dukungan juga datang dari lingkungan kampus, khususnya di Fakultas Teknik UM Surabaya. Hana mengaku para dosen Arsitektur sangat terbuka terhadap berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa.

Ketika mengalami burnout dan kelelahan, ia berusaha menjaga kesehatan dengan pola makan yang baik, mengonsumsi vitamin, serta memberikan ruang bagi dirinya untuk melakukan hal-hal yang disukai.

Kehidupan setelah lulus dari Umsura dan Unair

Berkat konsistensi, kedisiplinan, dan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, Hana berhasil melewati kehidupan perkuliahan di Umsura dan Unair. Setelah lulus, ia berharap bisa membangun peternakan modern dan rumah sakit hewan yang terintegrasi dengan standar kesehatan serta desain bangunan yang optimal.

Sekaligus fasilitas yang tidak hanya nyaman dan aman bagi hewan, tetapi juga mampu mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Sebab menurutnya, kesehatan manusia dan hewan tak bisa dipisahkan. 

Sekitar 90 persen penyakit menular pada manusia, jelas Hana, berasal dari hewan. Karena itu, kesehatan hewan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Di sisi lain, desain bangunan yang baik juga memengaruhi kualitas hidup manusia maupun hewan.

“Hewan yang tinggal di lingkungan yang sehat akan menghasilkan kualitas pangan yang baik. Manusia yang tinggal di bangunan yang sehat akan menjadi pribadi yang lebih produktif,” katanya.

“Siapa tahu sebagai kader Muhammadiyah, saya juga bisa membantu menciptakan amal usaha yang menggabungkan dua bidang ini sehingga memberi manfaat yang lebih luas bagi umat,” lanjutnya. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version