Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Orang Miskin Terhina Liburan ke Wisata Bahari Lamongan (WBL) karena Harus Berjuang Nabung Demi Tiket Murah

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
11 April 2024
A A
Wisata Bahari Lamongan (WBL), wisata untuk orang miskin MOJOK.CO

Wisata Bahari Lamongan (WBL), wisata untuk orang miskin. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Wisata Bahari Lamongan (WBL) mungkin hanyalah wisata ecek-ecek bagi orang-orang kaya. Namun, WBL adalah hiburan yang sudah sangat mewah bagi orang-orang desa dengan keuangan seret.

Yusron* (25) masih ingat betul semasa SD-nya dulu ia nyaris baku hantam dengan teman kelasnya yang merupakan anak orang kaya. Perkaranya, Yusron jengkel bukan main karena anak orang kaya itu meledek anak-anak kelas 5 yang sangat antusias mengikuti liburan tahunan sekolah, yang saat itu tujuannya ke WBL di Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

“Berarti kira-kira tahun 2009. Semasa aku SD (di Sluke, Rembang), sejak WBL ada, tujuan wisata SD kami memang nggak pernah berubah. Ya pasti ke situ,” ujar Yusron, Rabu, (10/4/2024).

Wisata ecek-ecek bagi orang kaya

Selain karena jarak Rembang ke Paciran tak terlalu jauh, WBL Lamongan juga menjadi wisata modern dengan tiket masuk cukup terjangkau. Sangat ramah bagi keuangan orang desa dengan ekonomi seret seperti Yusron.

Sampai suatu hari, satu hari sebelum keberangkatan SD Yusron ke WBL Lamongan, ia dan teman-teman sekelasnya tengah kumpul-kumpul di kantin sekolah. Mereka tengah merencanakan perihal wahana apa saja yang akan mereka coba esok hari.

Suasana menjadi panas ketika ada anak orang kaya—yang memang tidak ikut dalam wisata ke WBL Lamongan tersebut—nyeletuk dengan nada mengejek, “Orang-orang ndeso, diajak ke WBL aja udah seneng.”  Yusorn reflek menarik kerah baju anak tersebut. Hanya saja ada seorang guru yang sigap melerainya.

“Bapaknya kerja di Jakarta. Anak itu pernah lah diajak rekreasi ke Dufan. Mangkanya menganggap WBL ecek-ecek,” ujar Yusron. Sementara bagi Yusron dan teman-temannya, saat itu bisa rekreasi ke tempat wisata seperti WBL Lamongan saja sudah syukur.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Seputar Jawa Timur (@inijawatimur)

Jangankan di masa-masa SD, di masa sekarang pun Yusron mengaku masih menjadikan WBL Lamongan sebagai opsi untuk rekreasi bersama pacarnya. Meskipun banyak yang menyebut bahwa WBL Lamongan sudah tak menarik lagi.

“Yang lain ke Bromo, Jogja, kami cukup ke WBL aja. Menyesuaikan budget,” ujar Yusron yang saat ini berprofesi sebagai kurir di Rembang.

Orang desa sampai nabung demi ke WBL Lamongan

Dari Yusorn pula saya tahu kalau sampai saat ini pun WBL Lamongan masih menjadi tempat hiburan mewah bagi orang-orang di desanya di Sluke, Rembang. Bahkan ada yang sampai harus menabung demi bisa sampai ke wahana wisata yang diresmikan pada 2004 silam tersebut. Seperti misalnya cerita dari Dasnan* (40), tetangga Yusron.

Sebelum Ramadan 1445 H/2024 M lalu, Dasnan sempat mengajak keluarga kecilnya, istri dan satu anaknya liburan ke WBL Lamongan. Dasnan yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli bangunan harus mengumpulkan uang selama berbulan-bulan dulu sebelum akhirnya bisa membawa keluarga kecilnya liburan ke WBL Lamongan.

Iklan

“Dulu aku dan istri pas nikah tahun 2010 bulan madunya juga main ke WBL,” tutur Dasnan.

Melansir dari laman resmi Wisata Bahari Lamongan, tiket masuk WBL Lamongan sendiri untuk hari biasa di angka Rp85 ribu. Sementara untuk akhir pekan dan hari libur nasional menjadi Rp110 ribu.

Tentu angka yang sangat kecil bagi orang yang keuangannya lancar. Tapi bagi Dasnan, untuk sekali jalan ke WBL Lamongan harus nabung dulu agar bisa pegang uang lebih. Lebih untuk main dan jajan di lokasi, syukur-syukur ada juga lebihan buat belanja kebutuhan sehari-hari sepulang dari rekreasi.

“Jajan di tempat wisata kan harganya pasti selisih lah. Apalagi anak kan di tempat wisata pasti bawaannya pengin jajan terus, karena jajanan-jajanannya terlihat menggoda semua,” ucap Dasnan.

“Uang bensin, tiket, makan dan jajan, ya kira-kira kan butuh Rp1 juta sekian. Jadi harus nabung dulu dari hasil nguli sama hasil jahitan istri. Istri kan sehari-hari penjahit,” sambungnya.

Baca halaman selanjutnya…

Bisa wisata ke WBL saja sudah terharu

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 April 2024 oleh

Tags: Jawa Timurpilihan redaksitanjung kodoktanjung kodok lamonganwblwbl lamonganwisata bahari lamonganwisata jawa timurwisata lamongan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co
Kabar

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO
Seni

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana
Esai

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026
pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.