Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Skill yang Harus Kamu Kuasai sebagai Pekerja Migran “Elite” agar Nggak Dipandang Sebelah Mata

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
25 Januari 2026
A A
Pelatihan kerja untuk calon pekerja migran di Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - skill yang harus dikuasai agar jadi pekerja migran elite. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran (KP2MI)–dulunya Badan P2MI, menjalin kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Agro Nusantara di Jogja berupa pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Tak hanya kemampuan teknis, tapi juga softs kill berupa cara berperilaku, pengetahuan soal hak dan perlindungan, hingga literasi keuangan.

***

Iklan

Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih dipandang sebelah mata oleh negara lain, sebab kemampuannya dinilai kurang mumpuni alias unskilled. Hal itu bisa dilihat dari data statistik, di mana kebanyakan PMI terkonsentrasi di lima jabatan, yakni pembantu rumah tangga, pengasuh atau caregiver, pekerja perkebunan, buruh, dan pekerja domestik. 

Tercatat ada 296.948 PMI yang tersebar di berbagai penempatan sepanjang tahun 2025, kebanyakan dari mereka ditempatkan di Taiwan. Persaingan pun semakin ketat dengan adanya pekerja migran yang berasal dari Filipina, Myanmar, India, Pakistan, dan Bangladesh.

Walaupun menang jumlah, PMI dinilai kalah bersaing dengan negara-negara tersebut sebab penempatan mereka yang mendominasi sektor berketerampilan rendah. 

Oleh karena itu, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran (KP2MI) menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga atau instansi untuk peningkatan keterampilan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satu lembaga yang terpilih adalah Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Agro Nusantara sebagai Migrant Training Centre di Jogja.

Pelatihan kerja disesuaikan dengan negara penempatan

Kerja sama Migrant Training Centre ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara KP2MI dengan holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN)–Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perjanjian kerja sama dengan LPP Agro Nusantara pada Sabtu (24/1/2026). 

MoU KP2MI dan LPP Agro Nusantara. MOJOK.CO
Direktur SDM & Umum Holding PTPN III, Endang Suraningsih (kiri) dan Wakil Menteri Pelindungan PMI, Dzulfikar Ahmad Tawalla (kanan). (Sumber: LPP Agro Nusantara).

Holding PTPN memberikan tugas kepada LPP Agro Nusantara untuk mengoptimalkan fasilitas dan intellectual capital yang dimiliki demi menyukseskan program kemitraan bersama KP2MI. 

LPP Agro Nusantara dipilih karena kiprahnya yang menonjol di bidang perkebunan sejak berdiri tahun 1950. Sebagai Corporate University PTPN Group, LPP Agro Nusantara juga bermitra dengan berbagai lembaga strategis seperti Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Pengelola Dana Perkebunan. 

Sebagai anak perusahaan dari PTPN, Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga terlibat dalam skema kerja sama dan turut menandatangani nota kesepahaman.

Direktur LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo menjelaskan desain pelatihan kerja dan sertifikasi untuk PMI nantinya menyesuaikan dengan karakteristik kerja negara penempatan, agar unggul dan tepat sasaran.

“Kurikulum bagi PMI sudah kami desain sesuai dengan kebutuhan, tidak hanya seputar keterampilan kerja. Kami juga sudah mendesain pelatihan yang bisa memberi gambaran kerja dan industri,” kata Pranoto di Auditorium PT LPP Agro Nusantara, Jogja, Sabtu (24/1/2026). 

Tersedia 300 kuota untuk lulusan SMK dan vokasi

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pelindungan PMI, Dzulfikar Ahmad Tawalla berujar Migrant Training Centre menargetkan lulusan SMK maupun vokasi dengan minimal batas usia 18 tahun. Sebagai langkah awal, LPP Agro Nusantara bakal menyeleksi peserta hingga tersaring 300 orang. Peserta yang terpilih wajib mempelajari skill sesuai dengan permintaan dari negara tujuan.

“Tapi juga ada standar internasional yang harus kita sesuaikan ke kurikulum, termasuk beberapa kompetensi yang kemungkinan adalah untuk memperkuat mental,” ujar Dzulfikar di Auditorium PT LPP Agro Nusantara, Jogja, Sabtu (24/1/2026). 

Yang jelas, kata dia, PMI wajib menguasai bahasa. Tak hanya jago menguasai bahasa internasional seperti bahasa Inggris, tapi bahasa negara tempat ia bekerja. Sebab nyatanya, tak semua orang Eropa misalnya bisa paham bahasa Inggris.

Pentingnya literasi keuangan untuk Pekerja Migran Indonesia

Selain itu, Dzulfikar berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman remitansi bagi PMI agar perekonomiannya tidak mandek. Remitansi merupakan kegiatan mengirimkan uang dari satu negara ke negara lain, biasanya berupa valuta asing. Cara ini sering dilakukan PMI yang ingin mengirimkan uang untuk keluarganya di negara asal mereka. 

“Fakta yang kami temukan di lapangan, ada beberapa pekerja kita, saat dia di luar negeri itu earning power-nya tinggi. Tapi begitu kembali, dia seperti petugas SPBU ‘mulai dari nol’,” kata Dzulfikar.

Dzulfikar mencontohkan ada seorang ibu yang menjadi PMI di Hongkong selama 10 tahun agar anaknya bisa sekolah sampai sarjana. Setelah anaknya lulus, ibu itu kembali lagi menjadi PMI hanya berselang selama 2 tahun usai anaknya lulus, karena tabungannya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Iklan

Oleh karena itu, Dzulfikar berharap Migrant Training Centre dapat menjadi bagian dari upaya KP2MI/BP2MI mewujudkan 4 pilar utama, yakni promosi dan peningkatan kapasitas diri, penempatan negara, pemberdayaan, dan perlindungan untuk PMI.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Australia Menyelamatkan Alumnus IPB dari Cap Pengangguran, Kini Bisa Kerja dengan Gaji yang Layak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2026 oleh

Tags: JogjaKP2MILPP Agro Nusantarapekerja migranpekerja migran Indonesiapelatihan pekerja migranPMI
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.