Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

1 Kilometer Paling Menyebalkan di Jalan Kaliurang yang Bikin Pengendara Naik Darah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
10 Juli 2024
A A
1 Kilometer Paling Menyebalkan di Jalan Kaliurang yang Bikin Pengendara Naik Darah.MOJOK.CO

Ilustrasi 1 Kilometer Paling Menyebalkan di Jalan Kaliurang yang Bikin Pengendara Naik Darah (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau disuruh menyusun jalan mana saja yang paling menyebalkan di Jogja, Jalan Kaliurang sudah pasti masuk dalam daftar. Namun, jika harus menunjuk ruas mana dari jalan tersebut yang paling memuakkan, 1 kilometer dari Jalan Persatuan menuju lampu merah Kentungan di Ringroad Utara adalah jawabannya.

Jangan salah, sudah sejak lama ruas jalan yang kerap disingkat “Jakal” itu menjadi momok bagi para pengendara. Penyebabnya adalah kemacetan yang sulit buat dihindari.

Iklan

Bagaimana tidak, di Jalan Kaliurang kepadatan seolah tak mengenal waktu. Pagi, siang, sore, bahkan malam, volume kendaraan selalu membludak, memenuhi ruas jalan yang tak terlalu luas ini.

Data Dishub DIY pada 2023 lalu menunjukkan, Jalan Kaliurang memang menjadi jalan paling ramai di Jogja. Tingkat kepadatannya di atas 0,87 derajat kejenuhan, yakni 0,9. Kepadatannya bahkan bisa naik 2 sampai 3 kali lipat di jam-jam sibuk, apalagi musim liburan.

Kalau Jakal bagian atas menyebalkan karena jalanan rusak serta banyaknya truk dan bus-bus besar, di bagian bawah tentu beda penyebab.

Pengendara motor dan pengguna transportasi umum sama-sama dibikin stres

“Kalau dipikir-pikir ‘kan itu cuma 1 kilometer, tapi kalau pagi-pagi lagi macet parah, rasanya kejebak di situ seharian,” ujar Olin (21), mahasiswa UGM yang setiap hari melintasi Jalan Kaliurang untuk berangkat dan pulang ke kampus.

Olin tinggal di wilayah Gentan, kawasan di Jalan Kaliurang yang masuk kilometer 10. Sementara kampusnya berada Fakultas Biologi UGM. Alhasil, ia bakal melintasi rute Jalan Kaliurang tiap harinya.

Masalahnya, dari rumah sampai ke perempatan Kentungan, praktis Olin belum menemui obstacle yang menantang. Titik kemacetan memang ada, tapi masih bisa ia tolerir.

“Nah, rintangan sebenarnya itu masuk di jakal bawah. Kalau mood lagi nggak bagus, misuh-misuhku keluar semua di sana,” jelas mahasiswa asal Jawa Tengah ini, Rabu (10/7/2024).

Hal serupa juga dialami Denta (18), mahasiswa UGM lainnya angkatan paling baru. Setahun di Jogja, ia mengandalkan TemanBus (Bus TransJogja) sebagai transportasi utamanya berangkat dan pulang ngampus. 

Kalau pengendara sepeda motor yang bisa nyelip-nyelip saja masih mengeluhkan macetnya Jalan Kaliurang bawah, apalagi pengguna transportasi umum. Mahasiswa asal Malang ini mengaku, di jam-jam sibuk, busnya seperti terjebak tanpa bisa berjalan sejengkal pun. 

“Apesnya itu aku berangkat ngampus pasti selalu pagi, ketemu jam-jam macet. Jarak tempat tinggal ke kampus nggak sampai 4 kilo, tapi rasanya lama banget di jalan,” kata mahasiswa yang tinggal di Jalan Kaliurang KM 8 ini.

Banyak pengendara “goblok” di Jalan Kaliurang

Olin tak ingin menilai atau menduga faktor apa yang bikin Jalan Kaliurang bagian bawah (sisi selatan) sepanjang 1 kilometer itu selalu macet. Sebab, sepengalamannya di Jogja, titik-titik kemacetan tak hanya terjadi di jalan itu.

Dua jalan yang familiar dengan kemacetan, Gejayan dan Padjadjaran depan Pakuwon Mall, selalu dalam list-nya. Namun, karena tiap hari ia melintasi Jalan Kaliurang buat ngampus, maka kemarahannya terhadap ruas jalan ini selalu muncul tiap hari.

Iklan

Menurut Olin, selain macet, yang bikin Jalan Kaliurang menyebalkan adalah keberadaan “para pengendara goblok”. Dan, mereka ini tak mengenal usia maupun kelas sosial. Tua, muda, miskin, kaya, selalu aja tipikal pengendara seperti ini.

“Paling sering itu mereka tiba-tiba belok kanan dadakan, entah masuk gang atau mau ke ruko. Anjirlah! Nge-sen enggak, tiba-tiba belok,” kata Olin.

“Pernah suatu kali adikku yang baru pertama ke Jogja bawa motor di sekitaran situ. Dia hampir celaka gara-gara pengendara yang goblok kayak gitu.”

Tukang parkir meresahkan!

Selain pengendara goblok, Jalan Kaliurang bawah juga dipadati oleh tukang parkir. Ya, di ruas jalan ini, nyaris setiap ruko diparkiri. Beberapa tukang parkir mengambil alih punggung jalan sampai trotoar untuk menaruh kendaraan. Selain bikin jalan menjadi lebih sempit, tingkah ugal-ugalan mereka terkadang mengancam pengguna jalan lain.

Pantauan Mojok pada Rabu (10/7/2024) siang, nyaris tak ada yang tersisa bagi pejalan kaki di sekitaran Jalan Kailurang bawah. Trotoar habis buat berdagang dan sebagian lain dipakai parkir.

“Tukang-tukang parkir ini kalau ngeluarin kendaraan suka sembarangan,” kata Olin. “Bayangin aja kita-kita lagi ngelaju cepet banget, tiba-tiba disemprit bapak-bapak. Ada yang mau nyeberang. Hadeh!”

Maka, kata Olin, tak mengherankan saat pulang kuliah pada sore hari, pasti ada saja kejadian tragis di jalanan. Kebanyakan pengendara terjatuh karena ulah tukang parkir yang mengeluarkan kendaraan secara ugal-ugalan ini.

“Emang nggak sampai parah. Mungkin lecetnya pun dikit. Tapi apa mau nunggu sampai ada yang mati dulu biar hal kayak gini diperhatiin,” katanya.

“Kita udah stres sama jalan Kaliurang yang macet, guys! Janganlah ditambah lagi stresnya.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA 3 Alasan Mengapa Notoprajan Jogja Jadi Kawasan Paling Menyebalkan Bagi Driver Ojol

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2024 oleh

Tags: jakaljalan di jogjajalan kaliurangjalan kaliurang jogjaJogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Putus pertemanan di lingkungan kantor yang toxic. MOJOK.CO

Putus Pertemanan dengan Rekan Kerja Toxic adalah Jalan Terakhir Saya Hidup Bahagia dari Drama Usia 30-an

5 Agustus 2026
Hyrox. MOJOK.CO

Panduan Selamat sebelum Menjajal Hyrox agar Nggak Celaka: Dari Latihan Angkat Beban sampai Tips Punya Asuransi Jiwa

9 Agustus 2026
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.