Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Bagi Orang Jogja, Pondok Indah Mall Tidak Ramah Orang Miskin Karena Nggak Menyediakan Parkiran Motor

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
23 Juni 2024
A A
Bagi Orang Jogja, Pondok Indah Mall Tidak Ramah Orang Miskin Karena Nggak Menyediakan Parkiran Motor.MOJOK.CO

Ilustrasi Bagi Orang Jogja, Pondok Indah Mall Tidak Ramah Orang Miskin Karena Nggak Menyediakan Parkiran Motor (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak alasan mengapa Pondok Indah Mall Jakarta (PIM) merupakan mal yang kurang ramah bagi orang-orang miskin. Salah satu yang paling kelihatan, mal ini tak menyediakan tempat parkir bagi sepeda motor.

Pondok Indah Mall sendiri merupakan pusat perbelanjaan mewah yang berlokasi di persilangan Jalan Metro Pondok Indah dan Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan. Berdiri pada 1991, mal ini masuk lima besar mal terbaik di Jakarta.

Mall di Jakarta ini memiliki tiga bangunan utama yang saling terhubung, yakni PIM 1, PIM 2 dan PIM 3. Segmen pengunjung PIM sendiri merupakan golongan menengah ke atas dan para ekspatriat yang bermukim di kawasan Pondok Indah.

Mengingat lokasinya yang berada di Jakarta Selatan, mal ini pun menjadi tempat hangout favorit bagi “muda-mudi gaul Jaksel”. Sayangnya, bagi orang Jogja, masuk Pondok Indah Mall sudah seperti siksaan. Pelayanan dan fasilitasnya tak terlalu ramah bagi orang miskin.

Orang Jogja kaget tak nemu mal semewah PIM di daerahnya

“Selama hidup di Jogja, aku belum pernah nemu mall yang level mewahnya kayak PIM,” kata Rio (23), lelaki asal Jogja yang sudah hampir setahun bekerja di Jakarta. Malam itu, Sabtu (22/6/2024), kebetulan Rio sedang pulkam. Kami dipertemukan di sebuah acara konser musik underground di Sinduadi, Mlati, Sleman.

Rio bercerita, saat pertama kali memasuki Pondok Indah Mall, ia takjub bukan main. Padahal, sebelumnya ia menganggap Jogja adalah surganya mal. Di kota kelahirannya ini, tak sulit buat menemukan mal, dari yang biasa-biasa saja sampai yang sangat mewah.

Ada Pakuwon Mall, Ambarukmo Plaza (Amplaz), Galeria, Lippo Plaza, Sleman City Hall (SCH), dan Jogja City Mall (JCM). Semuanya recomended buat dikunjungi, tergantung kebutuhan.

“Di Jogja apa sih yang paling mewah? Pakuwon Mall ‘kan? Nah, itu levelnya menurutku belum ada apa-apanya dibanding PIM,” tegasnya.

Pondok Indah Mall (PIM) Jakarta Tidak Ramah Orang Miskin Karena Nggak Menyediakan Parkiran Motor.MOJOK.CO
Keindahan Pondok Indah Mall (PIM) 3 di Jaksel, mall terbaik di Jakarta (sumber: Wikipedia)

Bagi Rio, kalau sudah ngomongin fasilitas maka jatuhnya nggak apple to apple lagi. Menurutnya, dari semua aspek Pondok Indah Mall level kemewahannya sangat jauh dengan mal-mal yang ada di Jogja.

Dan, satu hal yang pasti di sini: nyaris tiap jengkal langkah di PIM pasti ketemu dengan artis ibu kota. “Gila aja, Bro, di PIM kita jalan dikit aja pasti ketemu artis yang selama ini cuma bisa kita lihat di medsos. Pada bening-bening aslinya,” tawa Rio, berkelakar.

Tapi, tak ada tempat parkir motor, merepotkan orang miskin!

Sayangnya, di balik gemerlap dan kemewahan Pondok Indah Mall, ada sisi buruk dari mal ini. Kata Rio, dengan nada yang berapi-api, “PIM tak ramah bagi orang miskin” seperti dirinya. 

Kalau bicara harga barang dan makanan di sini, jelas itu bukan level kaum jelata. Sebab, Pondok Indah Mall memang dibangun buat segmen orang-orang kaya.

Namun, yang paling sederhana saja, mal ini tidak menyediakan tempat parkir bagi sepeda motor. “Keliatan banget ‘kan mereka anti sama sepeda motor. Mana ada orang kaya pakai motor,” ujar Rio diikuti tawa kecil.

Sekitar Agustus 2023 lalu, untuk pertama kalinya Rio hijrah ke Jakarta. Setelah beberapa bulan lulus kuliah dari UGM, ia diterima kerja di ibu kota. Calon bosnya mengundangnya untuk bertemu di Pondok Indah Mall sebelum dia aktif bekerja.

Iklan

Betapa kagetnya Rio karena sewaktu ia datang, dirinya kebingungan mencari parkiran motor. Yang bikin dia heran lagi, meski banyak yang melihatnya kebingungan, tak ada satupun petugas yang mengarahkan.

Untungnya, salah seorang pengunjung yang kebetulan ada di parkiran, bilang pada Rio bahwa PIM memang tak menyediakan parkiran motor. Biasanya, para pengguna motor parkir di tempat khusus di sekitaran mal.

“Waduh, malu banget itu, mana aku ngerasa orang-orang yang ngingetin itu kayak nahan tawa gitu. Palingan aku dianggap udik,” katanya.

“Ya mau gak mau aku parkir rada jauh dari PIM, lumayan lah jalannya jauh. Makanya, kalau diminta ketemuan di PIM lagi aku mending pakai ojol.”

Baca halaman selanjutnya…

Sejak awal 2024 menyediakan parkiran motor. Tapi… khusus moge!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2024 oleh

Tags: jakarta selatanMall di Jakartamall terbaik di jakartapimpim jakartapondok indah mall
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

blok m jakarta selatan.mojok.co
Urban

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO
Ragam

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO
Kuliner

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Kemang, Saksi Bisu Kepura-puraan Perantau Jawa: Rela Ngomong “Lu-Gue” hingga Paksa Selera Musik demi Bisa Bergaul di Jaksel MOJOK.CO
Ragam

Kemang, Saksi Bisu Kepura-puraan Perantau Jawa: Rela Ngomong “Lu-Gue” hingga Paksa Selera Musik demi Bisa Bergaul di Jaksel

6 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Festival Dandangan Kudus tak sekadar denyut perekonomian. MOJOK.CO

Menemukan Hal Baru di Festival Dandangan Kudus 2026 setelah Ratusan Tahun, Tak Sekadar Kulineran dan Perayaan Sambut Ramadan

11 Februari 2026
Malioboro, Jogja, aksi demo.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Luncurkan Program ‘Setu Sinau’ di Malioboro, Wisatawan Kini Bisa Belajar Budaya Sambil Jalan-Jalan

12 Februari 2026
Lulusan SMK ngaku dapat gaji 20 juta saat kerja di Sidoarjo agar orang tua tidak direndahkan karena standar sukses di desa MOJOK.CO

Lulusan SMK Ngaku Kerja Gaji 20 Juta Perbulan agar Ortu Tak Direndahkan, Tapi Masih Tak Cukup buat Ikuti Standar Sukses di Desa

12 Februari 2026
slow living, jawa tengah.MOJOK.CO

Omong Kosong Slow Living di Jawa Tengah: Gaji Kecil, Tanggungan Besar, Ditambah Tuntutan “Rukun” yang Bikin Boros

11 Februari 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
Pelajaran hidup dari kereta api (ka) ekonomi MOJOK.CO

Kereta Api Ekonomi Memang Nyiksa Punggung dan Dengkul, Tapi Penuh Pelajaran Hidup dan Kehangatan dari Orang-orang Tulus

13 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.