Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pertama Kali ke Angkringan Pendopo Ndalem Jogja Malu-maluin karena Tak Bisa Meracik Teh, Beruntung Penjualnya “Pangerten”

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
16 September 2025
A A
Angkringan Pendopo Ndalem Pakuningratan Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - Ines, salah satu penjaga angkringan di Pendopo Ndalem Pakungrakatan Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak jauh dari Pasar Ngasem, Jogja ada sebuah angkringan di atas bangunan bersejarah kraton. Tepatnya di Pendopo Ndalem Pakuningratan. Berbeda dengan warung angkringan biasa yang kerap menggunakan gerobak kecil dan tenda di pinggir jalan, angkringan ini justru memanfaatkan pendopo Jawa untuk disulap menjadi area makan.

***

Iklan

Mulanya, saya dipaksa teman untuk pergi ke angkringan Pendopo Ndalem Pakuningratan di Jalan Sompilang Ngasem 12, Kadipaten, Kraton Jogja. Waktu itu saya tidak mood bepergian karena beberapa minggu terakhir perut saya sedang tidak karuan menanti datang bulan. 

Apalagi harus sepeda motoran di malam hari karena angkringan tersebut baru buka dari pukul 18.00 WIB hingga 00.00 WIB. Ya, namanya juga angkringan. Namun, saat teman saya bilang ada angkringan yang menjual minuman teh dari daun-daun camellia sinensis, saya jadi tergiur. 

Dan benar saja, saya terkesima melihat berbagai teh rempah yang dijual di sana. Cocok untuk penderita asam lambung seperti saya yang kurang bisa menikmati kopi.

Di tengah lagu-lagu Jawa yang tersiar di seantero ruangan pendopo, saya sedikit kikuk saat memesan teh-teh yang berjejer di dalam toples. Ada teh raket, teh dandang, teh poci, teh kepyur, teh pecut, teh kepala djenggot, teh impala, teh cap botol, teh jawa, dan masih banyak lagi.

Saking banyaknya, saya jadi bingung memilih. Selain itu, kalau boleh jujur saja, itu adalah pertama kali saya mengunjungi angkringan teh dengan konsep prasmanan alias ambil sendiri. Jadi bisa dibayangkan betapa kagoknya saya saat disuruh meracik teh sendiri.

Pendopo ndalem. MOJOK.CO
Suasana Pendopo Ndalem Pakuningratan Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Melihat kebingungan saya, para penjaga angkringan pun menyapa saya dengan ramah. Mereka memberitahu saya cara meracik teh dengan benar, serta menawarkan wedangan lain yang bisa dicicipi. Dari situlah kami banyak mengobrol.

Belajar meracik teh di angkringan Pendopo Ndalem Pakuningratan Jogja

Ines (51), salah seorang penjaga angkringan Pendopo Ndalem Pakuningratan, Ngasem, Jogja menyarankan saya agar mengambil beberapa macam bubuk teh. Bisa satu sampai tiga rasa untuk kemudian dicampur di dalam gelas. Saya pun memilih teh gardoe, teh kepyur, dan teh jawa yang masing-masing saya ambil satu sendok teh. 

Jujur, jenis teh tersebut saya pilih asal karena sama sekali belum pernah mencicipi ketiganya. Hanya saja, gambar dari nama-nama tehnya cukup menarik minat saya untuk mencoba.

“Karena biasanya kalau lebih dari tiga sendok, rasanya bakal pahit tapi tergantung selera juga Mbak. Bayarnya seikhlasnya,” kata Ines di mana kalimat terakhir itu membuat saya sedikit terkejut.

Ines sendiri sebetulnya tidak paham cara meracik teh di awal ia bekerja sebagai penjaga angkringan di Pendopo Ndalem Pakuningratan, Ngasem, Jogja. Perempuan asal Temanggung yang sudah bekerja selama tiga tahun itu mengaku belajar dari pengalaman. 

Ines, penjaga angkringan. MOJOK.CO
Ines (51) asal Temanggung yang menjaga angkringan. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Istilahnya waktu itu saya kepepet karena tidak ada tenaga yang bisa membantu, tapi dari proses mengamati pelanggan yang sudah jago membuat teh saya akhirnya paham dan jadi bisa,” kata Ines.

“Tapi walaupun tahu caranya, saya juga harus tahu komposisinya. Karena komposisi itu kan nomor satu ya. Kalaupun tahu komposisinya tapi nggak tahu takarannya, rasanya bakal kurang pas,” lanjutnya.

Setelah racikan sudah jadi, saya menunggu di tempat duduk sambil mengamati salah satu penjaga lain yang menuangkan air panas ke dalam gelas saya. Ia juga menawarkan gula pasir atau gula batu untuk menambah rasa manis.

Sementara itu, Ines biasa membaca buku di pintu masuk samping dekat radio jika belum ada pelanggan lagi yang datang. Di tengah sesi menunggu, saya melihat-lihat menu Dhaharan di sisi depan pendopo.

Jenis-jenis teh yang murah meriah

Selain jenis-jenis teh yang berada di dalam toples, ada menu Patehan seperti teh, teh jahe, teh lemon, teh rosela, jeruk, lemon, kopi, kopi susu, tape, tape susu yang dibrandol dari harga Rp5 ribu sampai Rp11 ribu. 

“Teh rosela ini agak pahit tapi banyak khasiatnya. Kami juga punya wedang mawar khusus untuk malam Jumat saja,” jelas Ines.

Iklan
Ragam teh di angkringan. MOJOK.CO
Ragam teh di angkringan Pendopo ndalem pakuningratan Jogja. MOJOK.CO

Lalu, ada menu Cekokan seperti setup nanas, setup jambu, jahe, jahe lemon, jahe sere, jahe telang, jahe rosela, jahe tape, jahe susu, hingga kunir asem yang dijual mulai dari harga Rp8 ribu hingga Rp11 ribu.

Ada juga menu Pendhapa yang isinya campuran dari bahan rempah-rempah. Misalnya, teh pakoeningratan yang merupakan teh rempah khas ndalem pakoeningratan dengan gula batu. Harganya cuman Rp9 ribu.

Lalu ada wedang pendhapa yang terdiri dari jahe, sereh, kayu manis, cengkeh kapulaga, dan bunga lawang seharga Rp11 ribu. Jika ingin menambah susu, pembeli hanya perlu menambah Rp2 ribu.

Selain itu, ada wedang uwuh yang terdiri dari jahe, daun cengkeh, dan secang. Sementara, wedang secang terdiri dari jahe, sereh, kayu manis, cengkeh, kapulaga, kayu secang. Harga wedang uwuh hanya Rp9 ribu sedangkan wedang secang seharga Rp10 ribu. Bisa juga menambah susu.

Terakhir, menu Pendhapa menyajikan bir jawa. Dengan uang Rp11 ribu kamu bisa menikmati minuman tersebut yang terdiri dari jahe, sereh, kayu manis, cengkeh, kapulaga, kayi secang, dan perasan lemon.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Jogja Tercipta dari Kenangan dan Teh di Angkringan, bukan Kopi di Kafe Tongkrongan atau baca juga liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2025 oleh

Tags: angkringanJogjakedai tehkuliner ngasempakuningrakatanpendopo ndalemrekomendasi kuliner Jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.