ADVERTISEMENT

Pengalaman Pahit Lulusan SMA Ditolak Kerja 300 kali karena Dianggap Sok Tahu, Kini Sudah Nggak Mau Dibodohi dan Pilih “Upgrade” Diri

Lulusan SMA ditolak kerja 300 kali, kini ingin kuliah S1. MOJOK.CO

Disuruh hafalan rukun iman

Usai ditolak oleh perusahaan redflag, Salma tak menyerah untuk mengirim puluhan lamaran kerja lainnya. Beberapa minggu kemudian, ia mendapat kabar gembira karena dinyatakan lolos wawancara tahap pertama dan kedua. 

Selanjutnya, ia harus mengikuti wawancara ke tiga yang berisi topik keagamaan. Ia sendiri tak terlalu paham dengan proses tersebut, sebab selama melamar kerja sebagai konten media spesialis maupun content creator, baru kali ini ia ditanya soal rukun Islam dan rukun Iman.

“Jadi aku dites gitu, istilahnya tentang kepemahaman agama. Nah, salah satu tesnya aku disuruh nyebutin rukun Islam dan iman,” ujar lulusan SMA tersebut.

“Jujur saja, waktu aku jawab pertanyaan tersebut aku mengaku nggak lancar dan nggak urut, karena nggak ekspek aja pertanyaannya bakal keluar yang itu,” lanjutnya.

Alhasil, ia dinyatakan tidak lolos tahap wawancara, dan otomatis tidak bisa lanjut ke tahap interview user. Padahal, Salma sudah bela-belain wawancara sampai ke luar kota.

“Tapi bisa jadi, nggak lolosnya bukan karena nggak hafal rukun iman dan Islam juga sih, bisa juga karena faktor lain. Cuman sebel juga kalau diinget, tapi lucu,” kata Salma.

Lulusan SMA ternyata nggak menguntungkan, ingin upgrade diri

Setelah ditolak ratusan kali oleh perusahaan, Salma akhirnya sadar sepertinya ia perlu meningkatkan kemampuannya dengan kuliah. Oleh karena itu, saat ini ia sedang sibuk kuliah, alih-alih menyebar ratusan lamaran kerja seperti dulu. 

Di sela-sela waktunya kuliah S1 di Universitas Terbuka Jurusan Ilmu Komunikasi, Salma turut membuat konten dan menerima endorse-san. Upahnya bisa sekitar Rp2 juta per bulan. Kebanyakan kontennya soal kehidupan Salma sebagai anak lulusan SMA yang nekat ngekos, meski gajinya tak seberapa. 

Salma berharap setelah lulus kuliah S1 Ilmu Komunikasi nanti, ia punya jenjang karier yang lebih baik. Atau setidak-tidaknya, bisa menyerap banyak ilmu di bangku perkuliahan S1.

“Aku ingin tetap bisa kerja di dunia sosial media, tapi dengan jenjang karier dan gaji yang lebih baik. Serta, ingin punya lingkungan kerja yang bisa bikin potensiku berkembang,” ujar Salma.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Penyesalan Tak Pernah Magang: Lulus Jadi Fresh Graduate “Kosongan”, Kelabakan Puluhan Kali Ditolak Kerja hingga 2 Tahun Jadi Pengangguran atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2025 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.