Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Ngopi di Jalan Ahmad Yani Nganjuk “Setor Nyawa”, Risiko Bonyok akibat Bentrok Rutinan Oknum PSHT vs Pagar Nusa

Muhammad Ridhoi oleh Muhammad Ridhoi
2 Agustus 2024
A A
psht, demo.MOJOK.CO

Ilustrasi - Memahami Isi Hati Warga PSHT, Ingin Ikut Demo Melawan Rezim tapi Dilema (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ngopi yang seharusnya asyik dan santai bisa berubah menjadi aktivitas penuh risiko kalau ngopinya di Jalan Ahmad Yani, Nganjuk. Sebab, kawasan tersebut kerap menjadi arena bentrok antarperguruan silat. Yang paling sering misalnya PSHT vs Pagar Nusa.

***

Iklan

Slogan ngopi ae ben gak resiko (ngopi aja biar tidak risiko) sepertinya tidak cocok kalau diterapkan di Nganjuk. Sebab, ngopi di Nganjuk, khususnya di Jalan Ahmad Yani, benar-benar penuh risiko.

Bagaimana tidak. Jalan Ahmad Yani pada dasarnya menyuguhkan banyak pilihan tempat ngopi. Baik warung kopi maupun angkringan. Namun, kerusuhan antara PSHT vs Pagar Nusa juga menjadi sajian yang tentu saja bikin suasana ngopi yang seharusnya santai, malah berubah mencekam.

Saya sendiri sudah berulang kali mengalaminya. Yang paling baru yakni pada Juni 2024 lalu.

Waktu itu saya sedang ngopi di angkringan milik teman saya di Jalan Ahmad Yani, Nganjuk. Panggil saja Dandi* (20), bukan nama asli. Selain untuk ngopi, saya memang bermaksud ngobrol banyak dengannya karena sudah lama kami tak bersua. Kami pun srawung hingga hampir tengah malam.

Menjelang tengah malam, tiba-tiba saja dari kejauhan muncul beberapa kelompok orang yang mengendarai motor sambil bleyer-bleyer. Mereka berteriak, misuh-misuh, dan melakukan aksi-aksi provokatif lain.

Yang mengagetkan, beriringan dengan munculnya sekelompok pengendara motor tersebut, tiba-tiba sekelompok orang yang semula ngopi di angkringan sebelah angkringan Dandi berlari berhamburan. Mereka mengejar para pengendara motor tersebut dengan melempar batu. Tak lama kemudian, bentrok pun tak terhindarkan.

Beruntung saya selamat. Baru saya tahu kemudian, kalau ternyata bentrokan tadi sudah terencana. Para pengendara motor adalah anak-anak dari perguruan silat Pagar Nusa. Sementara orang-orang yang berhamburan dari angkringan dari PSHT. Mereka memang sedang bersiap untuk saling luruk/labrak. 

Jalan Ahmad Yani Nganjuk: gelanggang bentrok PSHT vs Pagar Nusa

Dandi sebagai pemilik angkringan mengungkapkan bahwa biang perseteruan di Jalan Ahmad Yani adalah para oknum pesilat yang fanatik. Lebih sering dari kalangan PSHT dan Pagar Nusa.

Hal itu ia ketahui sendiri dari hasil pembicaraan dengan salah satu pengunjungnya yang merupakan bagian dari kelompok pesilat tersebut. Pun ia sendiri juga sudah tak terhitung berjualan di tengah-tengah bentrok antarperguruan silat tersebut.

“Biasanya di kaosnya (oknum pesilat yang bentrok) ada tulisan Gashak, Shorenk, Ligas, macam-macam lah,” beber Dandi saat Mojok wawancarai pada Senin (22/7/2024) malam WIB.

Dandi awalnya mengira itu adalah nama sebuah geng. Namun ketika ia mendengar cerita dari orang lain, ia baru mengetahui bahwa itu merupakan nama komunitas pesilat di PSHT dan Pagar Nusa.

Gashak dan Shorenk adalah nama komunitas fanatik PSHT. Sementara Ligas adalah nama komunitas fanatik Pagar Nusa.

Iklan

“Tapi nggak semua pakai (atribut). Beberapa memang pakai, beberapa yang lain pakai hoodie. Mungkin biar nggak ketahuan (wajahnya),” imbuhnya.

Mirisnya, kebanyakan dari mereka yang bentrokan adalah remaja yang masih sekolah. Hal ini seperti yang sudah Dandi pastikan dari pengunjung angkringannya yang merupakan bagian dari salah satu perguruan silat tersebut. Bedanya, pengunjung Dandi itu sebenarnya sangat tidak sepakat dengan tindakan-tindakan anarkis.

Bentrokan PSHT vs Pagar Nusa di Jalan Ahmad Yani Nganjuk bisa 2 sampai 3 kali dalam seminggu

Dandi menuturkan, bentrok PSHT vs Pagar Nusa di Jalan Ahmad Yani Nganjuk memang sudah biasa terjadi. Dalam seminggu bisa dua sampai tiga kali bentrok. Meski kadang bisa juga tidak sama sekali.

“Pernah waktu itu aku lagi jaga angkringan. Kebetulan juga ada pengunjung. Tiba-tiba bentrokan, batu-batu terbang kena angkringan saya,” ungkap penjaga angkringan itu.

Akibatnya, Dandi terpaksa tutup lebih awal. Padahal, biasanya–jika situasi adem ayem–ia baru akan menutup angkringannya lewat tengah malam.

Alhasil, ia harus kehilangan banyak pelanggan. Bagaimanapun juga, kalau sudah terjadi bentrok, hal pertama ia lakukan adalah menyelamatkan sumber uangnya: angkringan. Ora risiko, Rek!

“Kalau bentrokannya, biasanya jam sepuluh malam ke atas,” sambungnya.

Jadi korban salah sasaran

Dandi bercerita, salah satu temannya pernah menjadi korban salah sasaran bentrokan antara PSHT vs Pagar Nusa di Jalan Ahmad Yani, Nganjuk. Kejadian itu bermula saat temannya sedang ngopi di angkringannya dan duduk tepat di pinggiran trotoar.

“Jadi temanku itu pernah kena lemparan batu, pas kena muka,” tuturnya. Tentu bonyok lah muka teman Dandi tersebut.

Cerita serupa Mojok dapat dari Bayu (20). Saat itu Bayu baru tiba dari Madiun setelah menempuh perjalanan motor kurang lebih 45 menit.

Saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Nganjuk, ia sengaja berhenti untuk mencari makan. Perutnya sudah terasa keroncongan. Tanpa ia sangka, ia malah kena sergap oleh sekelompok pesilat.

“Waktu itu aku lagi nyari nasi pecel di pertigaan depan Taman Nyawiji. Pas di jalan dihadang oleh pesilat,” kenang Bayu.

Para pengroyok tersebut berasal dari PSHT. Mereka mengira Bayu adalah salah satu bagian dari komunitas musuh (Pagar Nusa). Karena Bayu mengenakan hoodie hitam yang memang kerap dipakai oleh oknum pesilat Pagar Nusa yang sering terlibat bentrok.

Bayu berusaha menjelaskan kalau mereka salah sasaran. Namun, belum tuntas ia menjelaskan, pukulan sudah mendarat di pipinya. Untungnya, Bayu punya cukup energi untuk segera keluar dari pengroyokan. Dengan cepat ia memacu motornya untuk kabur sejauh-jauhnya.

Baca halaman selanjutnya…

Ke mana Polisi dan Satpol PP?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2024 oleh

Tags: a yani nganjukahmad yani nganjukangkringannganjukpagar nusaperguruan silatPSHTsilatwarung kopi nganjuk
Muhammad Ridhoi

Muhammad Ridhoi

Artikel Terkait

Cerita Lola Nadiya Putri, peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 yang mengangkat persoalan crab mentality yang menghambat perempuan desa di Nganjuk untuk tumbuh dan maju MOJOK.CO
Eksplor

Ironi Perempuan di Desa: Dihambat Tumbuh dan Maju karena Crab Mentality

4 Juli 2026
Angkringan di Stasiun Lempuyangan Jogja jadi tempat meleram kegelisahan MOJOK.CO
Catatan

Angkringan Lempuyangan Jogja Berisi Rindu, Kegagalan, dan Beban Finansial Para Pejuang Perantauan

22 Juni 2026
Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO
Sosok

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.