Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Siasat Ojol Semarang Mencari Keuntungan di Tengah Kebingungan Penumpang

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
5 November 2025
A A
Driver ojek online (ojol) Semarang cari untung di tengah kebingungan penumpang MOJOK.CO

Ilustrasi - Driver ojek online (ojol) Semarang cari untung di tengah kebingungan penumpang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sekelompok driver ojek online (ojol) berkerumun di Jalan Raya Genuk, Semarang. Mereka mencegat setiap orang yang baru saja turun dari bus. Situasi di Semarang memungkinkan para driver ojol itu untuk “mencari keuntungan” lebih besar dari hari-hari biasa.

***

Banjir Semarang membuat saya agak kesulitan mencari bus untuk perjalanan Rembang-Semarang pada Kamis (30/10/2025). Kebanyakan bus hanya menjamin akan mengantar penumpang sampai Kudus saja. Sisanya—perjalanan Kudus-Semarang—akan dicarikan nanti setibanya di Terminal Jati Kota Kretek.

Menunggu dari pukul 08.00 WIB, baru pada pukul 09.00 WIB melintas satu bus yang menyanggupi mengantar penumpang sampai ke Semarang. Saya pun naik bus itu.

Hari itu saya harus ke Solo dan tiba sebelum Asar untuk mengejar tugas liputan. Sebenarnya ada pilihan naik travel. Ada travel terusan Rembang-Semarang-Solo. Namun, di tengah situasi banjir Semarang, tidak sedikit travel dari arah Rembang yang memutuskan menutup operasi.

Ada juga travel langsung Rembang-Solo lewat jalur selatan (Blora-Cepu-Ngawi-Sragen-Solo). Hanya saja jam keberangkatannya selepas Asar. Tidak keburu.

Para penumpang kebingungan di Jalan Raya Genuk

Bus Surabaya-Semarang yang saya naiki memang masuk Semarang. Namun, bus hanya berani menurunkan penumpang di perempatan pertama Jalan Raya Genuk.

Tak ayal para penumpang kebingungan. Sebab, jarak ke Jalan Raya Genuk Baru—loket bus untuk arah Jogja dan Cilacap dan sekitarnya—masih jauh. Apalagi Terminal Terboyo, masih lebih jauh lagi.

Tapi saya mewajari keputusan si bus tidak sampai ke Jalan Raya Genuk Baru atau Terminal Terboyo. Saat turun, di depan saya terpampang genangan air yang cukup tinggi.

Saya sempat sengaja berjalan mendekat ke genangan air untuk mengetahui seberapa tingginya. Selangkah, semata kaki saya terbenam. Jalan beberapa langkah lagi, air bah sudah berada di atas mata kaki. Tampak hanya truk-truk besar yang bisa menerobos genangan banjir itu.

Tak pelak jika para penumpang kebingungan. Mau lewat mana?

Kesempatan bagi para driver ojek online (ojol) Semarang

“Nggak bisa lewat. Pakai ojek saja.” Teriak seorang driver ojol.

“Mau ke mana? Nggak ada jalan. Kalau mau saya antar.” Sambung yang lain.

Ada beberapa penumpang yang nekat jalan menerobos genangan air demi mencapai Jalan Raya Genuk Baru. Ada juga yang berkali-kali memencet aplikasi ojol untuk mencari driver yang bisa mengantar ke Terminal Terboyo Semarang.

Iklan

“Mbak, di sini nggak ada driver ojek yang online. Aplikasi dimatikan. Kalau mau kami antar, tarif di luar aplikasi,” ujar seorang driver ke mbak-mbak yang sedari turun dari bus kebingungan sembari memencet-mencet aplikasi ojol.

“Berapa?” Tanya si perempuan usai menyebut tujuan.

“Rp50 ribu, Mbak,” jawab si driver.

“Mahal amat. Di aplikasi cuma Rp20 ribu.”

“Mbak, kamu lihat, banjir semua itu. Nggak ada ojol yang mau ambil orderan. Percaya saya.”

Si perempuan bergeming. Dia kembali sibuk dengan layar ponselnya. Sementara si driver pergi menjauh.

Rp70 ribu amblas untuk ngojek dari harga asli Rp23 ribu

Saya mencoba mendekati seorang driver ojol di Jalan Raya Genuk Semarang itu. Memastikan berapa tarif untuk tujuan Joglosemar?

“Rp70 ribu, Mas. Kalau nggak Rp70 ribu, kami nggak ada yang mau,” kata si driver.

Gila, mahal juga. Batin saya. Karena kalau di aplikasi hanya di kisaran Rp23 ribuan.

Tapi saya memang tak sedang ingin menawar. Saya harus lekas sampai di travel Joglosemar untuk segera tiba di Solo. Toh saya pegang uang saku jatah transportasi dari kantor. Saya sepakat saja dengan tarif yang dipasang si driver ojol Semarang itu.

Dia dengan gegas pun menyodorkan helm ke saya, menyingsingkan celana, lalu menancap motor BeAT-nya untuk mengantar saya ke travel Joglosemar.

Driver ojek online (ojol) Semarang “terpaksa” pasang tarif tinggi

Banjir Semarang tidak hanya menerjang bagian jalan raya. Tapi juga sebagian dalam daerah timur. Driver ojol yang membonceng saya menerjang genangan air yang menyentuh knalpot motor. Kondisi daerah dalam pun sama macetnya dengan jalan raya (luar).

Sepatu dan celana bagian bawah saya tak pelak basah kuyup. Terciprat air dari roda-roda kendaraan lain. Itu bukan jalanan lagi, tapi seperti sungai.

“Kondisinya seperti ini, Mas, jadi tarifnya harus mahal. Kalau nggak banjir seperti ini, tarifnya pasti normal,” ujar si driver.

Sejak banjir menggenangi Semarang, kata si driver itu, banyak ojol yang sengaja mematikan aplikasi untuk area Genuk. Lalu memasang tarif tinggi untuk mengantar penumpang tanpa jalur aplikasi.

“Karena risiko, Mas. Motor nerabas banjir ini nanti pasti ada yang kena. Harus servis. Kalau harga sesuai aplikasi, kami rugi. Nggak cucuk dengan biaya servisnya,” beber si driver ojol Semarang itu.

Bukan semata cari untung?

“Kenapa nggak jauhi saja area Genuk, lalu narik area kota atau area yang nggak kena banjir?” Tanya saya.

Si driver mengakui, pasti ada untung dengan narik penumpang non-aplikasi. Karena driver bisa menentukan tarif sendiri.

“Kasihan juga para penumpang karena bus nggak ada yang masuk ke terminal. Jadi dengan kami ada di sana kan bantu juga,” jawab si driver.

Setiba di travel Joglosemar, si driver ojol Semarang itu mengucapkan terima kasih karena saya membayar sesuai kesepakatan. Berkali-kali pula ia menegaskan kalau dia terpaksa mematok tarif tinggi. “Tenan, Mas, kalau nggak banjir pasti tarifnya normal,” katanya.

Saya mengangguk tak masalah. Meski kemudian saya tahu dari beberapa orang, itu hanya “siasat curang” belaka. Ah, rasanya tak perlu terlalu saya pikirkan. Saya harus segera tiba di Solo sebelum Asar.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: 4 Etika ke Driver Ojol agar Tak Sakiti Hati, Hanya Perlu Dimaklumi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 5 November 2025 oleh

Tags: banjir semarangdriver ojolojek onlineojolojol semarangSemarang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO
Kilas

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO
Esai

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Menormalisasi memberi bintang 5 ke driveri ojek online (ojol) meski tidak memuaskan. Bintang 1 bikin rezeki mereka seret MOJOK.CO
Catatan

Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga

2 Mei 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO
Catatan

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.