Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Panduan Parkir di Tunjungan Plaza buat Orang Luar Surabaya, Salah Parkir Bisa Nyasar Berjam-jam

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
28 Januari 2025
A A
Mal terbesar di Surabaya, Tunjungan Plaza (TP). MOJOK.CO

ilustrasi - mal di Surabaya, Tunjungan Plaza (TP) di Embong Malang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai warga Semarang yang pergi berlibur ke Surabaya, Angel (24) mengaku tak asing mendengar mal Tunjungan Plaza alias TP. Tahun 2017 lalu, mal ini digadang-gadang sebagai mal terbesar kedua di Indonesia mengalahkan Mal Kelapa Gading di Jakarta Utara. Sangking luasnya, Angel pernah nyasar. Tak hanya dia, beberapa warga asli Surabaya juga pernah mengalaminya.

***

Angel mengunjungi Surabaya pada tahun 2023 bersama keluarganya. Saat itu, mereka sedang liburan dan kebetulan menginap di hotel dekat Tunjungan Plaza. Di sela-sela istirahatnya, ia ingin keluar membeli makan sekaligus belanja bersama ibunya.

“Kami cuman sebentar di Surabaya, jadi sebelum besoknya pulang aku pengin main dulu. Ternyata, paling dekat dengan hotel ya TP itu,” ucapnya, Senin (27/1/2025).

“Aku juga sering dengar kalau TP mal terbesar se-Asia Tenggara?” lanjutnya terlihat ragu.

Mal Tunjungan Plaza berdiri sejak tahun 1986. Seiring berjalannya waktu, pusat perbelanjaan tersebut mempunyai 6 bangunan utama yang saling terhubung. Pihak mal membagi ruang bangunan dari TP1 hingga 6. 

TP1 terdiri dari 7 lantai, TP2 punya 15 lantai, TP3 hingga 4 puya 9 lantai. Bangunan TP 1-3 terletak di Jalan Jenderal Basuki Rachmat. Sedangkan, TP5 dan 6 memiliki 52 lantai. Lokasinya di Jalan Embong Malang–jalan yang terhubung dengan Basuki Rahmat.

Saking besarnya mal tersebut, Angel yang baru pertama kali berkunjung ke sana, sampai pusing dibuatnya. Sialnya, ia sampai harus nyasar berjam-jam di dalam mal. 

Nyasar berjam-jam di Tunjungan Plaza (TP), Surabaya

Selepas maghrib atau sekitar pukul 18.00 WIB, Angel berniat mencari makanan di food court Tunjungan Plaza, Surabaya. Entah, gedung lantai berapa yang ia masuki, tapi ia tidak terlalu khawatir karena memang ingin jalan-jalan bersama ibunya, sekaligus belanja.

“Aku beli baju merk Uniqlo seharga Rp300-500 ribu. Kalau mamaku beli tas di Kate Spade, kira-kira harganya sekitar Rp5-6 juta. Tapi kalau di tempat makanku itu murah, kami makan berdua habis Rp180 ribu kayaknya,” ucap Angel.

peta Tunjungan Plaza. MOJOK.CO
Peta Tunjungan Plaza dari gedung 1 sampai 6. (Dok. Tunjungan Plaza)

Tak terasa, jam di gawai Angel sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB. Karena sudah puas melihat-lihat, Angel dan ibunya memutuskan untuk pulang tanpa perasaan khawatir. Namun, sampai pukul 21.00 WIB, mereka jadi kebingungan sendiri mencari pintu keluar. 

“Aku pas itu masuk lewat mana, keluar lewat mana. Niatnya kami mau keluar lewat pintu yang sama, malah ternyata beda lagi,” ucapnya, “Apalagi, tiap bangunan itu kan nyambung dan nggak urut. Jadi bingung,” lanjutnya.

Alhasil, mereka baru bisa keluar mal pukul 22.00 WIB berkat melihat papan petunjuk. Entah, dari pintu sebelah mana. Ia lebih memilih berkelana sendiri ketimbang harus bertanya kepada satpam. Bagi Angel, berkelana melewati ruko-ruko menjadi kenikmatan sendiri saat nge-mal.

Ia merasa beruntung karena setelah keluar mal, ia dan ibunya bisa jalan kaki untuk pulang. Tidak terbayang pusingnya, jika dia lupa lokasi parkir untuk kendaraan mobil maupun sepeda motor. 

Iklan

Parkir sesuai nomor gedung Tunjungan Plaza, Surabaya

Apa yang dibayangkan Angel ternyata sering terjadi di kehidupan nyata. Berdasarkan penelusuran saya di akun media sosial Tunjungan Plaza, Surabaya, pengunjung kerap mengeluhkan sulitnya mencari lahan parkir, apalagi untuk sepeda motor.

“TP hanya menyediakan parkir yang layak buat bermobil, masa kalah sama adeknya (Pakuwon Mall) yang lebih memanusiakan pengunjung beroda dua,” tulis salah seorang warganet di kolom komentar akun Instagram @tunjungan_plaza, yang Mojok kutip Selasa (28/1/2025).

Melansir dari video lain di akun Instagram resmi Tunjungan Plaza, pengunjung dapat masuk area parkir TP 3 di seberang MC Donalds Basuki Rachmat. Maju sekitar 300 meter saja, pengunjung sudah bisa menemukan pintu masuk parkir untuk TP 1 dan 2, tepatnya di Jalan Basuki Rachmat, sebelum gedung Mandiri dan Hotel Tunjungan.

Tunjungan Plaza, mal di Surabaya. MOJOK.CO
ilustrasi – parkiran mal Tunjungan Plaza, Surabaya gedung 1 dan 2. (Dok. Street View Google Maps)

Di antara gang-gang sempit

Sementara, untuk pintu masuk parkir TP4 dan TP5 berada di Jalan Embong Malang, dekat dengan gedung SOGO. Tak jauh dari sana, sekitar 200 meter, ada pintu masuk untuk parkir TP3 dan 6. Dekat dengan Sheraton Hotel.

Namun, tak semua tempat yang ditunjukkan dalam video tersebut bisa digunakan untuk memarkir sepeda motor. Kebanyakan diperuntukkan untuk area parkir mobil. Dalam video berbeda, admin TikTok TP menunjukkan arah jalan menuju parkir khusus sepeda motor yang resmi dikelola oleh mal di Surabaya tersebut.

Parkiran khusus sepeda motor itu terletak di Jalan Embong Malang, tepatnya di belakang TP6. Dari sana, pengunjung bisa jalan sedikit menuju mal TP3, lantai UG, sebelah ruko Nike atau menuju ke TP6 lewat lantai LG.

Namun, berdasarkan pengalaman saya, akses ke parkiran tersebut harus melewati gang-gang sempit. Suasananya seperti blusukan. Tak jarang gang-gang tersebut juga dijadikan lahan parkir tak resmi oleh masyarakat setempat. Misalnya, di Jalan Kaliasin Pompa, Jalan Plemahan, hingga Jalan Kedung Doro. 

Sebagai informasi, setiap parkiran dari gedung TP 1-6 punya pilar warna yang berbeda. Pilar TP1 berwarna hijau, TP2 berwarna merah, TP3 berwarna orange, TP4 berwarna ungu, TP5 berwarna biru, dan TP6 berwarna abu-abu. Jika mudah lupa, pengunjung bisa memotret setiap spot sebagai penanda.

Lahan baru: “Parkiran 2” dekat Ice Skating

Selain lokasi parkir di atas, warga asli Surabaya, Sintia (24) punya area parkir khusus untuk nge-mal di Tunjungan Plaza. Ia mengaku sudah jarang kesasar setelah berkali-kali berkunjung ke sana.

Tunjungan Plaza 6, Surabaya. MOJOK.CO
Tunjungan Plaza 6, Surabaya. (Dok. Street View Google Maps).

Jujur saja, lahir dan tinggal di kota metropolitan membuatnya suntuk. Pergi ke mal yang ada di Surabaya, adalah salah satu caranya untuk menghilangkan stres. Jadi, dia sudah hafal betul seluk beluk Tunjungan Plaza, Surabaya.

Biasanya, dia akan menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sana. Lalu, memarkirkan motornya di parkiran motor belakang TP6, dekat dengan OCA Ice Skating Arena. Parkiran itu masih resmi dikelola oleh pihak mal, biasanya dipakai jika parkiran utama atau parkiran 1 penuh.

Setelah meletakkan motor di parkiran 2, pengunjung dapat masuk mal menggunakan lift atau eskalator. Namun, lift yang tersedia adalah lift barang. Idealnya, lift itu dipakai untuk pekerja atau barang saja, api, ada saja pengunjung yang memilih menggunakan lift tersebut dibandingkan naik menggunakan eskalator. 

“Mungkin lebih efisien secara waktu dan tenaga. Kalau pakai lift kan pengunjung bisa langsung ke lantai yang dituju,” ucap Sintia kepada Mojok, Senin (27/1/2025).

Hanya saja, pengunjung bisa merasa tidak nyaman, karena harus membaur dengan pekerja dan ruangan yang lebih sempit karena barang-barang yang perlu diangkut. Kalau apes, pengunjung bisa mencium aroma tidak sedap dari sampah mal.

“Karena untuk sampah sendiri juga lewat lift tersebut,” ujar Sintia.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Terhina Saat Masuk Tunjungan Plaza Surabaya, Pegang Barang Mahal Langsung Disindir SPG Nggak Bakal Mampu Beli Gara-gara Tampang Ndeso atau baca juga liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2025 oleh

Tags: mal di surabayaparkir tunjungan plazapilihan redaksiTP SurabayaTunjungan Plaza
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

sate taichan.MOJOK.CO
Catatan

Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

20 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.