Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Menyusuri Lorong Kampung Kauman untuk Menemukan Jajanan “Langka”

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 Maret 2025
A A
Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja di Gang Pasar Tiban, Ngupasan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hujan deras tak membuat Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja tutup pada Sabtu sore (8/3/2025). Puluhan lapak yang menjual menu berbuka puasa di sana masih ramai pengunjung. Pasar tua yang terletak di kampung kelahiran Muhammadiyah itu tetap eksis, karena menjual jajan khas Kauman yang hanya ada saat puasa Ramadan. 

***

Lebih dari 35 lapak berjejer di sebuah lorong sempit, depan rumah-rumah lawas Kampung Kauman. Tepatnya di Gang Pasar Tiban, Ngupasan, Kota Yogyakarta. Pintu masuknya berada di tepi Jalan K.H. Ahmad Dahlan. Pengunjung tak perlu bingung mencari sebab sebuah banner bertuliskan ‘Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja’ sudah terpasang di gapura.

Pengendara motor seperti saya bisa memarkirkannya di sekitar mulut gang. Seorang bapak tua yang bertugas menjadi juru parkir siap menjaga. Saat saya ke sana pada Sabtu (8/3/2025) pukul 16.00 WIB, sudah banyak pengunjung yang datang. Pasar itu makin ramai menjelang berbuka. Beruntung, saya belum kehabisan menu takjil yang konon hanya ada di Kauman dan dimasak saat Ramadan.

Kue tradisional khas Kauman

Setibanya di Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja saya sudah disuguhi lapak-lapak yang menjual kue tradisional Jogja. Salah satunya adalah kicak. Kue yang terbuat dari beras ketan. Seorang pedagang bernama Emi menjelaskan bahan utama kicak adalah ketan yang ditumbuk halus, kemudian di isi dengan nangka dan dibalut dengan kelapa parut serta kuah santan, sehingga rasanya gurih dan manis. 

Selain itu, Emi juga menjual kipo. Kue berwarna hijau yang terbuat dari tepung kentan dan diisi dengan unti kelapa. Kue ini dipanggang di atas cobek gerabah beralaskan daun pisang, sehingga ada corak bakaran yang mencolok di luarnya.

“Kicak harganya Rp5 ribu, kalau kipo seharga Rp3,5 ribu, jadah manten Rp3,5 ribu,” ucap Emi yang sudah 25 tahun berjualan di Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja, Sabtu (8/3/2025).

Jadah manten juga merupakan kue tradisional Jogja yang terbuat dari ketan dan santan. Isinya daging ayam ataupun sapi. Setelah itu, adonan dibungkus dengan telur dadar. Sekilas, kue ini mirip lemper. Hanya kulit pembungkusnya saja yang berbeda. 

Jajanan khas Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja. MOJOK.CO
Kue tradisional khas Jogja yang dijual di Pasar Sore Ramadan Kauman. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sebagai pelengkap, jadah manten diberi tungkai yang terbuat dari bambu. Lalu ujungnya diikat dengan potongan batang pepaya. Menurut literatur yang saya baca, jadah manten juga menjadi salah satu kudapan khas Keraton Yogyakarta. 

Kudapan unik untuk takjil 

Tak hanya kue tradisional, pedagang juga menjual berbagai es seperti es buah, es kopyor, kolak, serta nasi dan lauk pauk untuk berbuka. Bahkan, sebagai orang asli Surabaya, saya cukup kaget melihat pedagang yang menjual rujak cingur. Makanan tradisional khas Jawa Timur.

Sedangkan, salah satu pengunjung bernama Niki (24), tak hanya membeli kue tradisional di Pasar Sore Ramadan Kauman. Ia belum lama ini merantau ke Jogja dan penasaran dengan tradisi takjil yang ada di Kauman.

“Seru sekali walaupun hujan, tapi dengan begini aku jadi bisa leluasa milih jajan,” kata perempuan asal Surabaya itu, yang baru saja memborong takjil.

Niki membeli roti goreng isi nanas, nangka, dan pisang. Ia juga membeli nasi kebuli, makanan khas Timur Tengah. Menu itu menjadi makanan favoritnya. 

“Wenak pol dengan harga standar,” ujarnya.

Iklan
Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja. MOJOK.CO
Suasana Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja saat hujan. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Nasi kebuli yang dibeli Niki baru dua tahun ini membuka lapaknya di Pasar Sore Ramadan Kauman. Ade (37), pedagang nasi kebuli mengaku bukan berasal dari warga Kauman, Jogja. Untuk pedagang umum, ia diharuskan membayar uang Rp300 ribu per bulan. Sementara warga lokal hanya dipatok Rp200 ribu untuk buka lapak.

“Syaratnya cuman jual makanan yang halal nanti kami dikasih fasilitas 1 meja,” kata dia.

Awal mula Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja

Pasar Sore Ramadan Kauman Jogja baru buka lagi di tahun 2023, setelah tiga tahun tutup karena pandemi. Mojok pernah bertanya soal awal mula pasar tersebut kepada Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi.

“Kalau sejarahnya, pasar sore itu berawal sekitar tahun 1990-an,” ujar Budi.

Salah satu penjual paling legendaris yang mengenalkan kue tradisional Jogja khas Kauman adalah Mbah Wono. Ia menjual menu ramesan hingga gorengan yang kemudian laris. Pedagang lain kemudian muncul dan menjual kue serupa di Kauman. 

“Akhirnya pihak RW melakukan penataan. Kalau tidak begitu, sangat semrawut karena gang kecil dan pedagangnya terlalu banyak,” kata Budi.

Bagi Budi, pasar sore di masa Ramadan tak bisa terbangun dan bertahan tanpa dukungan tradisi menyemarakkan Bulan Suci yang kuat. Kauman memang penuh hiruk-pikuk saat Ramadan. Sebuah ciri khas yang melekat sebagai Kampung Muslim.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Menelusuri Sejarah Takjil Pertama, Berkah Gulai Kambing di Kauman Jogja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2025 oleh

Tags: berburu takjilbuka puasa dengan yang manisjajanan takjilPasar KaumanPasar Ramadan di Jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Menolak Lupa Saat Teh Botol Sosro Bikin Tagline ‘Buka Puasa dengan yang Manis', Saking Ikonik Sampai Dikira Hadis Nabi.mojok.co
Histori

Menolak Lupa Saat Teh Botol Sosro Bikin Tagline ‘Buka Puasa dengan yang Manis’, Ikonik Sampai Dikira Hadis Nabi

13 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026
Open To Work.MOJOK.co

Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba

9 Februari 2026
Tinggalkan ibunya demi kuliah di PTIQ Jakarta untuk merantau. MOJOK.CO

Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata

9 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.